Rabu, 05 Agustus 2020

Kolonialisme dan imperialisme barat di Indonesia

A. Pengertian Imperialisme dan Kolonialisme 
A.1. Imperialisme 
Istilah imperialisme yang diperkenalkan di Perancis pada tahun 1830-an , imperium Napoleon Bonaparte. Pada tahun 1830-an, istilah ini diperkenalkan oleh penulis Inggris untuk menerangkan dasar-dasar perluasan kekuasaan yang dilakukan oleh Kerajaan Inggris. Orang Inggris menganggap merekalah yang paling berkuasa (Greater Britain) karena mereka telah banyak menguasai dan menjajah di wilayah Asia dan Afrika. Mereka menganggap bahwa penjajahan bertujuan untuk membangun masyarakat yang dijajah yang dinilai masih terbelakang dan untuk kebaikan dunia. Imperialisme merujuk pada sistem pemerintahan serta hubungan ekonomi dan politik negara-negara kaya dan berkuasa , mengawal dan menguasai negaranegara lain yang dianggap terbelakang dan miskin dengan tujuan mengeksploitasi sumber-sumber yang ada di negara tersebut untuk menambah kekayaan dan kekuasaan negara penjajahnya. Imperialisme menonjolkan sifat-sifat keunggulan (hegemony) oleh satu bangsa atas bangsa lain. Tujuan utama imperialisme adalah menambah hasil ekonomi. Negara-negara imperialis ingin memperoleh keuntungan dari negeri yang mereka kuasai karena sumber ekonomi negara mereka tidak mencukupi. Selain faktor ekonomi, terdapat satu kepercayaan bahwa sebuah bangsa lebih mulia atau lebih baik dari bangsa lain yang dikenal sebagai ethnosentrism, contoh bangsa Jerman (Arya) dan Italia. Faktor lain yang menyumbang pada dasar imperialisme adalah adanya perasaan ingin mencapai taraf sebagai bangsa yang besar dan memerintah dunia, misalnya dasar imperialisme Jepang. Dasar imperialisme awalnya bertujuan untuk menyebarkan ide-ide dan kebuadayaan Barat ke seluruh dunia. Oleh karena itulah, imperialisme bukan hanya dilihat sebagai penindasan terhadap tanah jajahan tetapi sebaliknya dapat menjadi 3 faktor pendorong pembaharuan-pembaharuan yang dapat menyumbang kearah pembinaan sebuah bangsa seperti pendidikan, kesehatan, perundang-undangan dan sistem pemerintahan. Sarjana Barat membagi imperialisme dalam dua kategori yaitu imperialisme kuno dan imperialisme modern. Imperialisme kuno adalah negara-negara yang berhasil menaklukan atau menguasai negara-negara lain, atau yang mempunyai suatu imperium seperti imperium Romawi, Turki Usmani, dan China, termasuk spanyol, Portugis, Belanda, Inggris dan Perancis yang memperoleh jajahan di Asia, Amerika dan Afrika sebelum 1870, tujuan imperialisme kuno adalah selain faktor ekonomi (menguasai daerah yang kaya dengan sumber daya alam) juga termasuk didalamnya tercakup faktor agama dan kajayaan . Sedangkan Imperialisme modern bermula setelah Revolusi Industri di Inggris tahun 1870-an. Hal yang menjadi faktor pendorongnya adalah adanya kelebihan modal dan Barang di negara-negara Barat. Selepas tahun 1870-an , negaranegara Eropa berlomba-lomba mencari daerah jajahan di wilayah Asia, Amerika dan Afrika. Mereka mencari wilayah jajahan sebagai wilayah penyuplai bahan baku dan juga sebagai daerah pemasaran hasil industri mereka. Dasar Imperialisme ini dilaksanakan demi agama, mereka menganggap bahwa menjadi tugas suci agama untuk menyelamatkan manusia dari segala macam penindasan dan ketidakadilan terutama di negara-negara yang dianggap terbelakang seperti para misionaris Kristen yang menganggap misi penyelamat ini sebagai The White Man Burden Diantara faktor-faktor yang melatarbelakangi munculnya imperialisme adalah faktor dan ekonomi 
A.2. Kolonialisme 
Koloni merupakan negeri, tanah jajahan yang dikuasai oleh sebuah kekuasaan asing. Koloni adalah satu kawasan diluar wilayah negara asal atau induk. Tujuan utama kolonialisme adalah kepentingan ekonomi.Kebanyakan koloni yang yang 4 dijajah adalah wilayah yang kaya akan bahan mentah, keperluan untuk mendapatkan bahan mentah adalah dampak dari terjadinya Revolusi Industri di Inggris. Istilah kolonialisme bermaksud memaksakan satu bentuk pemerintahan atas sebuah wilayah atau negeri lain (tanah jajahan) atau satu usaha untuk mendapatkan sebuah wilayah baik melalui paksaan atau dengan cara damai. Usaha untuk mendapatkan wilayah biasanya melalui penaklukan. Penaklukan atas sebuah wilayah bisa dilakukan secara damai atau paksaan baik secara langsung maupun tidak langsung. Pada mulanya mereka membeli barang dagangan dari penguasa lokal, untuk memastikan pasokan barang dapat berjalan lancar mereka kemudian mulai campur tangan dalam urusan pemerintahan penguasa setempat dan biasanya mereka akan berusaha menjadikan wilayah tersebut sebagai tanah jajahan mereka. Negara yang menjajah menggariskan panduan tertentu atas wilayah jajahannya, meliputi aspek kehidupan sosial, pemerintahan, undang-undang dan sebagainya. Sejarah perkembangan kolonialisme bermula ketika Vasco da Gama dari Portugis berlayar ke india pada tahun 1498. Di awali dengan pencarian jalan ke Timur untuk mencari sumber rempah-rempah perlombaan mencari tanah jajahan dimulai. Kuasa Barat Portugis dan Spanyol kemudian diikuti Inggris dan Belanda berlomba-lomba mencari daerah penghasil rempah-rempah dan berusaha mengusainya. Penguasaan wilayah yang awalnya untuk kepentingan ekonomi akhirnya beralih menjadi penguasaan atau penjajahan politik yaitu campur tangan untuk menyelesaikan pertikaian, perang saudara, dan sebagainya. Ini karena kuasa kolonial tersebut ingin menjaga kepentingan perdagangan mereka daripada pergolakan politik lokal yang bisa mengganggu kelancaran perdagangan mereka. Kolonialisme berkembang pesat setelah perang dunia I. Sejarah kolonialisme Eropa dibagi dalam tiga peringkat. Pertama dari abad 15 hingga Revolusi industri (1763) yang memperlihatkan kemunculan kuasa Eropa seperti Spanyol dan Portugis. Kedua, setelah Revolusi Industri hingga tahun 1870-an. Ketiga, dari tahun 1870-an hingga tahun 1914 ketika meletusnya Perang Dunia I yang merupakan puncak pertikaian kuasa-kuasa imperialis 5
B. Perdagangan Asia dan Munculnya Imperialisme dan Kolonialisme Barat 
Di zaman perekonomian Asia yang telah maju, perekonomian Eropa justru masih tertinggal jauh. Pusat perkembangan ekonomi dan politik dunia dalam abad ke-14 s/d abad ke-15 adalah dunia Islam, khususnya imperium Turki Usmani (Ottoman) yang telah menguasai wilayah-wilayah strategis yang semula dikuasai oleh Romawi-Byzantium. Penguasaan atas wilayah-wilayah itu sekaligus telah menyekat jalur perdagangan dari Timur ke Barat yang mengakibatkan barang-barang dagangan dari Timur seperti rempah-remapah menjadi langka dan harganya melambung tinggi. Meskipun harganya relatif tinggi ternyata minat masyarakat Eropa waktu itu terhadap komoditi itu tidak menurun, bahkan cenderung meningkat. Oleh karena itu maka para penguasa dan pengusaha atau pedagang Eropa berupaya mencari jalan alternatif ke daerah penghasil komoditi tersebut. Meningkatnya permintaan baik dari Eropa maupun dari tempat lainnya seperti India secara tidak lengsung telah mendorong para produsen di kepulauan Nusantara, khususnya kepulauan Maluku memperluas tanaman ekspornya, terutama pala dan cengkeh. Selain adanya perluasan seperti pala dan cengkeh, juga di beberapa pulau, seperti di Sumatera dikembangkan pula komoditi lain yang juga sangat diminati orang-orang Eropa, yaitu lada. Walaupun harganya hanya separuh rempah-rempah, namun waktu itu lada sudah termasuk komoditi ekspor yang penting dari wilayah Nusantara, bahkan Asia Tenggara. Menurut beberapa sumber, tanaman ini mulanya merupakan barang dagangan dari Kerala, pantai Malabar di India barat daya, yang dikenal oleh orang-orang Arab dan Eropa sebagai “negeri lada”. Sejak kapan lada dibumidayakan oleh penduduk Sumatera tidak begitu jelas.


