Rabu, 30 September 2020

Kisis Kisi PTS Sejarah Indonesia Kelas X

  

Kisi-kisi PTS Sejarah Indonesia kelas X

 Assallamualaikum... Wr.Wb.

Untuk pelajaran sejarah Indonesia hari ini silahkan pelajari dan pahami kisi-kisi PTS Sejarah Indonesia dibawah ini.

  1. konsep berfikir sinkronik dan diakronik dalam sejarah
  2. Kehidupan manusia pra aksara di Nusantara
  3. Sistem Kepercayaan manusia pra aksara
  4. Peninggalan zaman pra aksara di Nusantara
  5. Bangsa Deutro Melayu, Proto Melayu, Papua Melanesoid
PTS akan dilaksanakan minggu depan. Silahkan dipelajari materi diatas di buku cetak ataupun sumber dari internet (blogger bapak sebelumnya).

Jangan lupa untuk sholat Dhuha hari ini... Selamat belajar!!!

Absen di kolom komentar ya...

Waalaikumsalam... Wr.Wb.

Selasa, 29 September 2020

Kisi-kisi PTS Sejarah Indonesia kelas X

  

Kisi-kisi PTS Sejarah Indonesia kelas X

 Assallamualaikum... Wr.Wb.

Untuk pelajaran sejarah Indonesia hari ini silahkan pelajari dan pahami kisi-kisi PTS Sejarah Indonesia dibawah ini.

  1. konsep berfikir sinkronik dan diakronik dalam sejarah
  2. Kehidupan manusia pra aksara di Nusantara
  3. Sistem Kepercayaan manusia pra aksara
  4. Peninggalan zaman pra aksara di Nusantara
  5. Bangsa Deutro Melayu, Proto Melayu, Papua Melanesoid
PTS akan dilaksanakan minggu depan. Silahkan dipelajari materi diatas di buku cetak ataupun sumber dari internet (blogger bapak sebelumnya).

Jangan lupa untuk sholat Dhuha hari ini... Selamat belajar!!!

Absen di kolom komentar ya...

Waalaikumsalam... Wr.Wb.

Senin, 28 September 2020

Kisi Kisi PTS Sejarah Indonesia Kelas X

 

Kisi-kisi PTS Sejarah Indonesia kelas X

 Assallamualaikum... Wr.Wb.

Untuk pelajaran sejarah Indonesia hari ini silahkan pelajari dan pahami kisi-kisi PTS Sejarah Indonesia dibawah ini.

  1. konsep berfikir sinkronik dan diakronik dalam sejarah
  2. Kehidupan manusia pra aksara di Nusantara
  3. Sistem Kepercayaan manusia pra aksara
  4. Peninggalan zaman pra aksara di Nusantara
  5. Bangsa Deutro Melayu, Proto Melayu, Papua Melanesoid
PTS akan dilaksanakan minggu depan. Silahkan dipelajari materi diatas di buku cetak ataupun sumber dari internet (blogger bapak sebelumnya).

Jangan lupa untuk sholat Dhuha hari ini... Selamat belajar!!!

Absen di kolom komentar ya...

Waalaikumsalam... Wr.Wb.

Jumat, 25 September 2020

Kisi-kisi PTS Sejarah Indonesia kelas XI

 Assalamualaikum... Wr.Wb.

Untuk pelajaran sejarah Indonesia hari ini silahkan pelajari dan pahami kisi-kisi PTS Sejarah Indonesia dibawah ini.

  1. Latar Belakang kedatangan bangsa barat ke Indonesia
  2. Pelaksanaan Tanam Paksa
  3. Perlawanan Diponegoro, perang padri, Aceh
  4. Kedatangan VOC
  5. Politik Etis

PTS akan dilaksanakan minggu depan. Silahkan dipelajari materi diatas di buku cetak ataupun sumber dari internet (blogger bapak sebelumnya).

Jangan lupa untuk sholat Dhuha hari ini... Selamat belajar!!!

Absen di kolom komentar ya...

Waalaikumsalam... Wr.Wb.

Kisi-kisi PTS Sejarah Indonesia kelas X

 Assallamualaikum... Wr.Wb.

Untuk pelajaran sejarah Indonesia hari ini silahkan pelajari dan pahami kisi-kisi PTS Sejarah Indonesia dibawah ini.

  1. konsep berfikir sinkronik dan diakronik dalam sejarah
  2. Kehidupan manusia pra aksara di Nusantara
  3. Sistem Kepercayaan manusia pra aksara
  4. Peninggalan zaman pra aksara di Nusantara
  5. Bangsa Deutro Melayu, Proto Melayu, Papua Melanesoid
PTS akan dilaksanakan minggu depan. Silahkan dipelajari materi diatas di buku cetak ataupun sumber dari internet (blogger bapak sebelumnya).

Jangan lupa untuk sholat Dhuha hari ini... Selamat belajar!!!

Absen di kolom komentar ya...

Waalaikumsalam... Wr.Wb.

Kamis, 24 September 2020

Kisi-kisi PTS Sejarah Indonesia kelas X

 Assalamualaikum... Wr.Wb.

Untuk pelajaran sejarah Indonesia hari ini silahkan pelajari dan pahami kisi-kisi PTS Sejarah Indonesia dibawah ini.

  1. konsep berfikir sinkronik dan diakronik dalam sejarah
  2. Kehidupan manusia pra aksara di Nusantara
  3. Sistem Kepercayaan manusia pra aksara
  4. Peninggalan zaman pra aksara di Nusantara
  5. Bangsa Deutro Melayu, Proto Melayu, Papua Melanesoid
PTS akan dilaksanakan minggu depan. Silahkan dipelajari materi diatas di buku cetak ataupun sumber dari internet (blogger bapak sebelumnya).

Jangan lupa untuk sholat Dhuha hari ini... Selamat belajar!!!

Absen di kolom komentar ya...

Waalaikumsalam... Wr.Wb.

Rabu, 23 September 2020

Kisi kisi PTS Sejarah Indonesia kelas XI

Assalamualaikum... Wr.Wb.

Untuk pelajaran sejarah Indonesia hari ini silahkan pelajari dan pahami kisi-kisi PTS Sejarah Indonesia dibawah ini.

  1. Latar Belakang kedatangan bangsa barat ke Indonesia
  2. Pelaksanaan Tanam Paksa
  3. Perlawanan Diponegoro, perang padri, Aceh
  4. Kedatangan VOC
  5. Politik Etis

PTS akan dilaksanakan minggu depan. Silahkan dipelajari materi diatas di buku cetak ataupun sumber dari internet (blogger bapak sebelumnya).

Jangan lupa untuk sholat Dhuha hari ini... Selamat belajar!!!

Absen dan komen di kolom komentar ya...

Waalaikumsalam... Wr.Wb.

Kisi-kisi PTS Sejarah Indonesia Kelas X

Assallamualaikum... Wr.Wb.

Untuk pelajaran sejarah Indonesia hari ini silahkan pelajari dan pahami kisi-kisi PTS Sejarah Indonesia dibawah ini.

  1. konsep berfikir sinkronik dan diakronik dalam sejarah
  2. Kehidupan manusia pra aksara di Nusantara
  3. Sistem Kepercayaan manusia pra aksara
  4. Peninggalan zaman pra aksara di Nusantara
  5. Bangsa Deutro Melayu, Proto Melayu, Papua Melanesoid

PTS akan dilaksanakan minggu depan. Silahkan dipelajari materi diatas di buku cetak ataupun sumber dari internet (blogger bapak sebelumnya).

Jangan lupa untuk sholat Dhuha hari ini... Selamat belajar!!!

