Rabu, 19 Agustus 2020

Pembagian Zaman Pra Sejarah

 ZAMAN PRSEJARAH INDONESIA

A. Periodisasi Zaman Prasejarah Indonesia

Dalam sejarah waktu merupakan unsur yang sangat esensial, sehingga pembagian waktu berdasarkan periodisasi merupakan pilihan yang sangat baik. Dengan demikian diharapkan uraian tentang kejadian dan peristiwa dalam sejarah dapat lebih bersifat kronologis. Sekitar tahun 1836 seorang ahli sejarah dari Denmark CJ. Thomsen mengemukakan periodisasi zaman praaksara. Ia membagi zaman praaksara menjadi 3 zaman yaitu: zaman batu, zaman perunggu dan zaman besi.

 Konsep ini bertahan lama di Eropa Barat dan terkenal dengan sebutan three age system. Konsep yang dikemukakan oleh Thomsen ini menitikberatkan pada pendekatan yang bersifat teknis yang didasarkan pada penemuan atas alat-alat yang ditinggalkan. Jadi yang dimaksud zaman batu adalah zaman dimana peralatan manusia dibuat dari batu, zaman perunggu berciri khas peralatan manusia dibuat dari perunggu sedangkan zaman besi adalah zaman dimana peralatan manusia praaksara dibuat dari besi. Konsep periodisasi zaman praaksara Indonesia juga terpengaruh oleh pendekatan model Thonsen ini. Pakar sejarah dari Indonesia R Soekmono membagi zaman prasejarah Indonesia menjadi 2 zaman yaitu zaman batu (meliputi: Palaeolithikum, Mesolithikum, dan neolithikum) dan zaman logam (meliputi zaman tembaga, perunggu dan besi) 

Periodisasi zaman praaksara Indonesia memasuki tahap baru ktika pada sekitar tahun 1970 seorang ahli sejarah R.P. Soeroso menggunakan pendekatan sosial ekonomis untuk membat periodisasi zaman praaksara Indonesia. 

Dengan pendekatan baru ini maka zaman praaksara Indoenesia dibagi menjadi 3 zaman yaitu: 

1. Zaman berburu dan mengumpulkan makanan 

2. Zaman pertanian/bercocok tanam 

3. Zaman perundagian (kemampuan teknik) 

Meskipun masing-masing zaman memiliki karakter dan cirri-ciri khusus, namun tidak berarti dengan bergantinya zaman, karakter pada zaman sebelumya sama sekali hilang. Jadi pada zaman pertanian misalnya masyarakat sama sekali tidak meninggalkan tradisi pada zaman berburu dan mengumpulkan makanan. Kadang-kadang masyarakat masih berburu  untuk mendapatkan tambahan makanan. Tampaknya model pendekatan social ekonomis inilah yang sekarang dipergunakan untuk membuat periodisasi zaman praaksara Indonesia.

 B. Ciri-ciri Kehidupan Manusia Praaksara 

Manusia adalah makhluk yang paling sempurna. Meskipun masih primitif, akan tetapi ia dilengkapi dengan akan pikiran sehingga manusia dapat memikirkan cara-cara untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapinya. Demikian juga dengan manusia praaksara, ia mampu mengatasi kesulitan dan tantangan alam dengan memanfaatkan benda-benda yang ada disekitarnya. 

Berdasarkan kemampuan teknologisnya, yang didasarkan pada alat-alat yang ditinggalkannya, periodisasi masyarakat praaksara Indonesia dapat dirinci menjadi 1. Zaman batu yang meliputi: palaeolithikum, mesozoikum, dan neolitikum. 2. Zaman logam yang meliputi: zaman tembaga, perunggu dan besi. 

