Kamis, 11 Februari 2021

Materi Kelas X

 Nama Guru     : Putut Wisnu Kurniawan M.Pd.

  Mapel            : Sejarah Indonesia

  Kelas            : X 

  KD                : 3.5 Menganalisis berbagai teori tentang proses masuknya agama dan

                        kebudayaan Hindu dan Buddha ke Indonesia

Assalamualaikum… apa kabar anak anakku? Pelajaran sejarah hari ini silahkan pelajari materi dibawah ini kemudian kita tanya jawab di WAG ya… jangan lupa laksanakan sholat dhuha … selamat belajar.

Berdirinya Majapahit

Telah cukup jelas kakawin Nagarakertagama (Sejarah Pembentukan Negara)11 adalah sumber utama untuk pengetahuan sejarah dan kebudayaan Majapahit dari abad ke-14, dan prapanca sebagai pembesar urusan agama Budha yang pernah tinggal di kota Majapahit, Prapanca sendiri dijelaskan dalam Negarakertagama adalah keturunan seorang pujangga juga, bernama Sameneka12. Prapanca yang Menyaksikan sendiri segala hal-ihwal dalam kehidupan di keraton, terutama tentang seluk beluk kehidupan di keraton. Dari Nagarakertagama kita bisa mengetahui bagaimana wujud keraton Majapahit pada zaman pemerintahan Hayam Wuruk.

Majapahit   adalah   sebuah   kerajaan   yang   berpusat   di   Jawa   Timur, Indonesia, kenapa bisa dikatakan demikian, karena bila dilihat dari peninggalan Majapahit yang keseluruhanya berada di Jawa Timur khususnya di Trowulan Mojokerto  yang  menjadi  bukti  kongkrit  adanya  kerajaan  Majapahit.  Kota Trowulan yang sekarang ini bisa membuktikaan bahwa posisi Trowulan sendiri sangatlah strategis yang dapat diakses baik melalui jalan darat maupun jalan air, dan letak Trowulan yang berada di daerah yang relatif datar dan dekat dengan pusat  kerajaan  terdahulu  seperti  Kediri,  Singhasari,  Jenggala,  dan  Panjalu. sehingga sangat memungkinkan terjadinya kontak antara daerah-daerah tersebut, baik untuk kepentingan perdagangan, sosial budaya, maupun politik. Dan kota ini letaknya tidak terlalu jauh dari kota pelabuhan seperti Surabaya, Gresik, Tuban, dan Pasuruan13. Kerajaan yang pernah berdiri dari sekitar tahun 1293 hingga 1528M.    ini,   mencapai   puncak   kejayaannya   menjadi   kemaharajaan   raya   yangmenguasai wilayah yang luas di nusantara pada masa kekuasaan Hayam Wuruk, yang berkuasa dari tahun 1350 hingga 138915.

Meskipun Hanya terdapat sedikit bukti fisik dari sisa-sisa Kerajaan Majapahit, dan sejarahnya yang sedikit sulit dicari karena memang pada dasarnya sumber sejarah  Majapahit  dari  Nagarakertagama,  Pararaton  dan  Babad  serta tutur turun temurun dari masyarakat. Sumber utama yang digunakan oleh para sejarawan adalah Pararaton (Kitab Raja-raja)16 dalam bahasa Kawi dan Nagarakretagama dalam bahasa Jawa Kuno. Pararaton sendiri lebih banyak menceritakan Ken Arok (pendiri Kerajaan Singhasari) namun juga memuat beberapa bagian pendek mengenai terbentuknya Majapahit. Sementara itu, Nagarakertagama merupakan puisi Jawa Kuno yang ditulis pada masa keemasan Majapahit di bawah pemerintahan Hayam Wuruk.17  Setelah masa itu, hal yang terjadi tidaklah jelas. Selain itu, terdapat beberapa prasasti dalam bahasa Jawa Kuno maupun catatan sejarah dari Tiongkok dan negara-negara lain. Keakuratan semua naskah berbahasa Jawa tersebut dipertentangkan. Tidak dapat disangkal bahwa sumber-sumber itu memuat unsur non-historis dan mitos atau  dalam  bahasa  pak  hugiono  disebut  Pseudo  History18.  Beberapa  sarjana seperti C.C. Berg menganggap semua naskah tersebut bukan catatan masa lalu, tetapi  memiliki  arti  superanatural  dalam  hal  dapat  mengetahui  masa  depan. Namun demikian, banyak pula sarjana yang beranggapan bahwa garis besar sumber-sumber tersebut dapat diterima karena memang sejalan dengan catatan sejarah dari Tiongkok, khususnya daftar penguasa dan keadaan kerajaan yang tampak cukup pasti. Sejarah  Majapahit  disebutkan  dalam  kitab  Pararaton  dan Nagarakertagama diawali dengan pembukaan hutan Tarik oleh Raden Wijaya yang  terletak  di  Delta  Sungai  Brantas,  peristiwa  tersebut  terjadi  pada  tahun129319. Sebelum berdirinya Majapahit, Singhasari telah menjadi kerajaan paling kuat di Jawa20. Hal ini menjadi perhatian Kubilai Khan, penguasa di Tiongkok21. Ia mengirim utusan ke Singhasari yang menuntut upeti. Kertanagara, penguasa kerajaan Singhasari yang terakhir menolak untuk membayar upeti dan mempermalukan utusan tersebut dengan merusak wajahnya dan memotong telinganya. Kubilai Khan marah dan lalu memberangkatkan ekspedisi besar ke Jawa tahun 1293