Absen di kolom komentar

Waalaikumsalam... Wr.Wb.

Selasa, 22 September 2020

Kisi Kisi PTS Sejarah Indonesia kelas X

 Assallamualaikum... Wr.Wb.

Untuk pelajaran sejarah Indonesia hari ini silahkan pelajari dan pahami kisi-kisi PTS Sejarah Indonesia dibawah ini.

  1. konsep berfikir sinkronik dan diakronik dalam sejarah
  2. Kehidupan manusia pra aksara di Nusantara
  3. Sistem Kepercayaan manusia pra aksara
  4. Peninggalan zaman pra aksara di Nusantara
  5. Bangsa Deutro Melayu, Proto Melayu, Papua Melanesoid
PTS akan dilaksanakan minggu depan. Silahkan dipelajari materi diatas di buku cetak ataupun sumber dari internet (blogger bapak sebelumnya).

Jangan lupa untuk sholat Dhuha hari ini... Selamat belajar!!!

Waalaikumsalam... Wr.Wb.

Senin, 21 September 2020

Kisi-kisi PTS Sejarah Indonesia kelas X

 Assallamualaikum... Wr.Wb.

Untuk pelajaran sejarah Indonesia hari ini silahkan pelajari dan pahami kisi-kisi PTS Sejarah Indonesia dibawah ini.

  1. konsep berfikir sinkronik dan diakronik dalam sejarah
  2. Kehidupan manusia pra aksara di Nusantara
  3. Sistem Kepercayaan manusia pra aksara
  4. Peninggalan zaman pra aksara di Nusantara
  5. Bangsa Deutro Melayu, Proto Melayu, Papua Melanesoid
PTS akan dilaksanakan minggu depan. Silahkan dipelajari materi diatas di buku cetak ataupun sumber dari internet (blogger bapak sebelumnya).

Jangan lupa untuk sholat Dhuha hari ini... Selamat belajar!!!

Waalaikumsalam... Wr.Wb.

Jumat, 18 September 2020

Ulangan Harian Kelas XI

 Assallamualaikum... Wr.Wb.

Setelah melihat materi minggu lalu, maka silahkan Kerjakanlah soal ini dengan baik.

1. Jelaskan latarbelakang terjadinya perlawanan Diponegoro dan perlawanan Tuanku Imam Bonjol!

2. Apa yang dimaksud dengan politik pecah belah?

3. Jelaskan ciri-ciri perlawanan bangsa Indonesia melawan penjajah sebelum tahun1908?

4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan strategi benteng stelsel?

5. Jelaskna pengaruh pengaruh kedatangan bangsa Eropa di Indonesia dalam bidang sosial budaya masih  

    kita temukan hingga saat ini?

Jawaban bisa dikumpulkan ke email pututbukan@gmail.com, paling lambat besok jam 23.00.


Waallaikumsalam... Wr.Wb.

Materi kelas X tentang Kehidupan Zaman Pra Aksara

  Assalamualikum wr.wb.

Tabik pun.....

Apa kabarnya anak-anakku? 

Untuk pelajaran Sejarah Indonesia Kelas X hari ini silahkan buka video Pembelajaran tentang Kehidupan manusia pra aksara di link:

https://www.youtube.com/watch?v=dV4O55O3lHc&t=204s

setelah melihat videonya di youtube, di like dan subcribe, kemudian silahkan di resume (diringkas) dikolom coment youtobe. tulis nama dan kelas! terimakasih

jangan lupa sholat dhuhanya ya nak.... selamat belajar!!!!

waalaikumsalam wr.wb

Kamis, 17 September 2020

Materi kelas X tentang kehidupan Zaman Pra Aksara

  Assalamualikum wr.wb.

Tabik pun.....

Apa kabarnya anak-anakku? 

Untuk pelajaran Sejarah Indonesia Kelas X hari ini silahkan buka video Pembelajaran tentang Kehidupan manusia pra aksara di link:

https://www.youtube.com/watch?v=dV4O55O3lHc&t=204s

setelah melihat videonya di youtube, di like dan subcribe, kemudian silahkan di resume (diringkas) dikolom coment youtobe. tulis nama dan kelas! terimakasih

jangan lupa sholat dhuhanya ya nak.... selamat belajar!!!!

waalaikumsalam wr.wb

Rabu, 16 September 2020

Ulangan Harian kelas XI

Assallamualaikum... Wr.Wb.

Setelah melihat materi minggu lalu, maka silahkan Kerjakanlah soal ini dengan baik.

1. Jelaskan latarbelakang terjadinya perlawanan Diponegoro dan perlawanan Tuanku Imam Bonjol!

2. Apa yang dimaksud dengan politik pecah belah?

3. Jelaskan ciri-ciri perlawanan bangsa Indonesia melawan penjajah sebelum tahun1908?

4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan strategi benteng stelsel?

5. Jelaskna pengaruh pengaruh kedatangan bangsa Eropa di Indonesia dalam bidang sosial budaya masih  

    kita temukan hingga saat ini?

sJawaban bisa dikumpulkan ke email pututbukan@gmail.com, paling lambat besok jam 23.00.


Waallaikumsalam... Wr.Wb.

Materi kelas X tentang Kehidupan zaman Pra Aksara

 Assalamualikum wr.wb.

Tabik pun.....

Apa kabarnya anak-anakku? 

Untuk pelajaran Sejarah Indonesia Kelas X hari ini silahkan buka video Pembelajaran tentang Kehidupan manusia pra aksara di link:

https://www.youtube.com/watch?v=dV4O55O3lHc&t=204s

setelah melihat videonya di youtube, di like dan subcribe, kemudian silahkan di resume (diringkas) dikolom coment youtobe. tulis nama dan kelas! terimakasih

jangan lupa sholat dhuhanya ya nak.... selamat belajar!!!!

waalaikumsalam wr.wb

Selasa, 15 September 2020

Kehidupan zaman Pra Aksara

Assalamualikum wr.wb.

Tabik pun.....

Apa kabarnya anak-anakku? Untuk pelajaran Sejarah Indonesia Kelas X hari ini silahkan buka video Pembelajaran di link:

https://www.youtube.com/watch?v=dV4O55O3lHc&t=204s

setelah melihat videonya di youtube, di like dan subcribe, kemudian silahkan di resume (diringkas) dikolom coment youtobe. terimakasih

jangan lupa sholat dhuhanya ya nak.... selamat belajar!!!!

waalaikumsalam wr.wb

Senin, 14 September 2020

Kehidupan zaman pra aksara

 Assalamualaikum wr.wb. 

Apa kabarnya anak-anakku? Untuk pelajaran Sejarah Indonesia Kelas X hari ini silahkan buka video Pembelajaran di link:

https://www.youtube.com/watch?v=dV4O55O3lHc&t=204s

setelah melihat videonya, silahkan di resume (diringkas) dan dicatat di buku tugas masing-masing. 

jangan lupa sholat dhuhanya ya nak.... selamat belajar!!!!

waalaikumsalam wr.wb.

Jumat, 11 September 2020

kebijakan Politik Hindia Belanda

 Sistem Tanam Paksa 

Persaingan dengan para pedagang Inggris, Perang Napoleon di Eropa, dan Perang Jawa mengakibatkan beban keuangan yang berat bagi pemerintah Belanda. Diputuskan bahwa Jawa harus menjadi sebuah sumber pendapatan utama untuk Belanda dan karena itu Gubernur Jenderal Van den Bosch mendorong dimulainya era Tanam Paksa (para sejarawan di Indonesia mencatat periode ini sebagai era Tanam Paksa namun pemerintah kolonial Belanda menyebutnya Cultuurstelsel yang artinya Sistem Kultivasi) di tahun 1830.

