Jumat, 15 Januari 2021

Peristiwa Rengasdengklok (Kelas XI)

 

Assalamualaikum... apa kabar anak-anakku?pelajaran sejarah hari ini silahkan dibaca dan dipahami, kemudian silahkan tuliskan kesimpulan materi tersebut di kolom komentar. Informasi lebih lanjut kita komunikasi di grup WA ya.. Terimakasih.

 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Peristiwa Rengasdengklok 

Keinginan para pemuda untuk memaksa golongan tua agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia gagal sehingga para pemuda segera mengadakan rapat di Jalan Cikini 71. Mereka memutuskan untuk membawa Ir. Sukarno dan Moh.Hatta ke luar kota dengan tujuan untuk menjauhkan mereka dari pengaruh Jepang. Menurut jalan pemikiran pemuda jika Sukarno-Hatta masih berada di Jakarta maka kedua tokoh ini akan dipengaruhi dan ditekan oleh Jepang serta menghalanginya untuk memproklamirkan kemerdekaan ini dilakukan. Rengsadengklok dipilih untuk mengamankan Sukarno-Hatta berdasarkan pertimbangan daerah   tersebut jauh dari jalan raya sehingga mudah mengawasi gerak-gerik tentara Jepang.

Rengasdengklok dipilih untuk mengamankan Sukarno-Hatta karena perhitungan militer. Antara anggota Peta Daidan Purwakarta dan Daidan Jakarta terdapat hubungan erat sejak mereka melakukan latihan bersama-sama. Selain itu Rengasdengklok letaknya terpencil yakni 15 Km ke dalam dari Kedung-gede, Karawang  pada  Jalan  raya  Jakarta-Cirebon.  Dengan  demikian  deteksi  dapat dengan mudah dilaksanakan terhadap setiap gerakan tentara Jepang yang hendak datang ke Rengasdengklok baik yang datang dari arah Jakarta, maupun dari arah Bandung atau Jawa Tengah, karena pastilah mereka harus melalui Kedung-gede dahulu dimana pasukan Tentara Peta telah bersiap-siap untuk menahanya.

Sikap inilah yang tidak disetujui oleh golongan muda, yang menganggap PPKI   adalah   badan   Jepang   dan   tidak   menyetujui   lahirnya   proklamasi kemerdekaan secara apa yang telah dijanjikan oleh Jenderal Besar Terauci dalam pertemuan di Dalath. Sebaliknya golongan muda menghendaki terlaksananya proklamasi kemerdekaan dengan kekuatan sendiri lepas sama sekali dari pemerintah Jepang.

Sutan Sjahrir termasuk tokoh yang pertama yang mendesak diproklamasikannya  kemerdekaan  Indonesia  oleh  Ir.  Sukarno  dan  Drs.  Moh. Hatta tanpa menunggu janji Jepang yang dikatakannya sebagai tipu muslihat belaka. Karena ia mendengarkan radio yang tidak disegel oleh pemerintah militer Jepang,  ia  mengetahui  bahwa  Jepang  sudah  memutuskan  untuk  menyerah. Desakan tersebut dilakukannya pada tanggal 15 Agustus 1945, dalam suatu pertemuan dengan Drs. Moh. Hatta tak lama sesudah Hatta kembali dari Dalath. Tetapi Ir. Sukarno dan Drs. Moh. Hatta masih mencari kebenaran berita tentang kapitulasi Jepang secara resmi dan tetap ingin membicarakan pelaksanaan proklamasi pada rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia.

 

3.   Terjadinya Peristiwa Rengasdengklok 

Desas-desus bahwa Jepang sudah atau akan menyerah terhadap Sekutu memicu aksi beberapa organisasi bawah tanah yang sudah siap untuk bangkit melawan Jepang apabila Sekutu mendarat di Indonesia. Pada 10 Agustus 1945, setelah mendengar siaran radio bahwa Jepang menyerah terhadap sekutu, Soetan Sjahrir mendesak Mohammad Hatta agar bersama Soekarno segera memproklamasikan  kemerdekaan  Indonesia.  Sjahrir  juga  meyakinkan  Hatta bahwa ia akan didukung para pejuang bawah tanah serta banyak unit Peta.

Tindakan selanjutnya diambil oleh golongan pemuda yang terlebih dahulu mengadakan suatu perundingan di salah satu ruangan Lembaga Bakteriologi di 

Pegangsaan Timur, Jakarta. Pada tanggal 15 agustus, 1945, jam 20.00 WIB. Diantara hadirin Nampak Chairul Saleh, Djohar Nur, Kusnandar, Subadio, Subianto, Margono, di samping Wikrana dan Armansjah dari golongan kaigun. Keputusan rapat yang dipimpin oleh Cairul Saleh menunjukan tuntutan-tuntutan radikal golongan pemuda yang diantaranya menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah hak dan soal rakyat  Indonesia sendiri, tak dapat digantung- gantungkan pada orang dan kerajaan lain. Segala ikatan dan hubungan dengan janji kemerdekaan dari Jepang harus diputuskan dan sebaliknya diharapkan diadakannya perundingan dengan Ir. Sukarno dan Drs. Moh. Hatta agar supaya mereka turut menyatakan proklamasi.

Keputusan rapat tersebut disampaikan oleh Wikana dan Darwis pada saat yang sama yakni jam 22.00 WIB di rumah kediaman Ir. Sukarno, Pegangsaan Timur   (Sekarang   jalan   Proklamasi)   56,   Jakarta.   Tuntutan   Wikrana   agar proklamasi   dinyatakan   oleh   Ir.   Sukarno   pada   keesokan   harinya   telah menegangkan suasana karena ia mengatakan bahwa akan terjadi pertumpahan darah jika keinginan mereka tidak dilaksanakan.