Majapahit secara umum dapat dianggap sebagai titik puncak kebudayaan Hindu Jawa23  walaupun relatif sedikit yang diketahui tentangnya. Setelah pengulinggan Raja Kertanegara dari Singgasari oleh para pemberontak Kediri. dan diambil alih oleh Prabu Jayakatwang Raja Kediri, Raden Wijaya sebagai menantu Kertanegara24, dan juga Raden Wijaya adalah anak dari Dyah Lembu Tal, cucu Mahisa Campaka atau Narasinghamurti, Buyut Mahisa Wongateleng dan Canggah Ken Arok dan Ken Dedes25. Kertarajasa Jayawardhana atau disebut juga Raden Wijaya nantinya adalah pendiri Kerajaan Majapahit sekaligus raja Majapahit    pertama    yang    memerintah    pada    tahun    1293-1309.    Dengan gelar Nararya  Sanggramawijaya  Sri  Maharaja  Kertarajasa  Jayawardhana  atau biasa   juga   dengan   gelar   Prabu   Kertarajasa   Jayawardana.   Raden   Wijaya merupakan nama yang lazim dipakai para sejarawan untuk menyebut pendiri Kerajaan Majapahit. Nama ini terdapat dalam Pararaton yang ditulis sekitar akhir abad ke-15.

Setelah pemberontakan Jayakatwang. Raden Wijaya melarikan diri dari kejaraan  para  pasukaan  Jayakatwang,  dan  pada  saat  itu  juga  Raden  Wijaya mencari  perlindungan  dari  Aria  Wiraraja  yang  masih  setia  pada  kerajaan Majapahit, pada saat Raden Wijaya datang, penyambutan yang sangat baik dilakukan oleh Wiraraja, ketika penjamuan makan ada sebuah dialog panjang yang    dilakukan    oleh    Wiraraja    dengan    Raden    Wijaya,    Raden    Wijaya menyampaikan cita-citanya bahwa ingin mengulingkan Prabu Jayakatwang dan mendirikan kerajaan baru dan menguasai jawa, Wiraraja akan diberi setengah dari kekuasaan Raden Wijaya jika hal itu terjadi26, mendengar hal tersebut Aria Wiraraja menyatakan kesedianya akan membantu segala usaha Raden Wijaya, kemudian Wiraraja memberikan saran kepada Raden Wijaya untuk berpura-pura menyerahkan diri ke Prabu Jayakatwang dan Wiraraja juga berpesan agar Raden Wijaya Selama tinggal disana untuk menyelidki kekuatan Kediri kemudian mengajukan permohonan untuk membuka hutan dan tanah tandus di Tarik.