Dengan sistem ini, Belanda memonopoli perdagangan komoditi-komoditi ekspor di Jawa. Terlebih lagi, pihak Belanda-lah yang memutuskan jenis (dan jumlah) komoditi yang harus diproduksi oleh para petani Jawa. Secara umum, ini berarti bahwa para petani Jawa harus menyerahkan seperlima dari hasil panen mereka kepada Belanda. Sebagai gantinya, para petani menerima kompensasi dalam bentuk uang dengan harga yang ditentukan Belanda tanpa memperhitungkan harga komoditi di pasaran dunia. Para pejabat Belanda dan Jawa menerima bonus bila residensi mereka mengirimkan lebih banyak hasil panen dibanding waktu sebelumnya, maka mendorong intervensi top-down dan penindasan. Selain pemaksaan penanaman dan kerja rodi, pajak tanah Raffles juga masih berlaku! Sistem Tanam Paksa menghasilkan kesuksesan keuangan. Antara tahun 1832 dan 1852, sekitar 19 persen dari total pendapatan pemerintah Belanda berasal dari koloni Jawa. Antara tahun 1860 dan 1866, angka ini bertambah menjadi 33 persen.

Pada awalnya, sistem Tanam Paksa itu tidak didominasi hanya oleh pemerintah Belanda saja. Para pemegang kekuasaan Jawa, pihak Eropa swasta dan juga para pengusaha Tionghoa ikut berperan. Namun, setelah 1850 - waktu sistem Tanam Paksa direorganisasi - pemerintah kolonial Belanda menjadi pemain utama. Namun reorganisasi ini juga membuka pintu bagi pihak-pihak swasta Eropa untuk mulai mendominasi Jawa. Sebuah proses privatisasi terjadi karena pemerintah kolonial secara bertahap mengalihkan produksi komoditi ekspor kepada para pengusaha swasta Eropa.

Pertanyaan:
1. Sebutkan dampak dari sistem tanam paksa?
2. Apa latar belakang dari sistem tanam paksa?
3. Apa tujuan sistem tanam paksa yang diterapkan oleh Hindia Belanda?
Jawaban di foto kemudian dikirim ke via WA ya...terimkasih

Kehidupan zaman pra aksara

   

                                     Ciri-ciri Kehidupan Manusia Praaksara

 

Manusia adalah makhluk yang paling sempurna. Meskipun masih primitif, akan tetapi ia dilengkapi dengan akan pikiran sehingga manusia dapat memikirkan cara-cara untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapinya. Demikian juga dengan manusia praaksara, ia mampu mengatasi kesulitan dan tantangan alam dengan memanfaatkan benda-benda yang ada disekitarnya.

Berdasarkan kemampuan teknologisnya, yang didasarkan pada alat-alat yang ditinggalkannya, periodisasi masyarakat praaksara Indonesia dapat dirinci menjadi

1. Zaman batu yang meliputi: palaeolithikummesozoikum, dan neolitikum.

2. Zaman logam yang meliputi: zaman tembaga, perunggu dan besi.

 

Zaman batu merupakan suatu periode dimana peralatan manusia pada saat itu dibuat dari batu. Dengan kemampuan yang terbatas manusia praaksara memanfaatkan batu untuk membantu mengatasi tantangan alam. Batu mereka manfaatkan untuk membuat kapak, pisau dan alat-alat lain yang menunjang kehidupan mereka pada saat itu. Sedangkan zaman logam merupakan suatu periode dimana manusia praaksara telah mengenal logam dan memanfaatkannya sebagai bahan untuk membuat alat-alat dan perkakas yang dibutuhkannya. Untuk lebih jelasnya marilah kita membahas masing-masing periode perkembangan manusia praaksara tersebut.

 

1. Zaman Palaeolithikum

 

Zaman palaeolithikum atau zaman batu tua merupakan zaman dimana peralatan manusia prasejarah dibuat dari batu yang cara pengerjaannya masih sangat kasar. Zaman ini berlangsung pada zaman pleistosen yang berlangsung kira-kira 600.000 tahun lamanya.

Pada saat itu manusia praaksara kehidupannya masih sangat sederhana. Mereka hidup berkelompok dengan anggota kelompok sebanyak 10-15 orang. Mereka sudah mengenal api, meskipun baru dimanfaatkan sebagai senjata untuk menghadapi makhluk hidup lain, atau untuk menakuti binatang buruan.

Manusia praaksara pada zaman palaeolithikum ini mendapatkan bahan makanan dengan cara berburu dan mengumpulkan makanan dengan memungut langsung dari alam (food gathering). Mereka sangat tergantung dengan persediaan makanan dari alam karena mereka belum mampu memproduksi makanan. Oleh karenanya mereka selalu berpindah pindah tempat (nomaden) mengikuti musim makanan. Apabila makanan di tempat mereka habis, maka mereka akan pindah ke tempat lain yang persediaan makanannya masih mencukupi.

Biasanya manusia purba hidup di dalam gua atau di pinggir sungai dengan tujuan utama untuk mempermudah dalam pencarian makanan. Sungai merupakan tempat yang paling memungkinkan untuk mendapatkan ikan. Sedangkan gua dapat mereka manfaatkan sebagai tempat untuk melindungi diri dari cuaca panas, hujan dan serangan dari binatang buas.

 

 

2. Zaman Mesolithikum

 

Zaman mesolithikum atau zaman batu tengah merupakan zaman peralihan dari zaman palaeolithikum menuju ke zaman neolithikum. Pada zaman ini kehidupan manusia praaksara belum banyak mengalami perubahan. Alat-alat yang dihasilkan masih terlihat kasar meskipun telah ada upaya untuk memper-halus dan mengasahnya.agar kelihatan lebih indah.

Pada masa ini manusia mulai hidup menetap dengan membuat rumah panggung di tepi pantai atau tinggal di dalam gua dan ceruk-ceruk batu padas. Manusia prasejarah juga mulai bercocok tanam dan telah terlihat mulai mengatur masyarakatnya. Mereka melakukan pembagian pekerjaan dimana kaum laki-laki berburu, sedangkan kaum wanita mengurusi anak dan membuat kerajinan berupa anyaman dan keranjang.

Manusia praaksara juga mulai mengenal kesenian. Di dalam sebuah gua di Maros (Sulawesi Selatan) ditemukan tapak tangan berwarna merah dan gambar babi hutan yang oleh para ahli diyakini sebagai bagian dari kebudayaan masyarakat prasejarah. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kebudayaan mesolithikum dapat dikategorikan dalam dua unit budaya yaitu

 

3. Zaman Neolithikum

Zaman neolithikum atau zaman batu muda merupakan revolusi dalam kehidupan manusia praaksara. Hal ini terkait dengan pemikiran mereka untuk tidak menggantungkan diri dengan alam dan mulai berusaha untuk menghasilkan makanan sendiri (food producing) dengan cara bercocok tanam. Di samping bercocok tanam manusia praaksara juga mulai beternak sapi dan kuda yang diambil dagingnya untuk dikonsumsi.

Manusia praaksara juga telah hidup dengan menetap (sedenter). Mereka membangun rumah-rumah dalam kelompok-kelompok yang mendiami suatu wilayah tertentu. Peralatan yang digunakan juga telah diasah dengan halus sehingga kelihatannya lebih indah. Kebudayaan mereka juga telah mengalami kemajuan yang ditunjukkan dengan kemampuan mereka menghasilkan gerabah dan tenunan. Pola hidup menetap yang mereka jalani menghasilkan kebudayaan yang lebih maju, karena mereka mempunyai waktu luang untuk memikirkan kehidupannya.