Zaman batu merupakan suatu periode dimana peralatan manusia pada saat itu dibuat dari batu. Dengan kemampuan yang terbatas manusia praaksara memanfaatkan batu untuk membantu mengatasi tantangan alam. Batu mereka manfaatkan untuk membuat kapak, pisau dan alat-alat lain yang menunjang kehidupan mereka pada saat itu. Sedangkan zaman logam merupakan suatu periode dimana manusia praaksara telah mengenal logam dan memanfaatkannya sebagai bahan untuk membuat alat-alat dan perkakas yang dibutuhkannya. Untuk lebih jelasnya marilah kita membahas masing-masing periode perkembangan manusia praaksara tersebut.

 1. Zaman Palaeolithikum 

Zaman palaeolithikum atau zaman batu tua merupakan zaman dimana peralatan manusia prasejarah dibuat dari batu yang cara pengerjaannya masih sangat kasar. Zaman ini berlangsung pada zaman pleistosen yang berlangsung kira-kira 600.000 tahun lamanya. Pada saat itu manusia praaksara kehidupannya masih sangat sederhana. Mereka hidup berkelompok dengan anggota kelompok sebanyak 10-15 orang. Mereka sudah mengenal api, meskipun baru dimanfaatkan sebagai senjata untuk menghadapi makhluk hidup lain, atau untuk menakuti binatang buruan. Manusia praaksara pada zaman palaeolithikum ini mendapatkan bahan makanan dengan cara berburu dan mengumpulkan makanan dengan memungut langsung dari alam (food gathering). Mereka sangat tergantung dengan persediaan makanan dari alam karena mereka belum mampu memproduksi makanan. Oleh karenanya mereka selalu berpindah pindah tempat (nomaden) mengikuti musim makanan. Apabila makanan di tempat mereka habis, maka mereka akan pindah ke tempat lain yang persediaan makanannya masih mencukupi. Biasanya manusia purba hidup di dalam gua atau di pinggir sungai dengan tujuan utama untuk mempermudah dalam pencarian makanan. Sungai merupakan tempat yang paling memungkinkan untuk mendapatkan ikan. Sedangkan gua dapat mereka manfaatkan sebagai tempat untuk melindungi diri dari cuaca panas, hujan dan serangan dari binatang buas. 

2. Zaman Mesolithikum

 Zaman mesolithikum atau zaman batu tengah merupakan zaman peralihan dari zaman palaeolithikum menuju ke zaman neolithikum. Pada zaman ini kehidupan manusia praaksara belum banyak mengalami perubahan. Alat-alat yang dihasilkan masih terlihat kasar meskipun telah ada upaya untuk memper-halus dan mengasahnya.agar kelihatan lebih indah. Pada masa ini manusia mulai hidup menetap dengan membuat rumah panggung di tepi pantai atau tinggal di dalam gua dan ceruk-ceruk batu padas. Manusia prasejarah juga mulai bercocok tanam dan telah terlihat mulai mengatur masyarakatnya. Mereka melakukan pembagian pekerjaan dimana kaum laki-laki berburu, sedangkan kaum wanita mengurusi anak dan membuat kerajinan berupa anyaman dan keranjang. Manusia praaksara juga mulai mengenal kesenian. Di dalam sebuah gua di Maros (Sulawesi Selatan) ditemukan tapak tangan berwarna merah dan gambar babi hutan yang oleh para ahli diyakini sebagai bagian dari kebudayaan masyarakat prasejarah. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kebudayaan mesolithikum dapat dikategorikan dalam dua unit budaya yaitu 

3. Zaman Neolithikum 

Zaman neolithikum atau zaman batu muda merupakan revolusi dalam kehidupan manusia praaksara. Hal ini terkait dengan pemikiran mereka untuk tidak menggantungkan diri dengan alam dan mulai berusaha untuk menghasilkan makanan sendiri (food producing) dengan cara bercocok tanam. Di samping bercocok tanam manusia praaksara juga mulai beternak sapi dan kuda yang diambil dagingnya untuk dikonsumsi. Manusia praaksara juga telah hidup dengan menetap (sedenter). Mereka membangun rumah-rumah dalam kelompok-kelompok yang mendiami suatu wilayah tertentu. Peralatan yang digunakan juga telah diasah dengan halus sehingga kelihatannya lebih indah.  Kebudayaan mereka juga telah mengalami kemajuan yang ditunjukkan dengan kemampuan mereka menghasilkan gerabah dan tenunan. Pola hidup menetap yang mereka jalani menghasilkan kebudayaan yang lebih maju, karena mereka mempunyai waktu luang untuk memikirkan kehidupannya. 