Setelah itu Wiraraja mengirim utusan ke Daha mengirim surat berisi pernyataan bahwa Raden Wijaya menyerahkan diri. Dalam waktu Singkat hutan Tarik berhasil di buka dan menjadi perkampungan baru dengan nama Majapahit27, disini Raden Wijaya mulai mempersiapkan pemberontaan ke Jayakatwang. Pada saat yang bersamaan juga Jawa diserang pasukan Mongol pada 1292 1293 yang ingin  membalas  dendam atas  pengusiran  utusan  Mongol  yang  dilakukan  oleh kertanegara pada 128928. Tidak menyadari perincian politik Jawa, mereka dibujuk oleh putra Kertanegara yaitu Raden Wijaya untuk membantunya mengulingkan pangeran Kediri yaitu Jayakatuwang. Setelah Kediri dikalahkan dan Jayakatwang berhasil dibunuh, Raden Wijaya meminta izin pulang ke Majapahit dengan alasan untuk menyiapkan upeti bagi kaisar Mongol, tanpa ada rasa curiga sedikitpun panglima Mongol mengizinkan bahkan para panglima memberikan pengawal dua orang  perwira  dan  dua  ratus  prajurit  untuk  mengawal  Raden  Wijaya.  Para pengawal Mongol yang mengawal ke Majapahit semuanya dibunuh oleh pasukan Majapahit dan Raden Wijaya kemudian menyerang orang Mongol yang sedang berkubu di Daha dan Canggu mabuk-mabuk mengadakan pesta kemenanggan, pasukan   Monggol   terdesak   dan   mundur   kelaut   dalam   kejaraan   pasukan Majapahit.

Raden Wijaya kemudian memindahkan ibukota ke Trowulan, mendirikan kerajaan Majapahit dan mengambil nama Kertarajasa Jayawardhana. Mengapa Raden wijaya mengambil nama Abhiseka Kertarajasa Jayawardhana, dijelaskan dalam prasasti tahun 1305 M bagian II30. Dikatakan bahwa nama beliau terdiri dari beberapa suku kata yang dapat dipecah menjadi empat kata yakni : Kerta, Rajasa, Jaya dan Wardhana. Unsur Kerta mengandung arti bahwa Raden Wijaya memperbaiki  pulau  Jawa  dari  kekacauan,  yang  ditimbulkan  oleh  penjahat- penjahat dan menciptakan kesejahteraan bagi rakyat sama dengan matahari yang menerangi bumi, Unsur Rajasa mengandung arti, bahwa Raden Wijaya berjaya mengubah   suasana   gelap   menjadi   terang   benderang   akibat   kemenanganyamterhadap musuh dengan kata lain Raden Wijaya adalah pengempur musuh, Unsur Jaya mengandung arti, bahwa Raden Wijaya mempunyai lambang kemenangan berupa senjata tombak berujung mata tiga (Trisula muka), karena senjata itu segenap musuh hancur lebur. Unsur Wardhana mengandung arti, bahwa Raden Wijaya menghidupkan Agama, melipat gandakan hasil bumi, bagi kesejahteraan rakyatnya.   Pada   masa   Raden   Wijaya   terdapat   beberapa   pemberontakandiantaranya  Pemberontakan  Ranggalawe,  Lembu  sora.  Yang  semuanya  dapat diredam oleh Raden Wijaya.

B.  Puncak Kejayaan Majapahit

Rajapatni (Gayatri) wafat pada tahun 1350. Setelah ibundanya wafat, Ratu Tribuwanatunggadewi menyerahkan tahta Majapahit kepada putranya, Hayam Wuruk. Ketika naik tahta Hayam Wuruk baru berusia 16 tahun31. Setelah naik tahta Hayam Wuruk bergelar Sri Rajasanegara. Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, Majapahit mengalami zaman keemasan. Hayam Wuruk didampingi oleh Mahapatih Gajah Mada. Hayam Wuruk menjadi raja Majapahit yang paling terkenal. Gajah Mada meneruskan cita-citanya. Satu persatu kerajaan di nusantara dapat ditaklukkan dibawah Majapahit. Wilayah kerajaannya meliputi hampir seluruh wilayah nusantara sekarang, ditambah Tumasik (Singapura) dan Semenanjung Melayu32.