 

4. Zaman Megalithikum

Zaman megalithikum atau zaman batu besar adalah suatu kebudayaan yang berkaitan dengan kehidupan religius manusia praaksara. Zaman megalithikum sejalan dengan zaman neolithikum karenanya lebih tepat bila disebut dengan kebudayaan megalithikum. Zaman megalithikum terbagi dalam dua fase pencapaian. Fase pertama terkait dengan alat-alat upacara, sedangkan fase kedua terkait dengan upacara penguburan. Kebudayaan megalithikum menghasilkan alat-alat antara lain:

 

1.    Menhir yaitu tugu batu yang dibuat dengan tujuan untuk menghormati roh nenek   

moyang.

2.    Dolmen yaitu meja batu dimana kakinya berupa tugu batu (menhir). Biasanya meja batu ini digunakan untuk meletakkan sesaji. Kadang-kadang dibawah dolmen adalah sebuah kuburan, sehingga orang sering menganggapnya sebagai peti kubur.

3.    Peti kubur yaitu potongan batu yang disusun menjadi sebuah peti yang digunakan untuk meletakkan jenazah.

4.    Sarkofagus yaitu keranda dari batu utuh (monolith)yang dianggap memiliki kekuatan magis.

5.    Waruga adalah peti kubur yang berbentuk kubus atau bulat.

6.    Punden berundak yaitu sebuah bangunan yang digunakan untuk sesaji yang merupakan bentuk dasar dari bangunan candi.


Sebelum menjawab pertanyaan... jangan lupa shalat dhuha terlebih dahulu 

Pertanyaan:

1.    Apa yang dimaksud dengan kepercayaan dinamisme, animisme dan totemisme?

2.    Mengapa manusia pra aksara pada masa itu hidup berburu dan meramu?

#tulis jawaban di kolom komentar sebutkan nama dan kelas!

Kamis, 10 September 2020

Kehidupan Zaman Pra Aksara

   

                                     Ciri-ciri Kehidupan Manusia Praaksara

 

Manusia adalah makhluk yang paling sempurna. Meskipun masih primitif, akan tetapi ia dilengkapi dengan akan pikiran sehingga manusia dapat memikirkan cara-cara untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapinya. Demikian juga dengan manusia praaksara, ia mampu mengatasi kesulitan dan tantangan alam dengan memanfaatkan benda-benda yang ada disekitarnya.

Berdasarkan kemampuan teknologisnya, yang didasarkan pada alat-alat yang ditinggalkannya, periodisasi masyarakat praaksara Indonesia dapat dirinci menjadi

1. Zaman batu yang meliputi: palaeolithikummesozoikum, dan neolitikum.

2. Zaman logam yang meliputi: zaman tembaga, perunggu dan besi.

 

Zaman batu merupakan suatu periode dimana peralatan manusia pada saat itu dibuat dari batu. Dengan kemampuan yang terbatas manusia praaksara memanfaatkan batu untuk membantu mengatasi tantangan alam. Batu mereka manfaatkan untuk membuat kapak, pisau dan alat-alat lain yang menunjang kehidupan mereka pada saat itu. Sedangkan zaman logam merupakan suatu periode dimana manusia praaksara telah mengenal logam dan memanfaatkannya sebagai bahan untuk membuat alat-alat dan perkakas yang dibutuhkannya. Untuk lebih jelasnya marilah kita membahas masing-masing periode perkembangan manusia praaksara tersebut.

 

1. Zaman Palaeolithikum

 

Zaman palaeolithikum atau zaman batu tua merupakan zaman dimana peralatan manusia prasejarah dibuat dari batu yang cara pengerjaannya masih sangat kasar. Zaman ini berlangsung pada zaman pleistosen yang berlangsung kira-kira 600.000 tahun lamanya.

Pada saat itu manusia praaksara kehidupannya masih sangat sederhana. Mereka hidup berkelompok dengan anggota kelompok sebanyak 10-15 orang. Mereka sudah mengenal api, meskipun baru dimanfaatkan sebagai senjata untuk menghadapi makhluk hidup lain, atau untuk menakuti binatang buruan.

Manusia praaksara pada zaman palaeolithikum ini mendapatkan bahan makanan dengan cara berburu dan mengumpulkan makanan dengan memungut langsung dari alam (food gathering). Mereka sangat tergantung dengan persediaan makanan dari alam karena mereka belum mampu memproduksi makanan. Oleh karenanya mereka selalu berpindah pindah tempat (nomaden) mengikuti musim makanan. Apabila makanan di tempat mereka habis, maka mereka akan pindah ke tempat lain yang persediaan makanannya masih mencukupi.

Biasanya manusia purba hidup di dalam gua atau di pinggir sungai dengan tujuan utama untuk mempermudah dalam pencarian makanan. Sungai merupakan tempat yang paling memungkinkan untuk mendapatkan ikan. Sedangkan gua dapat mereka manfaatkan sebagai tempat untuk melindungi diri dari cuaca panas, hujan dan serangan dari binatang buas.

 

 

2. Zaman Mesolithikum

 

Zaman mesolithikum atau zaman batu tengah merupakan zaman peralihan dari zaman palaeolithikum menuju ke zaman neolithikum. Pada zaman ini kehidupan manusia praaksara belum banyak mengalami perubahan. Alat-alat yang dihasilkan masih terlihat kasar meskipun telah ada upaya untuk memper-halus dan mengasahnya.agar kelihatan lebih indah.

Pada masa ini manusia mulai hidup menetap dengan membuat rumah panggung di tepi pantai atau tinggal di dalam gua dan ceruk-ceruk batu padas. Manusia prasejarah juga mulai bercocok tanam dan telah terlihat mulai mengatur masyarakatnya. Mereka melakukan pembagian pekerjaan dimana kaum laki-laki berburu, sedangkan kaum wanita mengurusi anak dan membuat kerajinan berupa anyaman dan keranjang.

Manusia praaksara juga mulai mengenal kesenian. Di dalam sebuah gua di Maros (Sulawesi Selatan) ditemukan tapak tangan berwarna merah dan gambar babi hutan yang oleh para ahli diyakini sebagai bagian dari kebudayaan masyarakat prasejarah. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kebudayaan mesolithikum dapat dikategorikan dalam dua unit budaya yaitu

 

3. Zaman Neolithikum

Zaman neolithikum atau zaman batu muda merupakan revolusi dalam kehidupan manusia praaksara. Hal ini terkait dengan pemikiran mereka untuk tidak menggantungkan diri dengan alam dan mulai berusaha untuk menghasilkan makanan sendiri (food producing) dengan cara bercocok tanam. Di samping bercocok tanam manusia praaksara juga mulai beternak sapi dan kuda yang diambil dagingnya untuk dikonsumsi.

Manusia praaksara juga telah hidup dengan menetap (sedenter). Mereka membangun rumah-rumah dalam kelompok-kelompok yang mendiami suatu wilayah tertentu. Peralatan yang digunakan juga telah diasah dengan halus sehingga kelihatannya lebih indah. Kebudayaan mereka juga telah mengalami kemajuan yang ditunjukkan dengan kemampuan mereka menghasilkan gerabah dan tenunan. Pola hidup menetap yang mereka jalani menghasilkan kebudayaan yang lebih maju, karena mereka mempunyai waktu luang untuk memikirkan kehidupannya.