Pertanyaan!
1. apa yang dimaksud dengan imerialisme?
2. apa yang dimaksud dengan kolonialisme?
3. berikan contoh imperialisme barat di indonesia!
4. berilah contoh kolonialisme di indonesia!

#kerjakan tugas diatas di buku tugas, kemudian foto lalu kirim ke WA bapak. jgn lupa tulis nama dan kelas di komentar

Konsep ruang dan waktu dalam sejarah

Konsep Ruang Dan Waktu Dalam Sejarah – Sejarah ialah mengenal adanya dimensi spasial serta dimensi temporal. Spasial (ruang) ialah tempat terjadinya sebuah peristiwa sejarah tersebut. Sedangkan temporal (waktu) ialah berhubungan dengan kapan peristiwa tersebut telah terjadi. Sedangkan manusia merupakan subjek serta objek sejarah. Selanjutnya manusia ialah sebagai pelaku serta penulis sejarah itu sendiri. Untuk lebih jelasnya berikut penjabaran secara rincinya.

Konsep Ruang 

Ruang (dimensi spasial) adalah suatu tempat dimana terjadinya berbagai peristiwa alam ataupun peristiwa sosial serta peristiwa sajarah dalam proses perjalanan waktu. Konsep ruang juga bisa diartikan sebagai konsep dimana paling melekat terhadap waktu.        

Berikut secara umum penjelasan konsep ruang dalam mempelajari sejarah.

  1. Ruang adalah tampat terjadinya berbagai peristiwa-peristiwa dalam perjalan waktu.
  2. Penelaahan suatu peristiwa dimana berdasarkan dimensi waktunya tidak bisa terlepaskan dari ruang waktu terjadinya peristiwa tersebut.   
  3. Saat waktu menitikberatkan terhadap aspek kapan peristiwa tersebut terjadi. Maka konsep ruang menitikberatkan terhadap aspek tempat dimana peristiwa tersebut terjadi.