Kebesaran Majapahit mencapai puncaknya pada zaman pemerintahan Ratu Tribhuwanatunggadewi  Jayawishnuwardhani  (1328-1350  M).  Dan  mencapai zaman keemasan pada masa pemerintahan Prabhu Hayam Wuruk (1350-1389 M) dengan Mahapatih Gajah Mada-nya yang kesohor dipelosok Nusantara itu. Pada masa itu kemakmuran benar-benar dirasakan seluruh rakyat nusantara33  Hayam Wuruk Sri Rajasanegara sebagai raja Majapahit berlangsung sesudah mangkatnyaSri Rajapatni pada tahun saka 127234  (1350 M),   hal ini juga dibuktikan dalam piagam Singasari yang menjelaskan bahwa dengan penobatan Hayam Wuruk sebagai raja Majapahit, Tribuwanatunggadewi Jayawisnuwardhani berhenti memagung tampuk pimpinan negara35.

Hayam Wuruk dibantu dengan patihnya Yaitu Gadjah Mada yang dikenal denganSumpa Palapa dia bersumpah tidak akan merasakan palapa (menikmati istirahat) sebelum menyatukan Nusantara di bawah naungan Majapahit36. Pada masa Hayam Wuruk seluruh wilayah nusantara dapat dipersatukan dengan Panji- panji kerajaan Majapahit. Pengaruh kekuasaan dan kerjasama Majapahit meluas sampai ke luar nusantara. Pada era Hayam Wuruk agama Hindu menjadi agama para rakyat Majapahit secara keseluruhan, agama Hindu mempunyai dua sifat khusus pertama Adanya Trimurti sebagai kesatuan 3 dewa tertinggi yaitu Brahma adalah Dewa pencipta, Wisnu adalah Dewa pemelihara, dan Siwa adalah Dewa pembinasaan. Kedua Kitab suci Purana isinya berbagai macam cerita kuno yang dikumpulkan dari cerita-cerita yang hidup dikalangan rakyat mengenai kehidupan para  dewa,  tentang  penciptaan  dunia.37   Berbeda  dengan  Hayam  Wuruk  yang beragama Hindu agama mahapatih Gadjah Mada adalah Budha. Seperti yang kita ketahui asal muasal agama Hindu dan Budha berasal dari India, India sendiri terletak di kawasan Benua Asia dengan wilayah terluas ketujuh di dunia.

Kemajuan kerajaan Majapahit dapat kita lihat dalam wilayah kekuasaan Majapahit, dalam Negarakertagama, wilayah Majapahit diawali dengan sebuah kota kecil yang dibangun di daerah Tarik, yang awalnya merupakan sebuah hutan belantara, berkat orang-orang yang dikirim oleh Aria Wiraraja untuk membuka hutan tersebut39, akhirnya berdiri sebuah desa benama Majapahit, dan baru setelah Daha  runtuh  berkat  serbuan  tentara  tartar  dengan  Raden  Wijaya  juga  ikut menyerbu Jayakatwang, desa Majapahit dijadikan pusat pemerintahaan kerajaan baru,  yang  disebut  dengan  kerajaan  Majapahit.  Pada  masa  itu  kekuasaan Majapahit meliputi daerah lama kerajaan Singhasari hanya sebagian saja wilayah Jawa  Timur.  Sepeninggal  Ranggalawe  dan  atas  janji  Raden  Wijaya  yang diberikan kepada Wiraraja kerajaan Majapahit dibelah menjadi dua. Bagian timur yang meliputi daerah Lumajang, diserahkan kepada Wiraraja. Pada masa ini kerajaan Majapahit hanya meliputi daerah Kediri, Singhasari, Jenggala dan Madura.40

Wilayah Majapahit akhirnya diperluas berkat penundukan Sadeng, di tepi sungai badadung dan keta di pantai utara dekat Panarukan seperti diberitakan dalam Negarakertagama, pada masa ini Majapahit menguasai seluruh wilayah Jawa Timur dan pulau Madura. Baru setelah seluruh Jawa Timur di kuasai penuh, Majapahit mulai menjangkau pulau-pulau diluar Jawa yang disebut nusantara. Seperti yang dijelaskan pada kitab Nagarakertagama Pupuh XII-XV yang sudah ditranletrasikan oleh Slamet Muljana dibawah ini :

Dalam isi Negarakertagama ini kita bisa melihat betapa luas wilayah Majapahit pada masa pemerintahaan Hayam Wuruk. Walaupun secara akurat tidak ada bukti sejarah yang cukup banyak mengenai kekuasaan Majapahit, namun beberapa data dari  beberapa  sumber  seperti  Kitab  Negarakertagama  dan  Kitab  Pararaton ternyata mengalami kecocokan dengan prasasti-prasasti yang ada sekarang.