Mendengar ancaman itu, Ir. Soekarno menjadi sangat marah dan menlontarkan kata-kata yang bunyinya sebagai berikut: ―Inilah leherku, saudara boleh membunuh saya sekarang juga. Saya tidak bisa melepas tanggung jawab saya sebagai ketua PPKI. Karena itu, saya akan tanyakan kepada wakil-wakil PPKI besok. Suasana hangat itu disaksikan oleh golongan nasionalis angkatan tua lainnya seperti Drs. Moh. Hatta, dr. Buntaran, dr. Samsi, Mr. Ahmad Subardjo dan  Iwa  Kusumasumantri.  Nampak  adanya     perbedaan  pendapat,  dimana golongan pemuda tetap mendesak agar besok tanggal 16 agustus 1945 dinyatakan proklamasi, sedangkan golongan pemimpin angkatan tua masih menekankan perlunya diadakan rapat PPKI terlebih dahulu.

 

Walaupun demikian, Sjahrir yang percaya bahwa Sukarno bersedia untuk segera untuk memproklamasikan kemerdekaan melalui naskah deklarasi berisi kata-kata yang sangat anti-Jepang yang telah disiapkan Sjahrir maupun kawaan-kawannya, segera mengorganisasi kelompok-kelompok bawah tanah dan pelajar Jakarta untuk mengadakan demonstrasi umum dan kerusuhan militer.  Salinan naskah deklarasi kemerdekaan yang anti-Jepang itu sudah dikirimkan ke seluruh pelosok Pulau Jawa untuk segera diterbitkan begitu Sukarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia yang diharapkan akan terlaksana pada 5 Agustus 1945.

 

Setelah segala persiapan dimulai, jelaslah bahwa Sukarno dan Hatta tidak bersedia memproklamasikan kemerdekaan pada 15 Agustus. Sjahrir tidak dapat menghubungi semua pemimpin kelompoknya pada waktu yang tepat guna mengabarkan pembatalan proklamasi. Revolusi akhirnya meletus secara terpisah di Cirebon pada 15 Agustus dibawah pimpinan Dr. Sudarsono, tetapi berhasil dipadamkan oleh Jepang.

 

Perbedaan   pendapat   itu   telah   membawa   golongan   pemuda   kepada tindakan selanjutnya yakni menculik Ir. Sukarno dan Drs. Moh. Hatta ke Rengasdengklok.   Tindakan   itu   berdasarkan   keputusan   rapat   terakhir   yang diadakan pada jam 24.00 WIB menjelang tanggal 16 agustus 1945 di Cikini 71, Jakarta. Rapat selain dihadiri oleh pemuda-pemuda yang berapat sebelumnya di ruangan Lembaga Bakteriologi, Pegangsaan Timur, Jakarta, Juga dihadiri oleh Sukarni, Jusuf Kunto, Dr. Muwardi dari barisan pelopor, Syodanco Singgih dari Daidan Peta Jakarta Syu.

Mereka bersama Cairul Saleh telah bersepakat untuk melaksanakan keputusan rapat pada waktu itu, yaitu antara lain ―menyingkirkan Ir. Sukarno dan Drs. Moh. Hatta ke luar kota‖,  dengan tujuan untuk menjauhkan mereka dari segala pengaruh Jepang. Demikianlah pada tanggal 16 agustus 1945 jam 04.00WIB terjadi peristiwa penculikan Ir. Sukarno dan Drs. Moh. Hatta untuk dibawa ke luar kota menuju Rengasdengklok, yang jaraknya 15 Km dari Kedung Gede, Karawang.

Rencana berjalan dengan lancar karena diperolehnya dukungan berupa perlengkapan Tentara PETA dari Cudanco Latief Hendrayaningrat yang pada saat itu  sedang  menggantikan  Daidanco  Kasman  Singodimedjo  yang  bertugas  keBandung. Demikianlah pada tanggal 15 agustus 1945 pukul 04.30 waktu jaman Jepang (pukul 04.00 WIB) Ir. Sukarno dan Drs. Moh.Hatta oleh sekelompok pemuda dibawah keluar kota menuju ke Rengasdengklok, sebuah kota kawedanan dari sebelah timur Jakarta.

Sukarno dan Hatta yang disertai ibu Fatmawati dan Guntur Sukarno Putra dibawah ke rumah seorang warga keturunan Tionghoa bernama Jiauw Ki Song. Para pemuda berusaha meyakinkan kedua tokoh tersebut agar berusaha meyakinkan kedua tokoh tersebut agar segera memproklamasikan kemerdekaan tanpa campur tangan tentara Jepang. Mereka meyakinkan Sukarno bahwa Jepang telah menyerah dan para pejuang telah siap untuk melawan Jepang, apa pun resikonya.

Jepang sudah mengetahui perihal penculikan Sukarno dan Hatta, Ahmad Soebarjo  yang memiliki hubungan  dekat  dengan  kelompok  Sukarni,  pergi  ke Rengasdengklok-tentu saja dengan sepengetahuan Laksamana Maeda atau setidaknya para pejabat militer Jepang untuk membujuk Sukarni maupun para pemimpin   mahasiswa untuk kembali ke Jakarta bersama dengan Sukarno dan Hatta. Hal itu membenarkan kecurigaan Sukarno dan Hatta Jepang sudah mengetahui rencana besar tentang proklamasi kemerdekaan. Mereka juga menjadi semakin percaya bahwa sekumpulan penduduk yang sudah dipersenjatai dan berjaga-jaga di pinggiran Ibu kota tidaklah memadai karena kini mereka tidak dapat lagi mengadakan serangan mendadak terhadap Jepang.