4. Zaman Megalithikum 

Zaman megalithikum atau zaman batu besar adalah suatu kebudayaan yang berkaitan dengan kehidupan religius manusia praaksara. Zaman megalithikum sejalan dengan zaman neolithikum karenanya lebih tepat bila disebut dengan kebudayaan megalithikum. Zaman megalithikum terbagi dalam dua fase pencapaian. Fase pertama terkait dengan alat-alat upacara, sedangkan fase kedua terkait dengan upacara penguburan. Kebudayaan megalithikum menghasilkan alat-alat antara lain:

1.   Menhir yaitu tugu batu yang dibuat dengan tujuan untuk menghormati  roh nenek moyang. 

2.   Dolmen yaitu meja batu dimana kakinya berupa tugu batu (menhir). Biasanya meja batu ini digunakan untuk meletakkan sesaji. Kadang-kadang dibawah dolmen adalah sebuah kuburan, sehingga orang sering menganggapnya sebagai peti kubur. 

3.   Peti kubur yaitu potongan batu yang disusun menjadi sebuah peti yang digunakan untuk meletakkan jenazah. 

4.   Sarkofagus yaitu keranda dari batu utuh (monolith)yang dianggap memiliki kekuatan magis. 

5.   Waruga adalah peti kubur yang berbentuk kubus atau bulat. 

6.   Punden berundak yaitu sebuah bangunan yang digunakan untuk sesaji yang merupakan bentuk dasar dari bangunan candi.

Pertanyaan!

1.    Mengapa pada zaman tersebut disebut zaman batu?

2.Apakah pada zaman batu, manusia sudah mempunyai kepercayaan? Sebutkan dan Jelaskan!

jawab pertanyaan di kolom komentar (tulis nama dan kelas)

20 komentar:

  1. nama: Nia aprilliana
    Kelas: x ipa2
    Jawaban:
    1.karena pada zaman batu, peralatan manusia masih dibuat dengan batu.

    2.sudah mempunyai kepercayaan,yaitu
    -animisme : adlh kepercayaan manusia purba terhadap arwah nenek moyang yg diyakini mendiami benda benda alam

    -dinamisme: adlh kepercayaan manusia purba yang meyakini benda tertentu memiliki kekuatan atau tenaga ghaib

    -tetonisme: adlh kepercayaan manusia purba yang meyakini bahwa hewan tertentu merupakan nenek moyang mereka sehingga diperlakukan berbeda dengan hewan lainya.

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Mira Tantia
    X IPA 2
    Jawaban:
    1.Zaman batu merupakan suatu periode dimana peralatan manusia pada saat itu dibuat dari batu. Dengan kemampuan yang terbatas manusia
    praaksara memanfaatkan batu untuk membantu mengatasi tantangan alam. Batu mereka manfaatkan untuk membuat kapak, pisau dan alat-alat lain yang menunjang kehidupan mereka pada saat itu.
    2.kepercayaan manusia purba yang meyakini benda-benda tertentu memiliki kekuatan atau tenaga ghaib yang berpengaruh kuat terhadap kesuksesan dan juga kegagalan manusia dalam melakukan sesuatu.

    BalasHapus
  4. Nama : Yudha Prasetya Utama
    Kelas : X IPA 2

    Jawaban:
    1. Disebut zaman batu karena pada zaman itu manusia belajar membuat peralatan dari batu. Batu merupakan bahan baku yang paling berharga pada zaman dahulu.
    2. manusia di zaman pra-sejarah pun sudah mengenal kekuatan-kekuatan yang ada di luar dirinya. Kekuatan tersebut perlahan menjadi dasar sistem kepercayaan yang mereka anut.