Hayam Wuruk juga memperhatikan kegiatan kebudayaan. Hal ini terbukti dengan  banyaknya  candi  yang  didirikan  dan  kemajuan  dalam  bidang  sastra. Candi-candi   peninggalan   Majapahit,   antara   lain   Candi   Sawentar,   Candi Sumberjati, Candi Surawana, Candi Tikus, dan Candi Jabung. Karya sastra yang terkenal pada masa kerajaan Majapahit ialah Kitab Negarakertagama karangan Empu Prapanca dan Kitab Sutasoma karangan Empu Tantular. Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, terjadi Perang Bubad. Perang Bubad terjadi antara kerajaan Majapahit dan kerajaan Pajajaran. Hayam Wuruk bermaksud mempersunting putri raja Pajajaran yaitu Putri Dyah Pitaloka, raja Pajajaran pada saat itu Sri Baduga Maharaja dengan pengikutnya mengantrakan Putri Dyah Pitaloka ke Majapahit, sesampainya didaerah Bubad, rombangan berhenti menunggu jemputan dari istana Majapahit yang dipimpin oleh Gadjah Mada. Di bubad ini terjadi perselisihan pendapat Gadjah Mada menghendaki agar perkawinan  itu  dilaksanakan  dengan  cara  Sri  Baduga  Maharaja  menyerahkan Dyah Pitaloka sebagai persembahan kepada Hayam Wuruk, Dilain pihak Sri Baduga  merasa  terhina  dengan  perkataan  Gadjah  Mada  akhirnya  terjadilah peperangan  yang  tidak  bisa  dihindari42.  Kemudian  Hayam  Wuruk  menikah  dengan Paduka sori anak Bhre Wengker Wijayarajasa (suami bhre Daha raja dewi Maharajasa, bibi Hayam Wuruk). Dari pernikahan tersebut Hayam Wuruk mempunyai   putri   Kusumawardhani.   Dari   selir   yang   lain   Hayam   Wuruk mempunyai putra yaitu bhre Wirabhumi.43    Gajah Mada wafat pada tahun 1364 M. Sedangkan Hayam Wuruk wafat pada tahun 1389. Setelah dua tokoh ini wafat, Majapahit perlahan-lahan mengalami kemunduran.

 

 

C.  Runtuhnya Majapahit dan Kedatangan Islam

Dalam tradisi Jawa ada sebuah konogram atau candrasengkala yg berbunyi sirna ilang kertaning bumi. Sengkala ini konon adalah tahun berakhir Majapahit dan harus dibaca sebagai 0041 yaitu tahun 1400 Saka atau 1478 Masehi. Arti sengkala ini adalah sirna hilanglah kemakmuran bumi. Namun demikian yg sebenarnya  digambarkan  oleh  candrasengkala  tersebut  adalah  gugurnya  Bhre Kertabumi raja ke-11 Majapahit pada tahun 147844 oleh Girindrawardhana. Dalam  berita Portugis, runtuhnya Majapahit pada permulaan abad 16 tahun 1520 M, menurut berita tersebut pada tahun 1489 orang-orang sebelah timur semua masih menyembah berhala kecuali di Malaka, pantai Sumatera, kota-kota besar di pantai Jawa dan kepulauan Maluku memeluk agama Islam.

Sesudah mencapai puncaknya pada abad ke-14, kekuasaan Majapahit berangsur-angsur melemah. Setelah wafatnya Hayam Wuruk pada tahun 1389, Majapahit memasuki masa kemunduran salah satunya adalah akibat konflik perebutan takhta. Pewaris Hayam Wuruk adalah putri mahkota Kusumawardhani, yang menikahi sepupunya sendiri, pangeran Wikramawardhana. Hayam Wuruk juga memiliki seorang putra dari selirnya yaitu Wirabhumi yang juga menuntut haknya atas takhta. Akhirnya munculah perang saudara yang pertama kali yang sering  disebut  perang  Paregreg  diperkirakan  terjadi  pada  tahun  1405-140646, antara Wirabhumi melawan Wikramawardhana. Perang ini akhirnya dimenangi Wikramawardhana,   Tampaknya   perang   saudara   ini   melemahkan   kendali Majapahit atas daerah-daerah taklukannya diseberang. Pada kurun pemerintahan Wikramawardhana, serangkaian ekspedisi laut Dinasti Ming yang dipimpin oleh laksamana Cheng Ho, seorang jenderal muslim China, tiba di Jawa beberapa kali antara kurun waktu 1405 sampai 143347. Sejak tahun 1430 ekspedisi Cheng Ho ini telah menciptakan komunitas muslim China dan Arab di beberapa kota pelabuhan pantai utara Jawa, seperti di Semarang, Demak, Tuban, dan Ampel; maka Islam pun mulai memiliki pijakan di pantai utara Jawa. Ketika pertengahan kekuasaan Majapahit, pedagang Muslim dan para penyebar agama sudah mulai memasuki nusantara.