Konsep Waktu

Waktu (dimensi temporal) mempunyai dua makna, ialah makna denotatif dan konotatif. Makna waktu secara denotatif ialah suatu satu-kesatuan, dimana detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun, abad, serta seterusnya.        

Pada umumnya, berikut konsep waktu dalam mempelajari sejarah yang ada

  1. Masa lampau itu sendiri ialah sebuah masa dimana sudah terlewati. Tetapi, masa lampau bukan merupakan sebuah masa yang final ataupun berhenti.   
  2. Masa lampau itu bersifat terbuka serta berkesinambungan. Dimana apa yang terjadi dimasa lampau bisa dijadikan gambaran bagi kita untuk bertindak dimasa yang akan datang ataupun sekarang, serta untuk mencapai kehidupan yang lebih baik di masa yang akan mendatang. 
  3. Sejarah bisa digunakan sebagai modal awal untuk bertindak dimasa kini atau sebagai acuan untuk perencanaan masa yang akan datang.

Pentingnya Waktu Dalam Sejarah

Sejarah ialah sebagai suatu ilmu dimana kata sejarah berasal dari bahasa Arab “syajara” yang artinya ialah terjadi ataupun “syajaratun” (baca syajarah), dimana artinya pohon kayu itu tumbuh serta berkembang.

Jadi pengertian sejarah secara etimologis, ialah tumbuh, hidup, serta berkembang dimana akan berlangsung terus tiada hentinya sepanjang masa atau usia.

Sejarah Menurut Para Ahli

Berikut beberapa definisi sejarah yang dikemukakan oleh para ahli dimana memiliki penekanan pada konsep waktu :

1. Edward Hallet Carr

Sejarah ialah suatu prosesnya interaksi dimana serba terus antara sejarawan dengan fakta-fakta yang ada padanya, atau suatu dialog tiada henti-hentinya dimasa sekarang dengan masa yang silam.

2. James Bank

Sejarah merupakan seluruh peristiwa masa lampau (sejarah sebagai kenyataan). Sejarah bisa membantu para siswa agar memahami perilaku manusia pada masa lampau, sekarang serta yang akan datang.

3. Ismaun

Sejarah merupakan sebuah Ilmu Pengetahuan dimana mengenai rangkaian kejadian yang berkualitas terhadap masyarakat manusia serta segala aspek didalamnya. Dimana proses gerak perkembangannya yang kontinyu dari awal sejarah hingga saat ini. Dimana berguna bagi pedoman sebuah kehidupan masyarakat manusia masa sekarang dan arah cita-cita masa depan.

Keterkaitan Waktu Dengan sejarah

Keterkaitan antara waktu terhadap peristiwa sejarah meliputi 4 hal didalamnya, ialah sebagai berikut.

1. Perkembangan

Perkembangan masyarakat terjadi, jika berturut-turut masyarakat bergerak dari satu bentuk ke bentuk yang lainnya, dari yang sederhana ke bentuk yang akan lebih kompleks. Contohnya ialah perkembangan masyarakat manusia dari masa lampau hingga saat ini atau sekarang.

2. Kesinambungan

Kesinambungan terjadi, jika suatu masyarakat baru hanya melaksanakan adopsi lembaga-lembaga yang lama.

3. Pengulangan

Pengulangan terjadi jika peristiwa yang pernah terjadi dimasa lampau terjadi lagi dimasa selanjutnya, contohnnya seperti jatuhnya kekuasaan Presiden Soekarno akibat aksi-aksi para mahasiswa dan itu terjadi kembali pada Presidan Soeharto “Lengser Keprabon”, dimana terjadi akibat aksi para mahasiswa.   

4. Perubahan

Perubahan terjadi jika masyarakat mengalami pergeseran, sama halnya seperti perkembangan. Akan tetapi, asumsinya adalah dengan adanya perkembangan besar-besaran serta dalam waktu yang relatif singkat. Umumnya sering terjadi akibat pengaruh dari luar. Contohnya seperti : Gerakan Paderi di Sumatera Barat dimana menentang kaum adat. 

Keterkaitan Konsep Ruang & Waktu Dalam Sejarah

Proses terjadinya sebuah peristiwa serta perubahannya berlangsung didalam batas ruang dan waktu. Suatu kejadian bisa diamati berdasarkan dimensi ruang, dimensi waktu serta dimensi manusia.

Berdasarkan dimensi ruang, suatu peristiwa mempunyai batas-batas tertentu. Berdasarkan dimensi manusia, manusia menjadi objek serta subjek dari peristiwa tersebut.

Berikut keterkaitan konsep ruang dan waktu dalam mempelajari sebuah sejarah.

  1. Konsep ruang dan waktu ialah sebagai unsur penting dimana tidak bisa dipisahkan dengan kehidupan manusia sebagai subjek atau palaku sejarah.
  2. Segala bentuk aktivitas manusia pasti berlangsung bersamaan terhadap tempat dan waktu kejadian.
  3. Manusia selama hidupnya tidak dapat dilepaskan dari unsur tempat dan waktu. Hal ini dikarenakan perjalanan manusia sama dengan perjalanan waktu itu sendiri pada suatu tempat dimana manusia tersebut hidup atau beraktivitas.
Apakah hubungan manusia dengan sejarah ?

Hubungannya manusia ialah objek sekaligus pelaku didalam sebuah sejarah yang ada

Bagaimana ciri-ciri konsep ruang dalam sejarah ?