 

Sukarno   dan   Hatta   masih   ingin   menghindari   pertumpahan   darah, sedangkan kelompok-kelompok bawah tanah mengikuti tuntutan Sjahrir agar kemerdekaan Indonesia segera diproklamasikan dalam kata-kata yang sangat anti- Jepang sampai-sampai seluruh rakyat Indonesia bersedia menggulingkan Jepang secara bersama-sama. Sementara itu, kelompok bawah tanah pimpinan Sukarni yang didukung oleh sejumlah kelompok persatuan mahasiswa telah kehilangan kesabaran,  sehingga  pada  16  Agustus  1945  pukul  04.00,  mereka  menculik Sukarno dan Hatta untuk dibawa ke Garnisun Peta di Rengasdengklok.


 

Di sana,   mereka meyakinkan Sukarno dan Hatta bahwa Jepang benar- benar sudah menyerah. Kemudian mereka mencoba membujuk keduanya untuk segera memproklamasikan kemerdekaan. Sukarni bersikeras bahwa ada 15.000 pemuda bersenjata di pinggir-pinggir Jakarta yang siap memasuki ibu kota begitu proklamasi dikumandangkan. Namun, upaya itu tidak terlalu berhasil. Sementara itu, di Jakarta telah terjadi kesepakatan antara golongan tua yang diwakili oleh Ahmad Subardjo dengan Wikana dari golongan muda untuk mengadakan proklamasi di Jakarta.

 

Dilain  pihak,  Laksamana  Muda  Maeda  bersedia  rumahnya  dijadikan tempat perundingandan menjamin keselamatan mereka selama berada di rumahnya.  Berdasarkan  kesepakatan itu,  Jusuf Kunto  dari  pihak pemuda dan Subardjo menuju Rengasdengklok untuk menjemput Soekarno. Semua ini dilakukan tidak lepas dari rasa prihatin sebagai orang Indonesia, sehingga terpanggil untuk mengusahakan agar proklamasi kemerdekaan Indonesia dapat dilaksanakan secepat mungkin.

 

Sesampainya   di   Rengasdengklok   rombongan   yang   membawa   Ir. Sukarno  dan  Drs.  Moh.  Hatta  langsung  menuju  ke  markas  kompi  Cudanco Subeno.  Disana  berlangsung  pembicaraan  antara  Ir.  Sukarno,  Sukarni  dan Singgih, sementara Drs. Moh. Hatta sedang ke luar ruangan. Sukarni atas nama golongan pemuda mendesak kembali agar Ir. Sukarno bersedia memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Pembicaraan diantara mereka tidak membawa hasil. Tetapi dalam pembicaraannya dengan Singgih, akhirnya   Ir. Sukarno bersedia untuk menyetujui desakan golongan pemuda yang diwakili oleh Singgih, supaya proklamasi kemerdekaan diucapkan tanpa campur tangan pemerintah Jepang.

Sementara  itu  antara  Mr.  Ahmad  Subardjo  dengan  Wikana  terdapat sepakat bahwa proklamasi kemerdekaan harus dilakukan di Jakarta, di mana Laksamana Maeda bersedia akan menjamin keselamatan selama mereka berada di rumahnya. Karena itu Jusuf Kunto hari itu juga membawa Mr. Ahmad Subardjo bersama Sudiro (Mbah) ke Rengasdengklok untuk menjemput Sukarno dan Hatta. Rombongan tiba pukul 07.00 WIB. Di Rengasdengklok antara golongan tua dan golongan muda tidak terjadi perundingan, hanya telah diberi jaminan oleh Ahmad Subardjo   dengan   taruhan   nyawa   bahwa   proklamasi   kemerdekaan   akan diumumkan pada tanggal 17 agustus 1945.

Rombongan yang terdiri atas Ahmad Subardjo, Sudiro, dan Jusuf Kunto segera   berangkat   menuju   Rengasdengklok,   tempat   dimana   Sukarno   dan Moh.Hatta diamankan oleh pemuda. Selanjutnya, Ahmad Subardjo berhasil meyakinkan pemuda, bahwa proklamasi akan dilaksanakan keesokan harinya paling lambat pukul 12.00 WIB. Akhirnya, Subeno sebagai komandan kompi PETA setempat bersedia mengijinkan Sukarno-Hatta ke Jakarta. Ahmad Subardjo kemudian menghubungi Laksamana Maeda untuk meminta bantuannya. Laksamana Maeda mengijinkan rumahnya digunakan sebagai tempat menyusun naskah proklamasi. Beliau berjanji akan menjaga keselamatannya selagi masih didalam rumahnya.

Sjahrir kemudian menemui Sukarno mendesaknya untuk berjanji agar kemerdekaan Indonesia segera diproklamasikan. Akan tetapi, ia tidak mendapat jaminan dari Sukarno bahwa proklamasi kemerdekaan akan dilakukan dengan kata-kata yang sangat anti-Jepang sebagaimana yang disarankan Sjahrir dan kelompoknya.

Sehari penuh Sukarno dan Hatta berada di Rengasdengklok. Maksud para pemuda untuk menekan mereka berdua supaya segera melaksanakan Proklamasi Kemerdekaan terlepas dari setiap kaitan dengan Jepang, rupa-rupanya tidak terlaksana. Agaknya kedua pemimpin senior itu mempunyai wibawa yang cukup besar, sehingga para pemuda yang membawanya ke Rengasdengklok segan untuk melakukan penekanan. Namun dalam suatu pembicaraan berdua dengan Sukarno, Shodanco Singgih   menganggap Sukarno menyatakan kesediaannya untuk mengadakan proklamasi itu segera sesudah kembali ke Jakarta. Berdasarkan anggapan   itu   Singgih   pada   tengah   hari   itu   kembali   ke   Jakarta   untuk menyampaikan   rencana   Proklamasi   itu   kepada   kawan-kawanya   pemimpin pemuda.