    Secara umum, sistem kepercayaan manusia pra-sejarah ini dibagi dalam 3 kelompok yakni:

    1) ANIMISME
    2) DINAMISME
    3) TOTEMISME


    1) ANIMISME adalah kepercayaan manusia purba terhadap roh nenek moyang yang diyakini mendiami semua benda benda di alam sekitar dan memberi pengaruh yang kuat terhadap kehidupan.

    2) DINAMISME adalah kepercayaan manusia purba yang meyakini benda-benda tertentu memiliki kekuatan atau tenaga ghaib yang berpengaruh kuat terhadap kesuksesan dan juga kegagalan manusia dalam melakukan sesuatu.

    3) TOTEMISME adalah kepercayaan manusia purba yang meyakini bahwa hewan tertentu merupakan nenek moyang mereka oleh sebab itu hewan tersebut diperlakukan berbeda dengan hewan lainnya.

    BalasHapus
  5. Nama:Helmy Elisa putri
    Kelas:X IPA 2
    1.jawaban karena pada zaman batu manusia purba masih menggunakan peralatan yang dibuat dari batu
    2.jawaban sudah,yaitu
    -animisme:adalah kepercayaan manusia purba terhadap arwah nenek moyang yang diyakini mendiami benda benda alam

    -dinamisme:adalah kepercayaan manusia purba yang meyakini benda benda alam tertentu mempunyai kekuatan atau tenaga gaib.

    -tetonisme:adalah kepercayaan manusia purba yang meyakini bahwa hewan tertentu merupakan nenek moyang mereka sehingga hewan tersebut diperlakukan berbeda dengan hewan lainnya.

    BalasHapus
  6. Duta erlangga
    X IPA 2

    1.karena peralatan sehari-hari Manusia masih terbuat dari batu.
    2.ya kepercayaan yang dianut oleh manusia pada zaman batu adalah aliran animisme, dinamisme, dan tetonisme yaitu kepercayaan terhadap nenek moyang, benda" tertentu dan hewan

    BalasHapus
  7. Nama :Ahmad Rizqi Aji Jaya
    Kelas:X IPA 2

    Jawaban:
    1.karena pada zaman batu, peralatan manusia masih dibuat dengan batu.

    2..sudah mempunyai kepercayaan,yaitu
    -animisme : adlh kepercayaan manusia purba terhadap arwah nenek moyang yg diyakini mendiami benda benda alam

    -dinamisme: adlh kepercayaan manusia purba yang meyakini benda tertentu memiliki kekuatan atau tenaga ghaib

    -tetonisme: adlh kepercayaan manusia purba yang meyakini bahwa hewan tertentu merupakan nenek moyang mereka sehingga diperlakukan berbeda dengan hewan lainya.

    BalasHapus
  8. Fitri gautari
    X ipa 2
    Jawaban:1.karena pada zaman itu manusia belajar membuat peralatan dari batu
    2.sudah,(a)ANIMISME,adalah kepercayaan manusia purba terhadap roh nenek moyang (b)DINAMISE,adalah kepercayaan manusia purba yang meyakini benda"(c)TOTEMISME,adalah kepercayaan manusia purba yg meyakini bahwa hewan tertentu merupakan nenek moyang mereka.

    BalasHapus
  9. Winda oktavia
    X IPA 2

    Jawaban

    Karna pada zaman batu peralatanya masih terbuat dari batu

    Manusia dizaman itu mempunyai kepercayaan antara lain :

    1. Animisme

    Manusia purba percaya setiap orang yang meninggal akan menjadi roh yang kemudian berpengaruh pada kehidupan di dunia. Pada kepercayaan animisme, manusia purba percaya terhadap roh yang mendiami semua benda. Mereka juga memercayai adanya roh di luar roh manusia yang dapat berbuat jahat dan berbuat baik. Roh-roh itu mendiami semua benda, misalnya danau, pohon, dan sebagainya.