1. Terdapat manusia dalam pelaku peristiwa sejarah tersebut
2. Dipengaruhi oleh kekuatan yang berada diluar manusia, ialah berupa kekuatan fisik-material atau (dimensi alam)
3. Adanya pengkajian mengenai sebuah peristiwa dan perkembangannya

Bagaimana ciri-ciri konsep waktu dalam sejarah ?

Konsep waktu dalam sejarah begitu diperlukan sebagai pengelompokan-pengelompokan dimana berdasarkan waktu (pembabakan maupun periodisasi) suatu peristiwa sejarah serta urutan waktu terjadinya peristiwa sejarah (kronologis ataupun diakronis).

Pertanyaan!

1. mengapa manusis memegang peranan penting dalam peristiwa sejarah?

2. bagaimana keterkaitan waktu dengan perubahan?

3. bagaimana keterkaitan ruang dengan sejarah?

4. menurut kalian apa yang dimaksud dengan sejarah?

5. apa yang dimaksud dengan perubahan dan keberlanjutan dalam sejarah?

# kerjakan di buku tugas kemudian di foto, dan dikirimkan japri via wa ke no bapak, kemudian tulis nama dan kelas dikolom komentar ditunggu ya... tetap semangat belajarnya



Selasa, 04 Agustus 2020

Kolonialisme dan imperialisme barat di Indonesia

A. Pengertian Imperialisme dan Kolonialisme 
A.1. Imperialisme 
Istilah imperialisme yang diperkenalkan di Perancis pada tahun 1830-an , imperium Napoleon Bonaparte. Pada tahun 1830-an, istilah ini diperkenalkan oleh penulis Inggris untuk menerangkan dasar-dasar perluasan kekuasaan yang dilakukan oleh Kerajaan Inggris. Orang Inggris menganggap merekalah yang paling berkuasa (Greater Britain) karena mereka telah banyak menguasai dan menjajah di wilayah Asia dan Afrika. Mereka menganggap bahwa penjajahan bertujuan untuk membangun masyarakat yang dijajah yang dinilai masih terbelakang dan untuk kebaikan dunia. Imperialisme merujuk pada sistem pemerintahan serta hubungan ekonomi dan politik negara-negara kaya dan berkuasa , mengawal dan menguasai negaranegara lain yang dianggap terbelakang dan miskin dengan tujuan mengeksploitasi sumber-sumber yang ada di negara tersebut untuk menambah kekayaan dan kekuasaan negara penjajahnya. Imperialisme menonjolkan sifat-sifat keunggulan (hegemony) oleh satu bangsa atas bangsa lain. Tujuan utama imperialisme adalah menambah hasil ekonomi. Negara-negara imperialis ingin memperoleh keuntungan dari negeri yang mereka kuasai karena sumber ekonomi negara mereka tidak mencukupi. Selain faktor ekonomi, terdapat satu kepercayaan bahwa sebuah bangsa lebih mulia atau lebih baik dari bangsa lain yang dikenal sebagai ethnosentrism, contoh bangsa Jerman (Arya) dan Italia. Faktor lain yang menyumbang pada dasar imperialisme adalah adanya perasaan ingin mencapai taraf sebagai bangsa yang besar dan memerintah dunia, misalnya dasar imperialisme Jepang. Dasar imperialisme awalnya bertujuan untuk menyebarkan ide-ide dan kebuadayaan Barat ke seluruh dunia. Oleh karena itulah, imperialisme bukan hanya dilihat sebagai penindasan terhadap tanah jajahan tetapi sebaliknya dapat menjadi 3 faktor pendorong pembaharuan-pembaharuan yang dapat menyumbang kearah pembinaan sebuah bangsa seperti pendidikan, kesehatan, perundang-undangan dan sistem pemerintahan. Sarjana Barat membagi imperialisme dalam dua kategori yaitu imperialisme kuno dan imperialisme modern. Imperialisme kuno adalah negara-negara yang berhasil menaklukan atau menguasai negara-negara lain, atau yang mempunyai suatu imperium seperti imperium Romawi, Turki Usmani, dan China, termasuk spanyol, Portugis, Belanda, Inggris dan Perancis yang memperoleh jajahan di Asia, Amerika dan Afrika sebelum 1870, tujuan imperialisme kuno adalah selain faktor ekonomi (menguasai daerah yang kaya dengan sumber daya alam) juga termasuk didalamnya tercakup faktor agama dan kajayaan . Sedangkan Imperialisme modern bermula setelah Revolusi Industri di Inggris tahun 1870-an. Hal yang menjadi faktor pendorongnya adalah adanya kelebihan modal dan Barang di negara-negara Barat. Selepas tahun 1870-an , negaranegara Eropa berlomba-lomba mencari daerah jajahan di wilayah Asia, Amerika dan Afrika. Mereka mencari wilayah jajahan sebagai wilayah penyuplai bahan baku dan juga sebagai daerah pemasaran hasil industri mereka. Dasar Imperialisme ini dilaksanakan demi agama, mereka menganggap bahwa menjadi tugas suci agama untuk menyelamatkan manusia dari segala macam penindasan dan ketidakadilan terutama di negara-negara yang dianggap terbelakang seperti para misionaris Kristen yang menganggap misi penyelamat ini sebagai The White Man Burden Diantara faktor-faktor yang melatarbelakangi munculnya imperialisme adalah faktor dan ekonomi 