 

4. Zaman Megalithikum

Zaman megalithikum atau zaman batu besar adalah suatu kebudayaan yang berkaitan dengan kehidupan religius manusia praaksara. Zaman megalithikum sejalan dengan zaman neolithikum karenanya lebih tepat bila disebut dengan kebudayaan megalithikum. Zaman megalithikum terbagi dalam dua fase pencapaian. Fase pertama terkait dengan alat-alat upacara, sedangkan fase kedua terkait dengan upacara penguburan. Kebudayaan megalithikum menghasilkan alat-alat antara lain:

 

1.    Menhir yaitu tugu batu yang dibuat dengan tujuan untuk menghormati roh nenek   

moyang.

2.    Dolmen yaitu meja batu dimana kakinya berupa tugu batu (menhir). Biasanya meja batu ini digunakan untuk meletakkan sesaji. Kadang-kadang dibawah dolmen adalah sebuah kuburan, sehingga orang sering menganggapnya sebagai peti kubur.

3.    Peti kubur yaitu potongan batu yang disusun menjadi sebuah peti yang digunakan untuk meletakkan jenazah.

4.    Sarkofagus yaitu keranda dari batu utuh (monolith)yang dianggap memiliki kekuatan magis.

5.    Waruga adalah peti kubur yang berbentuk kubus atau bulat.

6.    Punden berundak yaitu sebuah bangunan yang digunakan untuk sesaji yang merupakan bentuk dasar dari bangunan candi.

 

Sebelum belajar jangan lupa sholat Dhuha terlebih dahulu

Pertanyaan:

1.    Apa yang dimaksud dengan kepercayaan dinamisme, animisme dan totemisme?

2.    Mengapa manusia pra aksara pada masa itu hidup berburu dan meramu?

#tulis jawaban di kolom komentar sebutkan nama dan kelas!

Rabu, 09 September 2020

Kebijakan Politik Hindia Belanda

Sistem Tanam Paksa 

Persaingan dengan para pedagang Inggris, Perang Napoleon di Eropa, dan Perang Jawa mengakibatkan beban keuangan yang berat bagi pemerintah Belanda. Diputuskan bahwa Jawa harus menjadi sebuah sumber pendapatan utama untuk Belanda dan karena itu Gubernur Jenderal Van den Bosch mendorong dimulainya era Tanam Paksa (para sejarawan di Indonesia mencatat periode ini sebagai era Tanam Paksa namun pemerintah kolonial Belanda menyebutnya Cultuurstelsel yang artinya Sistem Kultivasi) di tahun 1830.

Dengan sistem ini, Belanda memonopoli perdagangan komoditi-komoditi ekspor di Jawa. Terlebih lagi, pihak Belanda-lah yang memutuskan jenis (dan jumlah) komoditi yang harus diproduksi oleh para petani Jawa. Secara umum, ini berarti bahwa para petani Jawa harus menyerahkan seperlima dari hasil panen mereka kepada Belanda. Sebagai gantinya, para petani menerima kompensasi dalam bentuk uang dengan harga yang ditentukan Belanda tanpa memperhitungkan harga komoditi di pasaran dunia. Para pejabat Belanda dan Jawa menerima bonus bila residensi mereka mengirimkan lebih banyak hasil panen dibanding waktu sebelumnya, maka mendorong intervensi top-down dan penindasan. Selain pemaksaan penanaman dan kerja rodi, pajak tanah Raffles juga masih berlaku! Sistem Tanam Paksa menghasilkan kesuksesan keuangan. Antara tahun 1832 dan 1852, sekitar 19 persen dari total pendapatan pemerintah Belanda berasal dari koloni Jawa. Antara tahun 1860 dan 1866, angka ini bertambah menjadi 33 persen.

Pada awalnya, sistem Tanam Paksa itu tidak didominasi hanya oleh pemerintah Belanda saja. Para pemegang kekuasaan Jawa, pihak Eropa swasta dan juga para pengusaha Tionghoa ikut berperan. Namun, setelah 1850 - waktu sistem Tanam Paksa direorganisasi - pemerintah kolonial Belanda menjadi pemain utama. Namun reorganisasi ini juga membuka pintu bagi pihak-pihak swasta Eropa untuk mulai mendominasi Jawa. Sebuah proses privatisasi terjadi karena pemerintah kolonial secara bertahap mengalihkan produksi komoditi ekspor kepada para pengusaha swasta Eropa.

Pertanyaan:
1. Sebutkan dampak dari sistem tanam paksa?
2. Apa latar belakang dari sistem tanam paksa?
3. Apa tujuan sistem tanam paksa yang diterapkan oleh Hindia Belanda?
Jawaban di foto kemudian dikirim ke via WA ya...terimkasihKebijakan

Kehidupan Manusia Pra Aksara

   

                                     Ciri-ciri Kehidupan Manusia Praaksara

 

Manusia adalah makhluk yang paling sempurna. Meskipun masih primitif, akan tetapi ia dilengkapi dengan akan pikiran sehingga manusia dapat memikirkan cara-cara untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapinya. Demikian juga dengan manusia praaksara, ia mampu mengatasi kesulitan dan tantangan alam dengan memanfaatkan benda-benda yang ada disekitarnya.

Berdasarkan kemampuan teknologisnya, yang didasarkan pada alat-alat yang ditinggalkannya, periodisasi masyarakat praaksara Indonesia dapat dirinci menjadi

1. Zaman batu yang meliputi: palaeolithikummesozoikum, dan neolitikum.

2. Zaman logam yang meliputi: zaman tembaga, perunggu dan besi.

 

Zaman batu merupakan suatu periode dimana peralatan manusia pada saat itu dibuat dari batu. Dengan kemampuan yang terbatas manusia praaksara memanfaatkan batu untuk membantu mengatasi tantangan alam. Batu mereka manfaatkan untuk membuat kapak, pisau dan alat-alat lain yang menunjang kehidupan mereka pada saat itu. Sedangkan zaman logam merupakan suatu periode dimana manusia praaksara telah mengenal logam dan memanfaatkannya sebagai bahan untuk membuat alat-alat dan perkakas yang dibutuhkannya. Untuk lebih jelasnya marilah kita membahas masing-masing periode perkembangan manusia praaksara tersebut.

 

1. Zaman Palaeolithikum

 

Zaman palaeolithikum atau zaman batu tua merupakan zaman dimana peralatan manusia prasejarah dibuat dari batu yang cara pengerjaannya masih sangat kasar. Zaman ini berlangsung pada zaman pleistosen yang berlangsung kira-kira 600.000 tahun lamanya.

Pada saat itu manusia praaksara kehidupannya masih sangat sederhana. Mereka hidup berkelompok dengan anggota kelompok sebanyak 10-15 orang. Mereka sudah mengenal api, meskipun baru dimanfaatkan sebagai senjata untuk menghadapi makhluk hidup lain, atau untuk menakuti binatang buruan.

Manusia praaksara pada zaman palaeolithikum ini mendapatkan bahan makanan dengan cara berburu dan mengumpulkan makanan dengan memungut langsung dari alam (food gathering). Mereka sangat tergantung dengan persediaan makanan dari alam karena mereka belum mampu memproduksi makanan. Oleh karenanya mereka selalu berpindah pindah tempat (nomaden) mengikuti musim makanan. Apabila makanan di tempat mereka habis, maka mereka akan pindah ke tempat lain yang persediaan makanannya masih mencukupi.

Biasanya manusia purba hidup di dalam gua atau di pinggir sungai dengan tujuan utama untuk mempermudah dalam pencarian makanan. Sungai merupakan tempat yang paling memungkinkan untuk mendapatkan ikan. Sedangkan gua dapat mereka manfaatkan sebagai tempat untuk melindungi diri dari cuaca panas, hujan dan serangan dari binatang buas.