    2. Dinamisme

    Dinamisme adalah kepercayaan bahwa segala sesuatu punya tenaga atau kekuatan yang dapat memengaruhi keberhasilan atau kegagalan usaha manusia. Mereka percaya terhadap kekuatan gaib dan kekuatan itu dapat menolong mereka. Kekuatan gaib itu terdapat di dalam benda-benda seperti keris, patung, gunung, pohon besar, dll. Untuk mendapatkan pertolongan kekuatan gaib tersebut, mereka melakukan upacara pemberian sesaji, atau ritual lainnya.

    c. Totemisme

    Totemisme adalah kepercayaan bahwa hewan tertentu dianggap suci dan dipuja karena memiliki kekuatan supranatural. Hewan yang dianggap suci misalnya sapi, ular, dan harimau.

    BalasHapus
  10. Fitri gautari
    X IPA 2
    Jawaban
    1.karena pada zaman itu manusia belajar membuat peralatan dari batu
    2.sudah, (Animisme)adalah kepercayaan manusia purba terhadap terhadap roh nenek moyang, (Dinamisme) adalah kepercayan manusia purba yng meyakini benda" tertentu yg memiliki kekuatan,(Totemisme) adalah kepercayaan manusia purba yg meyakini bahwa hewan tertentu merupakan nenek moyang mereka

    BalasHapus
  11. Risdiana
    X IPA 2

    1.Karena pada zaman itu semua kebutuhan. dan alat manusia terbuat dari batuu.
    2.Kepercayaan kepercayaan di zaman batu
    1.Animisme:adalah kepercayaan manusia purba terhadap roh nenek moyang
    2.Dinamisme:adalah kepercyaan manusia purba yang meyakini benda benda tertentu memiliki kekuatan atau tenaga ghaib
    3.Totemisme:adalah kepercayaan manusia purba yang meyakini bahwa hewan tertentu merupakan nenek moyang mereka.

    BalasHapus
  12. Nama : Tami Aurelia Putri
    Kelas : X IPA 2
    Jawab :
    1.Disebut zaman batu karena seluruh
    alat/peralatan maupun senjata pada
    zaman itu di buat dari batu

    2. Sistem kepercayaan manusia pada zaman batu di bagi menjadi 3 keyakinan yaitu :

    1. Animisme : Adalah kepercayaan kepada makhluk halus mempercayai kekuatan ghaib atau juga kepercayaan dan keyakinan kepada roh nenek moyang.

    2. Dinamisme : Adalah keyakinan atau kepercayaan kepada benda-benda tertentu dan meyakini bahwa benda memiliki kekuatan ghaib, contoh nya : meletakkan sesajian di bawah pohon misal nya pohon beringin.

    3. Totemisme : adalah istilah menunjukan suatu kepercayaan terhadap hewan / binatang bahwa binatang merupakan nenek moyang suatu masyarakat, yang mana hewan tertentu di anggap suci dan di puja, contoh nya : sapi, singa dll

    BalasHapus
  13. Nama:Surya Fadillah Sukri
    Kelas:X IPA 2

    Jawab:
    1.Karena pada waktu itu manusia menggunakan Batu sebagai alat untuk kehidupan sehari-hari

    2.ANIMISME adalah kepercayaan manusia purba terhadap roh nenek moyang yang diyakini mendiami semua benda benda di alam sekitar dan memberi pengaruh yang kuat terhadap kehidupan.

    DINAMISME adalah kepercayaan manusia purba yang meyakini benda-benda tertentu memiliki kekuatan atau tenaga ghaib yang berpengaruh kuat terhadap kesuksesan dan juga kegagalan manusia dalam melakukan sesuatu.

    TOTEMISME adalah kepercayaan manusia purba yang meyakini bahwa hewan tertentu merupakan nenek moyang mereka oleh sebab itu hewan tersebut diperlakukan berbeda dengan hewan lainnya.