A.2. Kolonialisme 
Koloni merupakan negeri, tanah jajahan yang dikuasai oleh sebuah kekuasaan asing. Koloni adalah satu kawasan diluar wilayah negara asal atau induk. Tujuan utama kolonialisme adalah kepentingan ekonomi.Kebanyakan koloni yang yang 4 dijajah adalah wilayah yang kaya akan bahan mentah, keperluan untuk mendapatkan bahan mentah adalah dampak dari terjadinya Revolusi Industri di Inggris. Istilah kolonialisme bermaksud memaksakan satu bentuk pemerintahan atas sebuah wilayah atau negeri lain (tanah jajahan) atau satu usaha untuk mendapatkan sebuah wilayah baik melalui paksaan atau dengan cara damai. Usaha untuk mendapatkan wilayah biasanya melalui penaklukan. Penaklukan atas sebuah wilayah bisa dilakukan secara damai atau paksaan baik secara langsung maupun tidak langsung. Pada mulanya mereka membeli barang dagangan dari penguasa lokal, untuk memastikan pasokan barang dapat berjalan lancar mereka kemudian mulai campur tangan dalam urusan pemerintahan penguasa setempat dan biasanya mereka akan berusaha menjadikan wilayah tersebut sebagai tanah jajahan mereka. Negara yang menjajah menggariskan panduan tertentu atas wilayah jajahannya, meliputi aspek kehidupan sosial, pemerintahan, undang-undang dan sebagainya. Sejarah perkembangan kolonialisme bermula ketika Vasco da Gama dari Portugis berlayar ke india pada tahun 1498. Di awali dengan pencarian jalan ke Timur untuk mencari sumber rempah-rempah perlombaan mencari tanah jajahan dimulai. Kuasa Barat Portugis dan Spanyol kemudian diikuti Inggris dan Belanda berlomba-lomba mencari daerah penghasil rempah-rempah dan berusaha mengusainya. Penguasaan wilayah yang awalnya untuk kepentingan ekonomi akhirnya beralih menjadi penguasaan atau penjajahan politik yaitu campur tangan untuk menyelesaikan pertikaian, perang saudara, dan sebagainya. Ini karena kuasa kolonial tersebut ingin menjaga kepentingan perdagangan mereka daripada pergolakan politik lokal yang bisa mengganggu kelancaran perdagangan mereka. Kolonialisme berkembang pesat setelah perang dunia I. Sejarah kolonialisme Eropa dibagi dalam tiga peringkat. Pertama dari abad 15 hingga Revolusi industri (1763) yang memperlihatkan kemunculan kuasa Eropa seperti Spanyol dan Portugis. Kedua, setelah Revolusi Industri hingga tahun 1870-an. Ketiga, dari tahun 1870-an hingga tahun 1914 ketika meletusnya Perang Dunia I yang merupakan puncak pertikaian kuasa-kuasa imperialis 5
B. Perdagangan Asia dan Munculnya Imperialisme dan Kolonialisme Barat 
Di zaman perekonomian Asia yang telah maju, perekonomian Eropa justru masih tertinggal jauh. Pusat perkembangan ekonomi dan politik dunia dalam abad ke-14 s/d abad ke-15 adalah dunia Islam, khususnya imperium Turki Usmani (Ottoman) yang telah menguasai wilayah-wilayah strategis yang semula dikuasai oleh Romawi-Byzantium. Penguasaan atas wilayah-wilayah itu sekaligus telah menyekat jalur perdagangan dari Timur ke Barat yang mengakibatkan barang-barang dagangan dari Timur seperti rempah-remapah menjadi langka dan harganya melambung tinggi. Meskipun harganya relatif tinggi ternyata minat masyarakat Eropa waktu itu terhadap komoditi itu tidak menurun, bahkan cenderung meningkat. Oleh karena itu maka para penguasa dan pengusaha atau pedagang Eropa berupaya mencari jalan alternatif ke daerah penghasil komoditi tersebut. Meningkatnya permintaan baik dari Eropa maupun dari tempat lainnya seperti India secara tidak lengsung telah mendorong para produsen di kepulauan Nusantara, khususnya kepulauan Maluku memperluas tanaman ekspornya, terutama pala dan cengkeh. Selain adanya perluasan seperti pala dan cengkeh, juga di beberapa pulau, seperti di Sumatera dikembangkan pula komoditi lain yang juga sangat diminati orang-orang Eropa, yaitu lada. Walaupun harganya hanya separuh rempah-rempah, namun waktu itu lada sudah termasuk komoditi ekspor yang penting dari wilayah Nusantara, bahkan Asia Tenggara. Menurut beberapa sumber, tanaman ini mulanya merupakan barang dagangan dari Kerala, pantai Malabar di India barat daya, yang dikenal oleh orang-orang Arab dan Eropa sebagai “negeri lada”. Sejak kapan lada dibumidayakan oleh penduduk Sumatera tidak begitu jelas.


Pertanyaan!
1. apa yang dimaksud dengan imerialisme?
2. apa yang dimaksud dengan kolonialisme?
3. berikan contoh imperialisme barat di indonesia!
4. berilah contoh kolonialisme di indonesia!