 

Begitu kembali ke Jakarta pada 16 Agustus 1945 tengah malam, Hatta segera menghubungi tangan-kanan panglima Angkatan  perang Jepang dii Jawa. Pejabat tersebut memberitahu Hatta bahwa yang dimaksud dengan ‗‘Jepang menyerah‘‘ adalah bahwa Jepang ‗‘  hanya menjadi agen sekutu‘‘  dan berarti Jepang tidak akan menyetujui proklamasi kemerdekaan oleh orang Indonesia. Menjadi jelaslah bagi Hatta dan Sukarno bahwa revolusi damai mustahil terjadi dan bahwa cara-cara proklamasi kemerdekaan yang disarankan oleh Sjahrir, Sukarni, Wikana, maupun pemimpin gerakan bawah tanah lainnya merupakan satu-satunya cara untuk mencapai kemerdekaan.Sesampainya di Jakarta pada jam 23.00 WIB rombongan menuju rumah Laksamana Maeda di JL. Imam Bonjol No.1 (sekarang tempat kediaman resmi Duta Besar Inggris) setelah Sukarno dan Hatta singgah di rumah masing-masing terlebih dulu. Ditempat inilah naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia disusun. Sebelumnya Sukarno dan Hatta telah menemui Somubuco, Mayor Jenderal Nisyimura untuk menjajagi sikapnya mengenai proklamasi kemerdekaan. Dengan segan-segan Nisymura mengikatkan diri untuk tidak menghalang-halangi proklamasi, ada tidak ada pernyataan yang anti Jepang

32 komentar:

  1. Salwaa Fathimah Batubara
    XI IPA 1

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Yunitri Utami
    XI IPA 1

    Kesimpulannya adalah Keinginan para pemuda untuk memaksa golongan tua agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia gagal sehingga para pemuda segera mengadakan rapat di Jalan Cikini 71. Mereka memutuskan untuk membawa Ir. Sukarno dan Moh.Hatta ke luar kota dengan tujuan untuk menjauhkan mereka dari pengaruh Jepang. Menurut jalan pemikiran pemuda jika Sukarno-Hatta masih berada di Jakarta maka kedua tokoh ini akan dipengaruhi dan ditekan oleh Jepang serta menghalanginya untuk memproklamirkan kemerdekaan ini dilakukan.

    BalasHapus
  6. Alga Randy Pratama
    11 IPA 1

    Bermula dari berita kekalahan Jepang yang telah tersebar dan di dengar oleh golongan muda seperti Syahrir, Wikana, Chaerul Salah, dll.

    Ketika Soekarno, Hatta, dan Radjiman tiba di Jakarta pada 14 Agustus 1945, mereka langsung didesak oleh golongan muda untuk melaksanakan proklamasi secepatnya.

    Namun, Soekarno menolak keinginan golongan muda, dengan alasan harus dirundingkan dulu dalam Rapat PPKI. Lantas golongan muda kesal, mereka menginginkan proklamasi adalah hasil jerih payah seluruh rakyat Indonesia bukan hadiah dari Jepang mengingat PPKI adalah lembaga buatan Jepang.
    Sehingga terjadilah perselisihan antara golongan muda dengan golongan tua.

    Akhirnya, pada 16 Agustus 1945 waktu dini hari, beberapa golongan muda membawa paksa Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok di Rumah milik orang Tionghoa bernama Djiaw Kie Siong. Hal ini bertujuan untuk menjauhkan tokoh proklamator dari pengaruh Jepang.

    BalasHapus
  7. Alifia Husnunnisa Musti
    11 Ipa 1

    kesimpulan:
    Peristiwa Rengasdengklok ini terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 04.00. WIB, Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok, Karawang, untuk kemudian didesak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia,sampai dengan terjadinya kesepakatan antara golongan tua yang diwakili Soekarno dan Hatta serta Mr. Achmad Subardjo dengan golongan muda tentang kapan proklamasi akan dilaksanakan.
    Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia rencananya akan dibacakan Bung Karno dan Bung Hatta pada hari Jumat, 17 Agustus 1945 di lapangan di rumah Bung Karno di Jl.Pegangsaan Timur 56. Dipilih rumah Bung Karno bahwa ada sebuah acara yang akan diselenggarakan, sehingga tentara-tentara jepang sudah berjaga-jaga, untuk menghindari kericuhan, antara penonton saat terjadi pembacaan teks proklamasi.Naskah teks proklamasi di susun di rumah Laksamana Muda Maeda di Jakarta.

    BalasHapus
  8. Rahma Anisa
    XI IPA 1

    peristiwa rengasdengklok terjadi pada tanggal 16 agustus 1945 pukul 00:04 wib. soekarno dan hatta di bawa ke rengasdengklok, karawang untuk kemudian di desak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Replublik indonesia.

    Alasan Peristiwa Rengasdengklok Terjadi beda pendapat dari Golongan Tua dan Golongan Muda. Pemuda mendesak Ir. Soekarno agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Namun, Golongan Tua ingin menunggu hasil sidang PPKI. Pemuda berusaha mengamankan Ir. Soekarno dan Moh. Hatta agar tidak mendapat pengaruh dari pihak Jepang. Hasil dari Peristiwa Rengasdengklok Soekarno bersedia memproklamasikan kemerdekaan jika sudah kembali ke Jakarta. Ahmad Subardjo menjamin proklamasi akan dilaksanakan sebelum pukul 12.00 WIB tanggal 17 Agustus 1945.