    BalasHapus
  14. Nafisah afrah x ipa 2

    1. Karena pada zaman itu manusia belajar membuat peralatan dari batu.

    2. Ada. Berikut penjelasannya.
    A. Animisme
    Manusia purba percaya setiap orang yang meninggal akan menjadi roh yang kemudian berpengaruh pada kehidupan di dunia. Pada kepercayaan animisme, manusia purba percaya terhadap roh yang mendiami semua benda. Mereka juga memercayai adanya roh di luar roh manusia yang dapat berbuat jahat dan berbuat baik. Roh-roh itu mendiami semua benda, misalnya danau, pohon, dan sebagainya.
    B. Dinamisme
    Dinamisme adalah kepercayaan bahwa segala sesuatu punya tenaga atau kekuatan yang dapat memengaruhi keberhasilan atau kegagalan usaha manusia. Mereka percaya terhadap kekuatan gaib dan kekuatan itu dapat menolong mereka. Kekuatan gaib itu terdapat di dalam benda-benda seperti keris, patung, gunung, pohon besar, dll. Untuk mendapatkan pertolongan kekuatan gaib tersebut, mereka melakukan upacara pemberian sesaji, atau ritual lainnya.
    C. Totemisme
    Totemisme adalah kepercayaan bahwa hewan tertentu dianggap suci dan dipuja karena memiliki kekuatan supranatural. Hewan yang dianggap suci misalnya sapi, ular, dan harimau.

    BalasHapus
  15. 1.karna zaman itu semua peralatan d buat dari batu

    2.TOTEMISME:yaitu kepercayaan terhadap hewan tertentu karna d anggap suci dan memiliki kekuatan contoh;ular .
    .ANIMISME:yaitu kepercayaan mereka terhadap roh atau makhluk halus .
    .DINAMISME:yaitu kepercayaan terhadap benda mati di sekitar mereka ,yg di yakini memiliki kekuatan .

    nama:PREMA KUSHERAWATI
    KLS:X IPA 2

    BalasHapus
  16. marischa alya x ipa 2

    1.Dahulu sekali pada masa prasejarah, sebelum manusia bisa menulis, ada periode waktu yang dikenal dengan Zaman Batu.disebut begitu karena pada zaman itu manusia belajar membuat peralatan dari batu.

    2.sistem kepercayaan manusia pra-aksara ini dibagi dalam 3 kelompok yakni:
    animisme adalah kepercayaan manusia purba terhadap roh nenek moyang yang diyakini mendiami semua benda benda di alam sekitar

    dinamisme adalah kepercayaan manusia purba yang meyakini benda-benda tertentu memiliki kekuatan atau tenaga ghaib yang berpengaruh kuat terhadap kesuksesan dan juga kegagalan manusia

    totemisme adalah kepercayaan manusia purba yang meyakini bahwa hewan tertentu merupakan nenek moyang mereka

    BalasHapus
  17. Hadi Nugroho
    X Ipa 2

    1. Karena pada waktu itu manusia menggunakan Batu sebagai alat untuk kehidupan sehari-hari

    2.1. Roh Nenek Moyang

    Kepercayan terhadap nenek moyang ini diduga muncul pada saat masyarakat zaman pra-aksara masih mengandalkan kehidupan berburu, mengumpulkan, serta meramu makanan. Kepercayaan ini muncul ketika fenomena mimpi saat manusia tidur. Pada saat itu, manusia melihat dirinya berada di tempat yang berbeda dari tubuh jasmaninya. Mereka percaya bahwa tubuh yang berada di tempat lain itu adalah jiwa. Kemudian kepercayaan ini berkembang bahwa jiwa benar-benar telah terlepas dari jasmaninya. Nah, jiwa yang terlepas itu dianggap dapat berbuat sesuai kehendaknya. Berdasarkan hal tersebut, setiap ada pemimpin yang mati, roh atau jiwanya akan sangat dihormati dan dipuja-puja.