 

 

2. Zaman Mesolithikum

 

Zaman mesolithikum atau zaman batu tengah merupakan zaman peralihan dari zaman palaeolithikum menuju ke zaman neolithikum. Pada zaman ini kehidupan manusia praaksara belum banyak mengalami perubahan. Alat-alat yang dihasilkan masih terlihat kasar meskipun telah ada upaya untuk memper-halus dan mengasahnya.agar kelihatan lebih indah.

Pada masa ini manusia mulai hidup menetap dengan membuat rumah panggung di tepi pantai atau tinggal di dalam gua dan ceruk-ceruk batu padas. Manusia prasejarah juga mulai bercocok tanam dan telah terlihat mulai mengatur masyarakatnya. Mereka melakukan pembagian pekerjaan dimana kaum laki-laki berburu, sedangkan kaum wanita mengurusi anak dan membuat kerajinan berupa anyaman dan keranjang.

Manusia praaksara juga mulai mengenal kesenian. Di dalam sebuah gua di Maros (Sulawesi Selatan) ditemukan tapak tangan berwarna merah dan gambar babi hutan yang oleh para ahli diyakini sebagai bagian dari kebudayaan masyarakat prasejarah. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kebudayaan mesolithikum dapat dikategorikan dalam dua unit budaya yaitu

 

3. Zaman Neolithikum

Zaman neolithikum atau zaman batu muda merupakan revolusi dalam kehidupan manusia praaksara. Hal ini terkait dengan pemikiran mereka untuk tidak menggantungkan diri dengan alam dan mulai berusaha untuk menghasilkan makanan sendiri (food producing) dengan cara bercocok tanam. Di samping bercocok tanam manusia praaksara juga mulai beternak sapi dan kuda yang diambil dagingnya untuk dikonsumsi.

Manusia praaksara juga telah hidup dengan menetap (sedenter). Mereka membangun rumah-rumah dalam kelompok-kelompok yang mendiami suatu wilayah tertentu. Peralatan yang digunakan juga telah diasah dengan halus sehingga kelihatannya lebih indah. Kebudayaan mereka juga telah mengalami kemajuan yang ditunjukkan dengan kemampuan mereka menghasilkan gerabah dan tenunan. Pola hidup menetap yang mereka jalani menghasilkan kebudayaan yang lebih maju, karena mereka mempunyai waktu luang untuk memikirkan kehidupannya.

 

4. Zaman Megalithikum

Zaman megalithikum atau zaman batu besar adalah suatu kebudayaan yang berkaitan dengan kehidupan religius manusia praaksara. Zaman megalithikum sejalan dengan zaman neolithikum karenanya lebih tepat bila disebut dengan kebudayaan megalithikum. Zaman megalithikum terbagi dalam dua fase pencapaian. Fase pertama terkait dengan alat-alat upacara, sedangkan fase kedua terkait dengan upacara penguburan. Kebudayaan megalithikum menghasilkan alat-alat antara lain:

 

1.    Menhir yaitu tugu batu yang dibuat dengan tujuan untuk menghormati roh nenek   

moyang.

2.    Dolmen yaitu meja batu dimana kakinya berupa tugu batu (menhir). Biasanya meja batu ini digunakan untuk meletakkan sesaji. Kadang-kadang dibawah dolmen adalah sebuah kuburan, sehingga orang sering menganggapnya sebagai peti kubur.

3.    Peti kubur yaitu potongan batu yang disusun menjadi sebuah peti yang digunakan untuk meletakkan jenazah.

4.    Sarkofagus yaitu keranda dari batu utuh (monolith)yang dianggap memiliki kekuatan magis.

5.    Waruga adalah peti kubur yang berbentuk kubus atau bulat.

6.    Punden berundak yaitu sebuah bangunan yang digunakan untuk sesaji yang merupakan bentuk dasar dari bangunan candi.

 

Pertanyaan:

1.    Apa yang dimaksud dengan kepercayaan dinamisme, animisme dan totemisme?

2.    Mengapa manusia pra aksara pada masa itu hidup berburu dan meramu?

#tulis jawaban di kolom komentar sebutkan nama dan kelas!

Selasa, 08 September 2020

Kebijakan Politik Hindia Belanda

Sistem Tanam Paksa 

Persaingan dengan para pedagang Inggris, Perang Napoleon di Eropa, dan Perang Jawa mengakibatkan beban keuangan yang berat bagi pemerintah Belanda. Diputuskan bahwa Jawa harus menjadi sebuah sumber pendapatan utama untuk Belanda dan karena itu Gubernur Jenderal Van den Bosch mendorong dimulainya era Tanam Paksa (para sejarawan di Indonesia mencatat periode ini sebagai era Tanam Paksa namun pemerintah kolonial Belanda menyebutnya Cultuurstelsel yang artinya Sistem Kultivasi) di tahun 1830.

Dengan sistem ini, Belanda memonopoli perdagangan komoditi-komoditi ekspor di Jawa. Terlebih lagi, pihak Belanda-lah yang memutuskan jenis (dan jumlah) komoditi yang harus diproduksi oleh para petani Jawa. Secara umum, ini berarti bahwa para petani Jawa harus menyerahkan seperlima dari hasil panen mereka kepada Belanda. Sebagai gantinya, para petani menerima kompensasi dalam bentuk uang dengan harga yang ditentukan Belanda tanpa memperhitungkan harga komoditi di pasaran dunia. Para pejabat Belanda dan Jawa menerima bonus bila residensi mereka mengirimkan lebih banyak hasil panen dibanding waktu sebelumnya, maka mendorong intervensi top-down dan penindasan. Selain pemaksaan penanaman dan kerja rodi, pajak tanah Raffles juga masih berlaku! Sistem Tanam Paksa menghasilkan kesuksesan keuangan. Antara tahun 1832 dan 1852, sekitar 19 persen dari total pendapatan pemerintah Belanda berasal dari koloni Jawa. Antara tahun 1860 dan 1866, angka ini bertambah menjadi 33 persen.

Pada awalnya, sistem Tanam Paksa itu tidak didominasi hanya oleh pemerintah Belanda saja. Para pemegang kekuasaan Jawa, pihak Eropa swasta dan juga para pengusaha Tionghoa ikut berperan. Namun, setelah 1850 - waktu sistem Tanam Paksa direorganisasi - pemerintah kolonial Belanda menjadi pemain utama. Namun reorganisasi ini juga membuka pintu bagi pihak-pihak swasta Eropa untuk mulai mendominasi Jawa. Sebuah proses privatisasi terjadi karena pemerintah kolonial secara bertahap mengalihkan produksi komoditi ekspor kepada para pengusaha swasta Eropa.

Pertanyaan:
1. Sebutkan dampak dari sistem tanam paksa?
2. Apa latar belakang dari sistem tanam paksa?
3. Apa tujuan sistem tanam paksa yang diterapkan oleh Hindia Belanda?
Jawaban di foto kemudian dikirim ke via WA ya...terimkasih

Kehidupan Manusia Pra Aksara

  

                                     Ciri-ciri Kehidupan Manusia Praaksara

 

Manusia adalah makhluk yang paling sempurna. Meskipun masih primitif, akan tetapi ia dilengkapi dengan akan pikiran sehingga manusia dapat memikirkan cara-cara untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapinya. Demikian juga dengan manusia praaksara, ia mampu mengatasi kesulitan dan tantangan alam dengan memanfaatkan benda-benda yang ada disekitarnya.