    BalasHapus
  9. Nadia Ika Sherly
    XI ipa1

    Peristiwa Rengasdengklok ini terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 04.00. WIB, Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok, Karawang, untuk kemudian didesak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia,sampai dengan terjadinya kesepakatan antara golongan tua yang diwakili Soekarno dan Hatta serta Mr. Achmad Subardjo dengan golongan muda tentang kapan proklamasi akan dilaksanakan.
    Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia rencananya akan dibacakan Bung Karno dan Bung Hatta pada hari Jumat, 17 Agustus 1945 di lapangan di rumah Bung Karno di Jl.Pegangsaan Timur 56. Dipilih rumah Bung Karno bahwa ada sebuah acara yang akan diselenggarakan, sehingga tentara-tentara jepang sudah berjaga-jaga, untuk menghindari kericuhan, antara penonton saat terjadi pembacaan teks proklamasi.Naskah teks proklamasi di susun di rumah Laksamana Muda Maeda di Jakarta.

    BalasHapus
  10. Rosa rizki ramadani
    XI ipa 1

    Kesimpulan

    Peristiwa Rengasdengklok ini terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 04.00. WIB, Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok, Karawang, untuk kemudian didesak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia,sampai dengan terjadinya kesepakatan antara golongan tua yang diwakili Soekarno dan Hatta serta Mr. Achmad Subardjo dengan golongan muda tentang kapan proklamasi akan dilaksanakan.

    Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia rencananya akan dibacakan Bung Karno dan Bung Hatta pada hari Jumat, 17 Agustus 1945 di lapangan di rumah Bung Karno di Jl.Pegangsaan Timur 56. Dipilih rumah Bung Karno bahwa ada sebuah acara yang akan diselenggarakan, sehingga tentara-tentara jepang sudah berjaga-jaga, untuk menghindari kericuhan, antara penonton saat terjadi pembacaan teks proklamasi.Naskah teks proklamasi di susun di rumah Laksamana Muda Maeda di Jakarta.

    BalasHapus
  11. Dewi Nurhaliza
    XI IPA 1

    Peristiwa Rengasdengklok adalah peristiwa penculikan yang dilakukan oleh sejumlah pemuda antara lain  Soekarni, Wikana,  Aidit dan Chaerul Saleh dari perkumpulan "Menteng 31" terhadap Soekarno dan Hatta. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 03.00. WIB, Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok, Karawang, untuk kemudian didesak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.

    Proklamasi kemerdekaan Replublik Indonesia rencananya akan di bacakan Bung Karno dan Bung Hatta pada hari Jum'at, 17 agustus 1945 di lapangan di rumah Bung Karno di Jl. Pegangsaan Timur 56. Dipilih rumah Bung Karno karena ada sebuah acara yg akan diselenggarakan, sehingga tentara jepang telah berjaga-jaga, untuk menghindari kericuhan antara penonton saat terjadi pembacaan teks proklamasi, dipilihlah rumah Soekarno di jalan Pegangsaan Timur No.56. Teks Proklamasi disusun di Rengasdengklok, di rumah Djiaw Kie Siong. Bendera merah putih sudah dikibarkan para pejuang di Rengasdengklok pada Kamis tanggal 16 Agustus, sebagai persiapan untuk proklamasi kemerdekaan Indonesia.

    BalasHapus
  12. Nina Rendika Maharani
    XI IPA 1

    Kesimpulan
    Peristiwa Rengasdengklok terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 04.00 WIB. Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok, karawang, yang kemudian didesak agar mempercepat pembacaan proklamasi kemerdekaan Indonesia.
    Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia akan dibacakan oleh Ir. Soekarno dan didampingi Drs. Moh. Hatta, pada hari Jum'at 17 Agustus 1945 di lapangan rumah Bung Karno di Jl. Pegangsaan timur 56.
    Naskah teks proklamasi disusun di rumah Laksamana Muda Maeda di Jakarta.

    BalasHapus
  13. Ghaitsa Camelia Agusti
    XI IPA 1

    kesimpulan :

    Keinginan para pemuda untuk memaksa golongan tua agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia gagal sehingga para pemuda segera mengadakan rapat di Jalan Cikini 71. Mereka membawa Ir. Sukarno dan Moh.Hatta ke luar kota dengan tujuan untuk menjauhkan mereka dari pengaruh Jepang.

    Rengasdengklok dipilih untuk mengamankan Sukarno-Hatta karena perhitungan militer.

    Tindakan selanjutnya diambil oleh golongan pemuda di salah satu ruangan Lembaga Bakteriologi di Pegangsaan Timur, Jakarta. Pada tanggal 15 agustus, 1945, jam 20.00 WIB. Diantara hadirin Nampak Chairul Saleh, Djohar Nur, Kusnandar, Subadio, Subianto, Margono, di samping Wikrana dan Armansjah dari golongan kaigun

    Setelah segala persiapan dimulai, jelaslah bahwa Sukarno dan Hatta tidak bersedia memproklamasikan kemerdekaan pada 15 Agustus.