    2. Animisme

    Animisme adalah tahap kelanjutan dari kepercayaan terhadap roh nenek moyang. Mereka mulai memahami sebab-sebab gejala alam yang terjadi. Setelah mengetahui fenomena sebab gejala alam yang terjadi, mereka kemudian mencari pemecahan masalah atas fenomena tersebut. Nah, atas dasar perkembangan berfikirnya itu, manusia purba menganggap penyebab terjadinya fenomena-fenomena tersebut adalah roh, sebagai penentu dan pengatur alam semesta. Agar manusia purba itu dapat beraktifitas dengan tenang dan aman, mereka melakukan ritual pembacaan doa, pemberian sesaji, bahkan korban.

    3. Dinamisme

    Dinamisme adalah kepercayaan bahwa segala sesuatu mempunyai tenaga atau kekuatan yang dapat memengaruhi keberhasilan atau kegagalan usaha manusia dalam mempertahankan hidup. Mereka percaya terhadap kekuatan gaib dan kekuatan itu dapat menolong mereka. Kekuatan gaib itu terdapat di dalam benda-benda seperti keris, patung, gunung, pohon besar, dll. Untuk mendapatkan pertolongan kekuatan gaib tersebut, mereka melakukan upacara pemberian sesaji, atau ritual lainnya.

    4. Totemisme

    Totemisme adalah kepercayaan bahwa hewan tertentu dianggap suci dan dipuja karena memiliki kekuatan supranatural. Hewan yang dianggap suci antara lain sapi, ular, dan harimau.

    5. Monoisme

    Monoisme atau monoteisme adalah tingkat akhir dalam evolusi kepercayaan manusia. Monoisme merupakan sebuah kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Pada tingkat ini, manusia mulai berpikir atas apa yang selama ini dialaminya. Mulai dari pertanyaan siapa yang menghidupkan dan mematikan manusia, siapa yang menghidupkan tumbuhan, siapa yang menciptakan binatang, juga bulan dan matahari. Berdasarkan pertanyaan itu, manusia membuat kesimpulan bahwa ada kekuatan yang maha besar dan tidak tertandingi oleh kekuatan manusia.

    BalasHapus
  18. NANDA NISHAPPY PERMATA RINDU
    X IPA 2



    1.Disebut manusia batu karena pada zaman itu manusia belajar membuat peralatan dari batu.Manusia pada zaman batu membuat senjata dan berbagai peralatan dari batu.

    2.manusia purba sudah memiliki kepercayaan .mereka menyadari ada kekuatan lain di luar mereka .oleh karna itu mereka berusaha mendekati kekuatan itu.

    #beberapa kepercayaan manusia purba


    1.Animisme
    Manusia purba percaya setiap orang yang meninggal akan menjadi roh yang kemudian berpengaruh pada kehidupan di dunia. Pada kepercayaan animisme, manusia purba percaya terhadap roh yang mendiami semua benda. Mereka juga memercayai adanya roh di luar roh manusia yang dapat berbuat jahat dan berbuat baik. Roh-roh itu mendiami semua benda, misalnya danau, pohon, dan sebagainya.

    2.Dinamisme

    Dinamisme adalah kepercayaan bahwa segala sesuatu punya tenaga atau kekuatan yang dapat memengaruhi keberhasilan atau kegagalan usaha manusia. Mereka percaya terhadap kekuatan gaib dan kekuatan itu dapat menolong mereka. Kekuatan gaib itu terdapat di dalam benda-benda seperti keris, patung, gunung, pohon besar, dll. Untuk mendapatkan pertolongan kekuatan gaib tersebut, mereka melakukan upacara pemberian sesaji, atau ritual lainnya.

    3.Totemisme

    Totemisme adalah kepercayaan bahwa hewan tertentu dianggap suci dan dipuja karena memiliki kekuatan supranatural. Hewan yang dianggap suci misalnya sapi, ular, dan harimau.