#kerjakan tugas diatas di buku tugas, kemudian foto lalu kirim ke WA bapak. jgn lupa tulis nama dan kelas di komentar

Konsep ruang dan waktu dalam sejarah

Konsep Ruang Dan Waktu Dalam Sejarah – Sejarah ialah mengenal adanya dimensi spasial serta dimensi temporal. Spasial (ruang) ialah tempat terjadinya sebuah peristiwa sejarah tersebut. Sedangkan temporal (waktu) ialah berhubungan dengan kapan peristiwa tersebut telah terjadi. Sedangkan manusia merupakan subjek serta objek sejarah. Selanjutnya manusia ialah sebagai pelaku serta penulis sejarah itu sendiri. Untuk lebih jelasnya berikut penjabaran secara rincinya.

Konsep Ruang 

Ruang (dimensi spasial) adalah suatu tempat dimana terjadinya berbagai peristiwa alam ataupun peristiwa sosial serta peristiwa sajarah dalam proses perjalanan waktu. Konsep ruang juga bisa diartikan sebagai konsep dimana paling melekat terhadap waktu.        

Berikut secara umum penjelasan konsep ruang dalam mempelajari sejarah.

  1. Ruang adalah tampat terjadinya berbagai peristiwa-peristiwa dalam perjalan waktu.
  2. Penelaahan suatu peristiwa dimana berdasarkan dimensi waktunya tidak bisa terlepaskan dari ruang waktu terjadinya peristiwa tersebut.   
  3. Saat waktu menitikberatkan terhadap aspek kapan peristiwa tersebut terjadi. Maka konsep ruang menitikberatkan terhadap aspek tempat dimana peristiwa tersebut terjadi.

Konsep Waktu

Waktu (dimensi temporal) mempunyai dua makna, ialah makna denotatif dan konotatif. Makna waktu secara denotatif ialah suatu satu-kesatuan, dimana detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun, abad, serta seterusnya.        

Pada umumnya, berikut konsep waktu dalam mempelajari sejarah yang ada

  1. Masa lampau itu sendiri ialah sebuah masa dimana sudah terlewati. Tetapi, masa lampau bukan merupakan sebuah masa yang final ataupun berhenti.   
  2. Masa lampau itu bersifat terbuka serta berkesinambungan. Dimana apa yang terjadi dimasa lampau bisa dijadikan gambaran bagi kita untuk bertindak dimasa yang akan datang ataupun sekarang, serta untuk mencapai kehidupan yang lebih baik di masa yang akan mendatang. 
  3. Sejarah bisa digunakan sebagai modal awal untuk bertindak dimasa kini atau sebagai acuan untuk perencanaan masa yang akan datang.

Pentingnya Waktu Dalam Sejarah

Sejarah ialah sebagai suatu ilmu dimana kata sejarah berasal dari bahasa Arab “syajara” yang artinya ialah terjadi ataupun “syajaratun” (baca syajarah), dimana artinya pohon kayu itu tumbuh serta berkembang.

Jadi pengertian sejarah secara etimologis, ialah tumbuh, hidup, serta berkembang dimana akan berlangsung terus tiada hentinya sepanjang masa atau usia.

Sejarah Menurut Para Ahli

Berikut beberapa definisi sejarah yang dikemukakan oleh para ahli dimana memiliki penekanan pada konsep waktu :

1. Edward Hallet Carr

Sejarah ialah suatu prosesnya interaksi dimana serba terus antara sejarawan dengan fakta-fakta yang ada padanya, atau suatu dialog tiada henti-hentinya dimasa sekarang dengan masa yang silam.

2. James Bank

Sejarah merupakan seluruh peristiwa masa lampau (sejarah sebagai kenyataan). Sejarah bisa membantu para siswa agar memahami perilaku manusia pada masa lampau, sekarang serta yang akan datang.

3. Ismaun

Sejarah merupakan sebuah Ilmu Pengetahuan dimana mengenai rangkaian kejadian yang berkualitas terhadap masyarakat manusia serta segala aspek didalamnya. Dimana proses gerak perkembangannya yang kontinyu dari awal sejarah hingga saat ini. Dimana berguna bagi pedoman sebuah kehidupan masyarakat manusia masa sekarang dan arah cita-cita masa depan.

Keterkaitan Waktu Dengan sejarah

Keterkaitan antara waktu terhadap peristiwa sejarah meliputi 4 hal didalamnya, ialah sebagai berikut.

1. Perkembangan

Perkembangan masyarakat terjadi, jika berturut-turut masyarakat bergerak dari satu bentuk ke bentuk yang lainnya, dari yang sederhana ke bentuk yang akan lebih kompleks. Contohnya ialah perkembangan masyarakat manusia dari masa lampau hingga saat ini atau sekarang.

2. Kesinambungan

Kesinambungan terjadi, jika suatu masyarakat baru hanya melaksanakan adopsi lembaga-lembaga yang lama.

3. Pengulangan

Pengulangan terjadi jika peristiwa yang pernah terjadi dimasa lampau terjadi lagi dimasa selanjutnya, contohnnya seperti jatuhnya kekuasaan Presiden Soekarno akibat aksi-aksi para mahasiswa dan itu terjadi kembali pada Presidan Soeharto “Lengser Keprabon”, dimana terjadi akibat aksi para mahasiswa.   

4. Perubahan

Perubahan terjadi jika masyarakat mengalami pergeseran, sama halnya seperti perkembangan. Akan tetapi, asumsinya adalah dengan adanya perkembangan besar-besaran serta dalam waktu yang relatif singkat. Umumnya sering terjadi akibat pengaruh dari luar. Contohnya seperti : Gerakan Paderi di Sumatera Barat dimana menentang kaum adat. 