    Rencana berjalan dengan lancar karena diperolehnya dukungan berupa perlengkapan Tentara PETA

    Sukarno dan Hatta yang disertai ibu Fatmawati dan Guntur Sukarno Putra dibawah ke rumah seorang warga keturunan Tionghoa, bertujuan menjauhkam tokoh proklamator dari pengaruh Jepang

    BalasHapus
  14. Vina Destiana R
    XI IPA 1

    kesimpulan:

    Peristiwa Rengasdengklok ini terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 04.00. WIB, Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok, Karawang, untuk kemudian didesak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia,sampai dengan terjadinya kesepakatan antara golongan tua yang diwakili Soekarno dan Hatta serta Mr. Achmad Subardjo dengan golongan muda tentang kapan proklamasi akan dilaksanakan.
    Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia rencananya akan dibacakan Bung Karno dan Bung Hatta pada hari Jumat, 17 Agustus 1945 di lapangan di rumah Bung Karno di Jl.Pegangsaan Timur 56. Dipilih rumah Bung Karno bahwa ada sebuah acara yang akan diselenggarakan, sehingga tentara-tentara jepang sudah berjaga-jaga, untuk menghindari kericuhan, antara penonton saat terjadi pembacaan teks proklamasi.Naskah teks proklamasi di susun di rumah Laksamana Muda Maeda di Jakarta.

    BalasHapus
  15. ridho yeremia
    11 IPA 1

    Peristiwa Rengasdengklok ini terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 04.00. WIB, Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok, Karawang, untuk kemudian didesak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, sampai dengan terjadinya kesepakatan antara golongan tua yang diwakili oleh Soekarno dan Hatta serta Mr. Ahmad Subardjo dengan golongan muda tentang kapan proklamasi akan dilaksanakan.
    Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia rencananya akan dibacakan Ir.Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta pada hari Jumat, 17 Agustus 1945 di lapangan rumah Bung Karno di Jl.Pegangsaan Timur 56. Dipilih rumah Bung Karno bahwa ada sebuah acara yang akan diselenggarakan, sehingga tentara-tentara jepang sudah berjaga-jaga, untuk menghindari kericuhan, antara penonton saat terjadi pembacaan teks proklamasi. Naskah teks proklamasi di susun di rumah Laksamana Muda Maeda di Jakarta.

    BalasHapus
  16. Feni fadila
    XI IPA 1

    Kesimpulannya:peristiwa rengasdengklok terjadi pada tanggal 16 agustus 1945 pukul 00:04,Keinginan para pemuda untuk memaksa golongan tua agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia gagal sehingga para pemuda segera mengadakan rapat di Jalan Cikini 71. Mereka memutuskan untuk membawa Ir. Sukarno dan Moh.Hatta ke luar kota dengan tujuan untuk menjauhkan mereka dari pengaruh Jepang. Menurut jalan pemikiran pemuda jika Sukarno-Hatta masih berada di Jakarta maka kedua tokoh ini akan dipengaruhi dan ditekan oleh Jepang serta menghalanginya untuk memproklamirkan kemerdekaan ini dilakukan.Hasil dari Peristiwa Rengasdengklok Soekarno bersedia memproklamasikan kemerdekaan jika sudah kembali ke Jakarta. Ahmad Subardjo menjamin proklamasi akan dilaksanakan sebelum pukul 12.00 WIB tanggal 17 Agustus 1945.

    BalasHapus
  17. Indah Mutia Sari
    X IPA 1

    kesimpulannya adalah:
    Peristiwa Rengasdengklok ini terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 04.00. WIB, Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok, Karawang, untuk kemudian didesak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia,sampai dengan terjadinya kesepakatan antara golongan tua yang diwakili Soekarno dan Hatta serta Mr. Achmad Subardjo dengan golongan muda tentang kapan proklamasi akan dilaksanakan.

    Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia rencananya akan dibacakan Bung Karno dan Bung Hatta pada hari Jumat, 17 Agustus 1945 di lapangan di rumah Bung Karno di Jl.Pegangsaan Timur 56. Dipilih rumah Bung Karno bahwa ada sebuah acara yang akan diselenggarakan, sehingga tentara-tentara jepang sudah berjaga-jaga, untuk menghindari kericuhan, antara penonton saat terjadi pembacaan teks proklamasi.Naskah teks proklamasi di susun di rumah Laksamana Muda Maeda di Jakarta.

    BalasHapus
  18. Ashila putri
    XI IPA 1

    Keinginan para pemuda untuk memaksa golongan tua agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia gagal sehingga para pemuda segera mengadakan rapat di Jalan Cikini 71. Mereka memutuskan untuk membawa Ir.Menjadi jelaslah bagi Hatta dan Sukarno bahwa revolusi damai mustahil terjadi dan bahwa cara-cara proklamasi kemerdekaan yang disarankan oleh Sjahrir, Sukarni, Wikana, maupun pemimpin gerakan bawah tanah lainnya merupakan satu-satunya cara untuk mencapai kemerdekaan.Sesampainya di Jakarta pada jam 23.00 WIB rombongan menuju rumah Laksamana Maeda di JL. Imam Bonjol No.1 (sekarang tempat kediaman resmi Duta Besar Inggris) setelah Sukarno dan Hatta singgah di rumah masing-masing terlebih dulu. Ditempat inilah naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia disusun. Sebelumnya Sukarno dan Hatta telah menemui Somubuco, Mayor Jenderal Nisyimura untuk menjajagi sikapnya mengenai proklamasi kemerdekaan. Dengan segan-segan Nisymura mengikatkan diri untuk tidak menghalang-halangi proklamasi, ada tidak ada pernyataan yang anti Jepang.