Berdasarkan kemampuan teknologisnya, yang didasarkan pada alat-alat yang ditinggalkannya, periodisasi masyarakat praaksara Indonesia dapat dirinci menjadi

1. Zaman batu yang meliputi: palaeolithikummesozoikum, dan neolitikum.

2. Zaman logam yang meliputi: zaman tembaga, perunggu dan besi.

 

Zaman batu merupakan suatu periode dimana peralatan manusia pada saat itu dibuat dari batu. Dengan kemampuan yang terbatas manusia praaksara memanfaatkan batu untuk membantu mengatasi tantangan alam. Batu mereka manfaatkan untuk membuat kapak, pisau dan alat-alat lain yang menunjang kehidupan mereka pada saat itu. Sedangkan zaman logam merupakan suatu periode dimana manusia praaksara telah mengenal logam dan memanfaatkannya sebagai bahan untuk membuat alat-alat dan perkakas yang dibutuhkannya. Untuk lebih jelasnya marilah kita membahas masing-masing periode perkembangan manusia praaksara tersebut.

 

1. Zaman Palaeolithikum

 

Zaman palaeolithikum atau zaman batu tua merupakan zaman dimana peralatan manusia prasejarah dibuat dari batu yang cara pengerjaannya masih sangat kasar. Zaman ini berlangsung pada zaman pleistosen yang berlangsung kira-kira 600.000 tahun lamanya.

Pada saat itu manusia praaksara kehidupannya masih sangat sederhana. Mereka hidup berkelompok dengan anggota kelompok sebanyak 10-15 orang. Mereka sudah mengenal api, meskipun baru dimanfaatkan sebagai senjata untuk menghadapi makhluk hidup lain, atau untuk menakuti binatang buruan.

Manusia praaksara pada zaman palaeolithikum ini mendapatkan bahan makanan dengan cara berburu dan mengumpulkan makanan dengan memungut langsung dari alam (food gathering). Mereka sangat tergantung dengan persediaan makanan dari alam karena mereka belum mampu memproduksi makanan. Oleh karenanya mereka selalu berpindah pindah tempat (nomaden) mengikuti musim makanan. Apabila makanan di tempat mereka habis, maka mereka akan pindah ke tempat lain yang persediaan makanannya masih mencukupi.

Biasanya manusia purba hidup di dalam gua atau di pinggir sungai dengan tujuan utama untuk mempermudah dalam pencarian makanan. Sungai merupakan tempat yang paling memungkinkan untuk mendapatkan ikan. Sedangkan gua dapat mereka manfaatkan sebagai tempat untuk melindungi diri dari cuaca panas, hujan dan serangan dari binatang buas.

 

 

2. Zaman Mesolithikum

 

Zaman mesolithikum atau zaman batu tengah merupakan zaman peralihan dari zaman palaeolithikum menuju ke zaman neolithikum. Pada zaman ini kehidupan manusia praaksara belum banyak mengalami perubahan. Alat-alat yang dihasilkan masih terlihat kasar meskipun telah ada upaya untuk memper-halus dan mengasahnya.agar kelihatan lebih indah.

Pada masa ini manusia mulai hidup menetap dengan membuat rumah panggung di tepi pantai atau tinggal di dalam gua dan ceruk-ceruk batu padas. Manusia prasejarah juga mulai bercocok tanam dan telah terlihat mulai mengatur masyarakatnya. Mereka melakukan pembagian pekerjaan dimana kaum laki-laki berburu, sedangkan kaum wanita mengurusi anak dan membuat kerajinan berupa anyaman dan keranjang.

Manusia praaksara juga mulai mengenal kesenian. Di dalam sebuah gua di Maros (Sulawesi Selatan) ditemukan tapak tangan berwarna merah dan gambar babi hutan yang oleh para ahli diyakini sebagai bagian dari kebudayaan masyarakat prasejarah. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kebudayaan mesolithikum dapat dikategorikan dalam dua unit budaya yaitu

 

3. Zaman Neolithikum

Zaman neolithikum atau zaman batu muda merupakan revolusi dalam kehidupan manusia praaksara. Hal ini terkait dengan pemikiran mereka untuk tidak menggantungkan diri dengan alam dan mulai berusaha untuk menghasilkan makanan sendiri (food producing) dengan cara bercocok tanam. Di samping bercocok tanam manusia praaksara juga mulai beternak sapi dan kuda yang diambil dagingnya untuk dikonsumsi.

Manusia praaksara juga telah hidup dengan menetap (sedenter). Mereka membangun rumah-rumah dalam kelompok-kelompok yang mendiami suatu wilayah tertentu. Peralatan yang digunakan juga telah diasah dengan halus sehingga kelihatannya lebih indah. Kebudayaan mereka juga telah mengalami kemajuan yang ditunjukkan dengan kemampuan mereka menghasilkan gerabah dan tenunan. Pola hidup menetap yang mereka jalani menghasilkan kebudayaan yang lebih maju, karena mereka mempunyai waktu luang untuk memikirkan kehidupannya.

 

4. Zaman Megalithikum

Zaman megalithikum atau zaman batu besar adalah suatu kebudayaan yang berkaitan dengan kehidupan religius manusia praaksara. Zaman megalithikum sejalan dengan zaman neolithikum karenanya lebih tepat bila disebut dengan kebudayaan megalithikum. Zaman megalithikum terbagi dalam dua fase pencapaian. Fase pertama terkait dengan alat-alat upacara, sedangkan fase kedua terkait dengan upacara penguburan. Kebudayaan megalithikum menghasilkan alat-alat antara lain:

 

1.    Menhir yaitu tugu batu yang dibuat dengan tujuan untuk menghormati roh nenek   

moyang.

2.    Dolmen yaitu meja batu dimana kakinya berupa tugu batu (menhir). Biasanya meja batu ini digunakan untuk meletakkan sesaji. Kadang-kadang dibawah dolmen adalah sebuah kuburan, sehingga orang sering menganggapnya sebagai peti kubur.

3.    Peti kubur yaitu potongan batu yang disusun menjadi sebuah peti yang digunakan untuk meletakkan jenazah.

4.    Sarkofagus yaitu keranda dari batu utuh (monolith)yang dianggap memiliki kekuatan magis.

5.    Waruga adalah peti kubur yang berbentuk kubus atau bulat.

6.    Punden berundak yaitu sebuah bangunan yang digunakan untuk sesaji yang merupakan bentuk dasar dari bangunan candi.

 

Pertanyaan:

1.    Apa yang dimaksud dengan kepercayaan dinamisme, animisme dan totemisme?

2.    Mengapa manusia pra aksara pada masa itu hidup berburu dan meramu?

#tulis jawaban di kolom komentar sebutkan nama dan kelas!

Senin, 07 September 2020

Kehidupan manusia Pra Aksara

 

                                     Ciri-ciri Kehidupan Manusia Praaksara

 

Manusia adalah makhluk yang paling sempurna. Meskipun masih primitif, akan tetapi ia dilengkapi dengan akan pikiran sehingga manusia dapat memikirkan cara-cara untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapinya. Demikian juga dengan manusia praaksara, ia mampu mengatasi kesulitan dan tantangan alam dengan memanfaatkan benda-benda yang ada disekitarnya.

Berdasarkan kemampuan teknologisnya, yang didasarkan pada alat-alat yang ditinggalkannya, periodisasi masyarakat praaksara Indonesia dapat dirinci menjadi

1. Zaman batu yang meliputi: palaeolithikum, mesozoikum, dan neolitikum.

2. Zaman logam yang meliputi: zaman tembaga, perunggu dan besi.

 

Zaman batu merupakan suatu periode dimana peralatan manusia pada saat itu dibuat dari batu. Dengan kemampuan yang terbatas manusia praaksara memanfaatkan batu untuk membantu mengatasi tantangan alam. Batu mereka manfaatkan untuk membuat kapak, pisau dan alat-alat lain yang menunjang kehidupan mereka pada saat itu. Sedangkan zaman logam merupakan suatu periode dimana manusia praaksara telah mengenal logam dan memanfaatkannya sebagai bahan untuk membuat alat-alat dan perkakas yang dibutuhkannya. Untuk lebih jelasnya marilah kita membahas masing-masing periode perkembangan manusia praaksara tersebut.