Keterkaitan Konsep Ruang & Waktu Dalam Sejarah

Proses terjadinya sebuah peristiwa serta perubahannya berlangsung didalam batas ruang dan waktu. Suatu kejadian bisa diamati berdasarkan dimensi ruang, dimensi waktu serta dimensi manusia.

Berdasarkan dimensi ruang, suatu peristiwa mempunyai batas-batas tertentu. Berdasarkan dimensi manusia, manusia menjadi objek serta subjek dari peristiwa tersebut.

Berikut keterkaitan konsep ruang dan waktu dalam mempelajari sebuah sejarah.

  1. Konsep ruang dan waktu ialah sebagai unsur penting dimana tidak bisa dipisahkan dengan kehidupan manusia sebagai subjek atau palaku sejarah.
  2. Segala bentuk aktivitas manusia pasti berlangsung bersamaan terhadap tempat dan waktu kejadian.
  3. Manusia selama hidupnya tidak dapat dilepaskan dari unsur tempat dan waktu. Hal ini dikarenakan perjalanan manusia sama dengan perjalanan waktu itu sendiri pada suatu tempat dimana manusia tersebut hidup atau beraktivitas.
Apakah hubungan manusia dengan sejarah ?

Hubungannya manusia ialah objek sekaligus pelaku didalam sebuah sejarah yang ada

Bagaimana ciri-ciri konsep ruang dalam sejarah ?

1. Terdapat manusia dalam pelaku peristiwa sejarah tersebut
2. Dipengaruhi oleh kekuatan yang berada diluar manusia, ialah berupa kekuatan fisik-material atau (dimensi alam)
3. Adanya pengkajian mengenai sebuah peristiwa dan perkembangannya

Bagaimana ciri-ciri konsep waktu dalam sejarah ?

Konsep waktu dalam sejarah begitu diperlukan sebagai pengelompokan-pengelompokan dimana berdasarkan waktu (pembabakan maupun periodisasi) suatu peristiwa sejarah serta urutan waktu terjadinya peristiwa sejarah (kronologis ataupun diakronis).

Pertanyaan!

1. mengapa manusis memegang peranan penting dalam peristiwa sejarah?

2. bagaimana keterkaitan waktu dengan perubahan?

3. bagaimana keterkaitan ruang dengan sejarah?

4. menurut kalian apa yang dimaksud dengan sejarah?

5. apa yang dimaksud dengan perubahan dan keberlanjutan dalam sejarah?

# kerjakan di buku tugas kemudian di foto, dan dikirimkan japri via wa ke no bapak, kemudian tulis nama dan kelas dikolom komentar ditunggu ya... tetap semangat belajarnya



Senin, 03 Agustus 2020

Konsep Ruang dan Waktu dalam Peristiwa sejarah

Konsep Ruang Dan Waktu Dalam Sejarah – Sejarah ialah mengenal adanya dimensi spasial serta dimensi temporal. Spasial (ruang) ialah tempat terjadinya sebuah peristiwa sejarah tersebut. Sedangkan temporal (waktu) ialah berhubungan dengan kapan peristiwa tersebut telah terjadi. Sedangkan manusia merupakan subjek serta objek sejarah. Selanjutnya manusia ialah sebagai pelaku serta penulis sejarah itu sendiri. Untuk lebih jelasnya berikut penjabaran secara rincinya.

Konsep Ruang 

Ruang (dimensi spasial) adalah suatu tempat dimana terjadinya berbagai peristiwa alam ataupun peristiwa sosial serta peristiwa sajarah dalam proses perjalanan waktu. Konsep ruang juga bisa diartikan sebagai konsep dimana paling melekat terhadap waktu.        

Berikut secara umum penjelasan konsep ruang dalam mempelajari sejarah.

  1. Ruang adalah tampat terjadinya berbagai peristiwa-peristiwa dalam perjalan waktu.
  2. Penelaahan suatu peristiwa dimana berdasarkan dimensi waktunya tidak bisa terlepaskan dari ruang waktu terjadinya peristiwa tersebut.   
  3. Saat waktu menitikberatkan terhadap aspek kapan peristiwa tersebut terjadi. Maka konsep ruang menitikberatkan terhadap aspek tempat dimana peristiwa tersebut terjadi.

Konsep Waktu

Waktu (dimensi temporal) mempunyai dua makna, ialah makna denotatif dan konotatif. Makna waktu secara denotatif ialah suatu satu-kesatuan, dimana detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun, abad, serta seterusnya.        

Pada umumnya, berikut konsep waktu dalam mempelajari sejarah yang ada

  1. Masa lampau itu sendiri ialah sebuah masa dimana sudah terlewati. Tetapi, masa lampau bukan merupakan sebuah masa yang final ataupun berhenti.   
  2. Masa lampau itu bersifat terbuka serta berkesinambungan. Dimana apa yang terjadi dimasa lampau bisa dijadikan gambaran bagi kita untuk bertindak dimasa yang akan datang ataupun sekarang, serta untuk mencapai kehidupan yang lebih baik di masa yang akan mendatang. 
  3. Sejarah bisa digunakan sebagai modal awal untuk bertindak dimasa kini atau sebagai acuan untuk perencanaan masa yang akan datang.

Pentingnya Waktu Dalam Sejarah

Sejarah ialah sebagai suatu ilmu dimana kata sejarah berasal dari bahasa Arab “syajara” yang artinya ialah terjadi ataupun “syajaratun” (baca syajarah), dimana artinya pohon kayu itu tumbuh serta berkembang.