    BalasHapus
  19. Salwaa Fathimah Batubara
    XI IPA 1

    Kesimpulannya

    Peristiwa Rengasdengklok adalah peristiwa penculikan yang dilakukan oleh sejumlah pemuda antara lain Soekarni, Wikana, Aidit dan Chaerul Saleh dari perkumpulan "Menteng 31" terhadap Soekarno dan Hatta. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 03.00. WIB, Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok, Karawang, untuk kemudian didesak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia,sampai dengan terjadinya kesepakatan antara golongan tua yang diwakili Soekarno dan Hatta serta Mr. Achmad Subardjo dengan golongan muda tentang kapan proklamasi akan dilaksanakan terutama setelah Jepang mengalami kekalahan dalam Perang Pasifik

    BalasHapus
  20. Cahya media kusuma
    XI IPA 1

    peristiwa rengasdengklok terjadi pada tanggal 16 agustus 1945 pukul 00:04 wib. soekarno dan hatta di bawa ke rengasdengklok, karawang untuk kemudian di desak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Replublik indonesia.
    Alasan Peristiwa Rengasdengklok Terjadi beda pendapat dari Golongan Tua dan Golongan Muda. Pemuda mendesak Ir. Soekarno agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Namun, Golongan Tua ingin menunggu hasil sidang PPKI. Pemuda berusaha mengamankan Ir. Soekarno dan Moh. Hatta agar tidak mendapat pengaruh dari pihak Jepang. Hasil dari Peristiwa Rengasdengklok Soekarno bersedia memproklamasikan kemerdekaan jika sudah kembali ke Jakarta. Ahmad Subardjo menjamin proklamasi akan dilaksanakan sebelum pukul 12.00 WIB tanggal 17 Agustus 1945.

    BalasHapus
  21. Siska Yunitasari
    XI IPA 1

    Peristiwa rengasdengklok terjadi pada tanggal 16 agustus 1945 pukul 00:04 wib. soekarno dan hatta di bawa ke rengasdengklok, karawang untuk kemudian di desak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Replublik indonesia.
    Alasan Peristiwa Rengasdengklok Terjadi beda pendapat dari Golongan Tua dan Golongan Muda. Pemuda mendesak Ir. Soekarno agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Namun, Golongan Tua ingin menunggu hasil sidang PPKI. Pemuda berusaha mengamankan Ir. Soekarno dan Moh. Hatta agar tidak mendapat pengaruh dari pihak Jepang. Hasil dari Peristiwa Rengasdengklok Soekarno bersedia memproklamasikan kemerdekaan jika sudah kembali ke Jakarta. Ahmad Subardjo menjamin proklamasi akan dilaksanakan sebelum pukul 12.00 WIB tanggal 17 Agustus 1945.

    BalasHapus
  22. M. Raffi Evendi
    XI IPA 1

    Kesimpulan
    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Peristiwa Rengasdengklok

    1. Keinginan para pemuda untuk memaksa golongan tua agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia
    2. membawa Ir. Sukarno dan Moh.Hatta ke luar kota dengan tujuan untuk menjauhkan mereka dari pengaruh Jepang
    3.daerah tersebut jauh dari jalan raya sehingga mudah mengawasi gerak-gerik tentara Jepang.
    4.Rengasdengklok dipilih untuk mengamankan Sukarno-Hatta karena perhitungan militer.

    Pada 16 Agustus 1945 waktu dini hari, beberapa golongan muda membawa paksa Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok di Rumah milik orang Tionghoa bernama Djiaw Kie Siong. Hal ini bertujuan untuk menjauhkan tokoh proklamator dari pengaruh Jepang.
    Setelah berhasil merundingkan masalah proklamasi kemerdekaan, Ir Soekarno dan Moh Hatta dibawa kembali ke Jakarta.

    BalasHapus
  23. Antika Agustiawati
    XI IPA 1

    Tujuan para pemuda menculik Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok adalah untuk meminta Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan segera setelah Jepang menyerah pada Sekutu.

    KESIMPULANNYA;
    Peristiwa Rengasdengklok adalah peristiwa penculikan yang dilakukan oleh sejumlah pemuda antara lain Soekarni, Wikana, AM Hanafi dan Chaerul Saleh dari perkumpulan "Menteng 31" terhadap Soekarno dan Muhammad Hatta. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 04.00, dengan membawa kedua tokoh ini ke Rengasdengklok, sebuah kota kecil di Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat.

    Peristiwa ini dilatarbelakangi keinginan para tokoh tua dalam perjuangan kemerdekaan, yaitu Achmad Soebardjo, Soekarno dan Muhammad Hatta, yang ingin agar kemerdekaan diproklamasikan melalui PPKI (Panitia Persiapan kemerdekaan Indonesia).

    Golongan muda juga menginginkan kemerdekaan diproklamasikan segera setelah Jepang menyerah pada 15 Agustus 1945 kepada Sekutu. Para pemuda khawatir bila menunggu terlalu lama, maka Belanda akan kembali ke Indonesia dengan mebonceng Sekutu yang memenangi Perang Dunia II.

    Para pemuda membawa Sukarno dan hatta ke Rengasdengklok, dan berharap Soekarno dan Moh. Hatta bersedia menyatakan Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 16 Agustus 1945. Namun Sukarno dan Hatta menolak usul ini. Setelah Ahmad Subarjo datang dan memastikan bahwa kemerdekaan Indonesia akan dilaksanakan tanggal 17 Agustus 1945, maka para pemuda bersedia melepaskan Soekarno dan Moh.Hatta beserta rombongannya untuk kembali ke Jakarta.