 

1. Zaman Palaeolithikum

 

Zaman palaeolithikum atau zaman batu tua merupakan zaman dimana peralatan manusia prasejarah dibuat dari batu yang cara pengerjaannya masih sangat kasar. Zaman ini berlangsung pada zaman pleistosen yang berlangsung kira-kira 600.000 tahun lamanya.

Pada saat itu manusia praaksara kehidupannya masih sangat sederhana. Mereka hidup berkelompok dengan anggota kelompok sebanyak 10-15 orang. Mereka sudah mengenal api, meskipun baru dimanfaatkan sebagai senjata untuk menghadapi makhluk hidup lain, atau untuk menakuti binatang buruan.

Manusia praaksara pada zaman palaeolithikum ini mendapatkan bahan makanan dengan cara berburu dan mengumpulkan makanan dengan memungut langsung dari alam (food gathering). Mereka sangat tergantung dengan persediaan makanan dari alam karena mereka belum mampu memproduksi makanan. Oleh karenanya mereka selalu berpindah pindah tempat (nomaden) mengikuti musim makanan. Apabila makanan di tempat mereka habis, maka mereka akan pindah ke tempat lain yang persediaan makanannya masih mencukupi.

Biasanya manusia purba hidup di dalam gua atau di pinggir sungai dengan tujuan utama untuk mempermudah dalam pencarian makanan. Sungai merupakan tempat yang paling memungkinkan untuk mendapatkan ikan. Sedangkan gua dapat mereka manfaatkan sebagai tempat untuk melindungi diri dari cuaca panas, hujan dan serangan dari binatang buas.

 

 

2. Zaman Mesolithikum

 

Zaman mesolithikum atau zaman batu tengah merupakan zaman peralihan dari zaman palaeolithikum menuju ke zaman neolithikum. Pada zaman ini kehidupan manusia praaksara belum banyak mengalami perubahan. Alat-alat yang dihasilkan masih terlihat kasar meskipun telah ada upaya untuk memper-halus dan mengasahnya.agar kelihatan lebih indah.

Pada masa ini manusia mulai hidup menetap dengan membuat rumah panggung di tepi pantai atau tinggal di dalam gua dan ceruk-ceruk batu padas. Manusia prasejarah juga mulai bercocok tanam dan telah terlihat mulai mengatur masyarakatnya. Mereka melakukan pembagian pekerjaan dimana kaum laki-laki berburu, sedangkan kaum wanita mengurusi anak dan membuat kerajinan berupa anyaman dan keranjang.

Manusia praaksara juga mulai mengenal kesenian. Di dalam sebuah gua di Maros (Sulawesi Selatan) ditemukan tapak tangan berwarna merah dan gambar babi hutan yang oleh para ahli diyakini sebagai bagian dari kebudayaan masyarakat prasejarah. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kebudayaan mesolithikum dapat dikategorikan dalam dua unit budaya yaitu

 

3. Zaman Neolithikum

Zaman neolithikum atau zaman batu muda merupakan revolusi dalam kehidupan manusia praaksara. Hal ini terkait dengan pemikiran mereka untuk tidak menggantungkan diri dengan alam dan mulai berusaha untuk menghasilkan makanan sendiri (food producing) dengan cara bercocok tanam. Di samping bercocok tanam manusia praaksara juga mulai beternak sapi dan kuda yang diambil dagingnya untuk dikonsumsi.

Manusia praaksara juga telah hidup dengan menetap (sedenter). Mereka membangun rumah-rumah dalam kelompok-kelompok yang mendiami suatu wilayah tertentu. Peralatan yang digunakan juga telah diasah dengan halus sehingga kelihatannya lebih indah. Kebudayaan mereka juga telah mengalami kemajuan yang ditunjukkan dengan kemampuan mereka menghasilkan gerabah dan tenunan. Pola hidup menetap yang mereka jalani menghasilkan kebudayaan yang lebih maju, karena mereka mempunyai waktu luang untuk memikirkan kehidupannya.

 

4. Zaman Megalithikum

Zaman megalithikum atau zaman batu besar adalah suatu kebudayaan yang berkaitan dengan kehidupan religius manusia praaksara. Zaman megalithikum sejalan dengan zaman neolithikum karenanya lebih tepat bila disebut dengan kebudayaan megalithikum. Zaman megalithikum terbagi dalam dua fase pencapaian. Fase pertama terkait dengan alat-alat upacara, sedangkan fase kedua terkait dengan upacara penguburan. Kebudayaan megalithikum menghasilkan alat-alat antara lain:

 

1.    Menhir yaitu tugu batu yang dibuat dengan tujuan untuk menghormati roh nenek   

moyang.

2.    Dolmen yaitu meja batu dimana kakinya berupa tugu batu (menhir). Biasanya meja batu ini digunakan untuk meletakkan sesaji. Kadang-kadang dibawah dolmen adalah sebuah kuburan, sehingga orang sering menganggapnya sebagai peti kubur.

3.    Peti kubur yaitu potongan batu yang disusun menjadi sebuah peti yang digunakan untuk meletakkan jenazah.

4.    Sarkofagus yaitu keranda dari batu utuh (monolith)yang dianggap memiliki kekuatan magis.

5.    Waruga adalah peti kubur yang berbentuk kubus atau bulat.

6.    Punden berundak yaitu sebuah bangunan yang digunakan untuk sesaji yang merupakan bentuk dasar dari bangunan candi.

 

Pertanyaan:

1.    Apa yang dimaksud dengan kepercayaan dinamisme, animisme dan totemisme?

2.    Mengapa manusia pra aksara pada masa itu hidup berburu dan meramu?

#tulis jawaban di kolom komentar sebutkan nama dan kelas!

Jumat, 04 September 2020

Kuis kelas 10

 Assalamualaikum... 

Anak anak hari ini pelajaran sejarah Indonesia akan dilaksanakan kuis. soal akan Bapak bagikan berupa google form melalui grup Whatshaap kelas... Jangan lupa sebelum mengerjakan soal, sholat Dhuha terlebih dahulu.

Waalaikumsalam...

Selamat mengerjakan...

Kamis, 03 September 2020

Kuis Kelas 10

   Assalamualaikum... 

Anak anak hari ini pelajaran sejarah Indonesia akan dilaksanakan kuis. soal akan Bapak bagikan berupa google form melalui grup Whatshaap kelas... Jangan lupa sebelum mengerjakan soal, sholat Dhuha terlebih dahulu.

Waalaikumsalam...

Selamat mengerjakan...

Rabu, 02 September 2020

Kuis Kelas 10

  Assalamualaikum... 

Anak anak hari ini pelajaran sejarah Indonesia akan dilaksanakan kuis. soal akan Bapak bagikan berupa google form melalui grup Whatshaap kelas... Jangan lupa sebelum mengerjakan soal, sholat Dhuha terlebih dahulu.

Waalaikumsalam...

Selamat mengerjakan...

Selasa, 01 September 2020

Kuis kelas 10

 Assalamualaikum... 

Anak anak hari ini pelajaran sejarah Indonesia akan dilaksanakan kuis. soal akan Bapak bagikan berupa google form melalui grup Whatshaap kelas... Jangan lupa sebelum mengerjakan soal, sholat Dhuha terlebih dahulu.

Waalaikumsalam...

Selamat mengerjakan...