Jadi pengertian sejarah secara etimologis, ialah tumbuh, hidup, serta berkembang dimana akan berlangsung terus tiada hentinya sepanjang masa atau usia.

Sejarah Menurut Para Ahli

Berikut beberapa definisi sejarah yang dikemukakan oleh para ahli dimana memiliki penekanan pada konsep waktu :

1. Edward Hallet Carr

Sejarah ialah suatu prosesnya interaksi dimana serba terus antara sejarawan dengan fakta-fakta yang ada padanya, atau suatu dialog tiada henti-hentinya dimasa sekarang dengan masa yang silam.

2. James Bank

Sejarah merupakan seluruh peristiwa masa lampau (sejarah sebagai kenyataan). Sejarah bisa membantu para siswa agar memahami perilaku manusia pada masa lampau, sekarang serta yang akan datang.

3. Ismaun

Sejarah merupakan sebuah Ilmu Pengetahuan dimana mengenai rangkaian kejadian yang berkualitas terhadap masyarakat manusia serta segala aspek didalamnya. Dimana proses gerak perkembangannya yang kontinyu dari awal sejarah hingga saat ini. Dimana berguna bagi pedoman sebuah kehidupan masyarakat manusia masa sekarang dan arah cita-cita masa depan.

Keterkaitan Waktu Dengan sejarah

Keterkaitan antara waktu terhadap peristiwa sejarah meliputi 4 hal didalamnya, ialah sebagai berikut.

1. Perkembangan

Perkembangan masyarakat terjadi, jika berturut-turut masyarakat bergerak dari satu bentuk ke bentuk yang lainnya, dari yang sederhana ke bentuk yang akan lebih kompleks. Contohnya ialah perkembangan masyarakat manusia dari masa lampau hingga saat ini atau sekarang.

2. Kesinambungan

Kesinambungan terjadi, jika suatu masyarakat baru hanya melaksanakan adopsi lembaga-lembaga yang lama.

3. Pengulangan

Pengulangan terjadi jika peristiwa yang pernah terjadi dimasa lampau terjadi lagi dimasa selanjutnya, contohnnya seperti jatuhnya kekuasaan Presiden Soekarno akibat aksi-aksi para mahasiswa dan itu terjadi kembali pada Presidan Soeharto “Lengser Keprabon”, dimana terjadi akibat aksi para mahasiswa.   

4. Perubahan

Perubahan terjadi jika masyarakat mengalami pergeseran, sama halnya seperti perkembangan. Akan tetapi, asumsinya adalah dengan adanya perkembangan besar-besaran serta dalam waktu yang relatif singkat. Umumnya sering terjadi akibat pengaruh dari luar. Contohnya seperti : Gerakan Paderi di Sumatera Barat dimana menentang kaum adat. 

Keterkaitan Konsep Ruang & Waktu Dalam Sejarah

Proses terjadinya sebuah peristiwa serta perubahannya berlangsung didalam batas ruang dan waktu. Suatu kejadian bisa diamati berdasarkan dimensi ruang, dimensi waktu serta dimensi manusia.

Berdasarkan dimensi ruang, suatu peristiwa mempunyai batas-batas tertentu. Berdasarkan dimensi manusia, manusia menjadi objek serta subjek dari peristiwa tersebut.

Berikut keterkaitan konsep ruang dan waktu dalam mempelajari sebuah sejarah.

  1. Konsep ruang dan waktu ialah sebagai unsur penting dimana tidak bisa dipisahkan dengan kehidupan manusia sebagai subjek atau palaku sejarah.
  2. Segala bentuk aktivitas manusia pasti berlangsung bersamaan terhadap tempat dan waktu kejadian.
  3. Manusia selama hidupnya tidak dapat dilepaskan dari unsur tempat dan waktu. Hal ini dikarenakan perjalanan manusia sama dengan perjalanan waktu itu sendiri pada suatu tempat dimana manusia tersebut hidup atau beraktivitas.
Apakah hubungan manusia dengan sejarah ?

Hubungannya manusia ialah objek sekaligus pelaku didalam sebuah sejarah yang ada

Bagaimana ciri-ciri konsep ruang dalam sejarah ?

1. Terdapat manusia dalam pelaku peristiwa sejarah tersebut
2. Dipengaruhi oleh kekuatan yang berada diluar manusia, ialah berupa kekuatan fisik-material atau (dimensi alam)
3. Adanya pengkajian mengenai sebuah peristiwa dan perkembangannya

Bagaimana ciri-ciri konsep waktu dalam sejarah ?

Konsep waktu dalam sejarah begitu diperlukan sebagai pengelompokan-pengelompokan dimana berdasarkan waktu (pembabakan maupun periodisasi) suatu peristiwa sejarah serta urutan waktu terjadinya peristiwa sejarah (kronologis ataupun diakronis).

Pertanyaan!

1. mengapa manusis memegang peranan penting dalam peristiwa sejarah?

2. bagaimana keterkaitan waktu dengan perubahan?

3. bagaimana keterkaitan ruang dengan sejarah?

4. menurut kalian apa yang dimaksud dengan sejarah?

5. apa yang dimaksud dengan perubahan dan keberlanjutan dalam sejarah?

# kerjakan di buku tugas kemudian di foto, dan dikirimkan japri via wa ke no bapak, kemudian tulis nama dan kelas dikolom komentar ditunggu ya... tetap semangat belajarnya