    Sesampainya di Jakarta pada jam 23.00 WIB rombongan menuju rumah Laksamana Maeda di JL. Imam Bonjol No.1 (sekarang tempat kediaman resmi Duta Besar Inggris) setelah Sukarno dan Hatta singgah di rumah masing-masing terlebih dulu. Ditempat inilah naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia disusun. Sebelumnya Sukarno dan Hatta telah menemui Somubuco, Mayor Jenderal Nisyimura untuk menjajagi sikapnya mengenai proklamasi kemerdekaan.Dengan segan-segan Nisymura mengikatkan diri untuk tidak menghalang-halangi proklamasi,ada tidak ada pernyataan yang anti Jepang.

    BalasHapus
  24. Bimo Wira Pangestu
    XI IPA 1

    Rengasdengklok dipilih untuk mengamankan Sukarno-Hatta karena perhitungan militer. Di sana, mereka meyakinkan Sukarno dan Hatta bahwa Jepang benar- benar sudah menyerah. Kemudian mereka mencoba membujuk keduanya untuk segera memproklamasikan kemerdekaan, tapi tidak terlaksana. Namun dalam suatu pembicaraan berdua dengan Sukarno, Shodanco Singgih menganggap Sukarno menyatakan kesediaannya untuk mengadakan proklamasi itu segera sesudah kembali ke Jakarta. Berdasarkan anggapan itu Singgih pada tengah hari itu kembali ke Jakarta untuk menyampaikan rencana Proklamasi itu kepada kawan-kawanya pemimpin pemuda.

    Sesampainya di Jakarta pada jam 23.00 WIB rombongan menuju rumah Laksamana Maeda di JL. Imam Bonjol No.1 (sekarang tempat kediaman resmi Duta Besar Inggris) setelah Sukarno dan Hatta singgah di rumah masing-masing terlebih dulu. Ditempat inilah naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia disusun.

    BalasHapus
  25. Resa gifia maulina
    xiipa1

    peristiwa rengasdengklok terjadi pada tanggal 16 agustus 1945 pukul 00:04 wib. soekarno dan hatta di bawa ke rengasdengklok, karawang untuk kemudian di desak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Replublik indonesia.
    Alasan Peristiwa Rengasdengklok Terjadi beda pendapat dari Golongan Tua dan Golongan Muda. Pemuda mendesak Ir. Soekarno agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Namun, Golongan Tua ingin menunggu hasil sidang PPKI. Pemuda berusaha mengamankan Ir. Soekarno dan Moh. Hatta agar tidak mendapat pengaruh dari pihak Jepang. Hasil dari Peristiwa Rengasdengklok Soekarno bersedia memproklamasikan kemerdekaan jika sudah kembali ke Jakarta. Ahmad Subardjo menjamin proklamasi akan dilaksanakan sebelum pukul 12.00 WIB tanggal 17 Agustus 1945.

    BalasHapus
  26. andina putri
    XI ipa 1

    Kesimpulan :
    Peristiwa Rengasdengklok terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 04.00 WIB. Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok, karawang, yang kemudian didesak agar mempercepat pembacaan proklamasi kemerdekaan Indonesia.
    Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia akan dibacakan oleh Ir. Soekarno dan didampingi Drs. Moh. Hatta, pada hari Jum'at 17 Agustus 1945 di lapangan rumah Bung Karno di Jl. Pegangsaan timur 56.
    Naskah teks proklamasi disusun di rumah Laksamana Muda Maeda di Jakarta.

    BalasHapus
  27. Ula Azizah fadiyah
    XI IPA 1

    Keinginan para pemuda untuk memaksa golongan tua agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia gagal sehingga para pemuda segera mengadakan rapat dijalan Cikini 71.mereka memutuska membawa Ir Sukarno dan Moh Hatta ke luar kota dengan tujuan untuk menjauhkan mereka dari pengaruh jepang.mereka pergi ke Rengasdengklok untuk mengamankan Sukarno dan Moh Hatta karena daerah ini jauh dari jalan raya sehingga mudah mengawasi gerak gerik tentara jepang.lalu dijakarta telah terjadi kesepakatan antara golongan tua dan golongan muda untuk mengadakan proklamasi,lalu Jusuf Kunto dan Subardjo menuju Rengasdengklok untuk menjemput Soekarno dan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia disusun di rumah Laksamana Maeda.

    BalasHapus
  28. Harizki
    XI ipa 1

    peristiwa rengasdengklok terjadi pada tanggal 16 agustus 1945 pukul 00:04 wib. soekarno dan hatta di bawa ke rengasdengklok, karawang untuk kemudian di desak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Replublik indonesia.

    Alasan Peristiwa Rengasdengklok Terjadi beda pendapat dari Golongan Tua dan Golongan Muda. Pemuda mendesak Ir. Soekarno agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Namun, Golongan Tua ingin menunggu hasil sidang PPKI. Pemuda berusaha mengamankan Ir. Soekarno dan Moh. Hatta agar tidak mendapat pengaruh dari pihak Jepang. Hasil dari Peristiwa Rengasdengklok Soekarno bersedia memproklamasikan kemerdekaan jika sudah kembali ke Jakarta. Ahmad Subardjo menjamin proklamasi akan dilaksanakan sebelum pukul 12.00 WIB tanggal 17 Agustus 1945.

    BalasHapus
  29. Novaldo Fikas Harmaengga
    XI IPA 1

    Kesimpulan:
    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Peristiwa Rengasdengklok

    1. Keinginan para pemuda untuk memaksa golongan tua agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia
    2. membawa Ir. Sukarno dan Moh.Hatta ke luar kota dengan tujuan untuk menjauhkan mereka dari pengaruh Jepang
    3.daerah tersebut jauh dari jalan raya sehingga mudah mengawasi gerak-gerik tentara Jepang.
    4.Rengasdengklok dipilih untuk mengamankan Sukarno-Hatta karena perhitungan militer.

    BalasHapus