    BalasHapus
  19. Shintia Maharani
    X IPA 2


    1.DISEBUT ZAMAN BATU KARNA PADA ZAMAN ITU MANUSIA BELAJAR MEMBUAT PERALATAN ARI BATU
    2.sudah memiliki kepercayaan
    contohnya:
    1.ROH NENEK MOYANG
    kprcyaan trhdp nenek moyangini di duga muncul mada saat masyarakat zaman praaksara masuk mengandalkan kehidupan berburu, mengumpulkan serta meramu makanan.
    2.ANIMISME
    animisme merupakan tahap lanjutan dari kepercayaan nenek moyang
    3.DINAMISME
    kepercayaan bahwa segala sesuatu mempunyai kekuatan yang dapat memengaruhi keberhasilan manusia
    4.tolemisme, merupakan kepercayaan terhadap hewan
    5.monoisme/monoteisme adalah tingkat akhir dalam evousi kepercayaan manusia

    BalasHapus
  20. 1. Karena pada waktu itu manusia menggunakan Batu sebagai alat untuk kehidupan sehari-hari

    2.1. Roh Nenek Moyang

    Kepercayan terhadap nenek moyang ini diduga muncul pada saat masyarakat zaman pra-aksara masih mengandalkan kehidupan berburu, mengumpulkan, serta meramu makanan. Kepercayaan ini muncul ketika fenomena mimpi saat manusia tidur. Pada saat itu, manusia melihat dirinya berada di tempat yang berbeda dari tubuh jasmaninya. Mereka percaya bahwa tubuh yang berada di tempat lain itu adalah jiwa. Kemudian kepercayaan ini berkembang bahwa jiwa benar-benar telah terlepas dari jasmaninya. Nah, jiwa yang terlepas itu dianggap dapat berbuat sesuai kehendaknya. Berdasarkan hal tersebut, setiap ada pemimpin yang mati, roh atau jiwanya akan sangat dihormati dan dipuja-puja.

    2. Animisme

    Animisme adalah tahap kelanjutan dari kepercayaan terhadap roh nenek moyang. Mereka mulai memahami sebab-sebab gejala alam yang terjadi. Setelah mengetahui fenomena sebab gejala alam yang terjadi, mereka kemudian mencari pemecahan masalah atas fenomena tersebut. Nah, atas dasar perkembangan berfikirnya itu, manusia purba menganggap penyebab terjadinya fenomena-fenomena tersebut adalah roh, sebagai penentu dan pengatur alam semesta. Agar manusia purba itu dapat beraktifitas dengan tenang dan aman, mereka melakukan ritual pembacaan doa, pemberian sesaji, bahkan korban.

    3. Dinamisme

    Dinamisme adalah kepercayaan bahwa segala sesuatu mempunyai tenaga atau kekuatan yang dapat memengaruhi keberhasilan atau kegagalan usaha manusia dalam mempertahankan hidup. Mereka percaya terhadap kekuatan gaib dan kekuatan itu dapat menolong mereka. Kekuatan gaib itu terdapat di dalam benda-benda seperti keris, patung, gunung, pohon besar, dll. Untuk mendapatkan pertolongan kekuatan gaib tersebut, mereka melakukan upacara pemberian sesaji, atau ritual lainnya.

    4. Totemisme

    Totemisme adalah kepercayaan bahwa hewan tertentu dianggap suci dan dipuja karena memiliki kekuatan supranatural. Hewan yang dianggap suci antara lain sapi, ular, dan harimau.

    5. Monoisme

    Monoisme atau monoteisme adalah tingkat akhir dalam evolusi kepercayaan manusia. Monoisme merupakan sebuah kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Pada tingkat ini, manusia mulai berpikir atas apa yang selama ini dialaminya. Mulai dari pertanyaan siapa yang menghidupkan dan mematikan manusia, siapa yang menghidupkan tumbuhan, siapa yang menciptakan binatang, juga bulan dan matahari. Berdasarkan pertanyaan itu, manusia membuat kesimpulan bahwa ada kekuatan yang maha besar dan tidak tertandingi oleh kekuatan manusia

    BalasHapus