Dengan  kebudayaan  yang  begitu  besar  Majapahit  pun  tidak  lepas  dari Islam,  karena  di  Jawa  proses  islamisasi  sudah  berlangsung  oleh  masyarakat muslim  yang  datang  dari  Timur  Tengah48,  kemudian  mengislamkan  mereka dengan berebagai cara diantaranya melalui perkawinan, dan perdagangan. Meskipun  belum  meluas  terbukti  dengan  ditemukanya  makam  Fatimah  binti Maimun di Leran Gersik yang berangka tahun 475H (1082 M)49. Berita tentang Islam pada abad 11-12 memang masih sangat langka. Akan tetapi pada abad ke-13  dan  abad-abad  berikutnya,  terutama  ketika  mencapai  puncak  kebesaranya, bukti-bukti adanya proses islamisasi sudah mulai banyak, salah satunya dengan ditemukanya makam Trowulan.  Pada  akhir  abad  ke-14  dan awal abad  ke-15, pengaruh Majapahit di seluruh nusantara mulai berkurang. Pada saat bersamaan, sebuah kerajaan perdagangan baru yang berdasarkan Islam, yaitu Kerajaan islam Malaka, mulai muncul dibagian barat nusantara.

Di bagian barat kemaharajaan yang mulai runtuh ini, Majapahit tak kuasa lagi membendung kebangkitan Kesultanan Malaka yang pada pertengahan abad ke-15 mulai menguasai Selat Malaka dan melebarkan kekuasaannya ke  pulau Jawa dan banyak Mubalihgh dikirim atau datang sendiri secara sukarela ke daerah ini untuk Islamisasi, baik Islamisasi intern maupun ekstern, salah satunya adalah Syekh Maulana Ishaq, (ayah Sunan Giri) yang menjadi Mubaligh di Blambangan,pantai utara Jawa Timur bagian ujung timur50. Sementara itu beberapa jajahan dandaerah taklukan Majapahit di daerah  lainnya di nusantara, satu persatu mulai melepaskan diri dari kekuasaan Majapahit.Tidak hanya Malaka setelah itu juga terdapat kerajaan Islam pertama di Jawa yaitu Demak yang didirikan oleh Raden Patah, yang pada perkembangan selanjutnya, secara terang-terangan Demak memisahkan diri dari Majapahit. Keberhasilan tersebut, tentunya tidak terlepas dari bantuan daerah-daerah pesisir, seperti  Jepara,  Surabaya,  Kudus,  dan  Banten.  Demak  menjadi  kerajaan  yang berdiri sendiri dan bercorak Islam, dengan raja pertamanya Raden Patah51, runtuhnya   Majapahit   pun   tidak   lepas   dari   keikutsertaan   Demak.   Hal   ini dikarenakan salah satu penyebab runtuhnya Majapahit adalah adanya intervensi Demak. Hal tersebut menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan, antara lain: pertama dalam bidang keagamaan, masyarakat Majapahit, yang semula sebagai pemeluk Hindhu-Budha beralih ke Islam, terlebih lagi dengan masyarakat pesisir pantai  Utara  Jawa.  Kedua,  adanya  percampuran  budaya  Jawa  dengan  Islam. Ketiga beralihnya kekuasaan Hindhu-Budha ke sistem kekuasaan bercorak Islam. Menurut serat kandha dan babad yang bersifat Islam yang ditulis kemudian dan Menurut cerita, peristiwa direbutnya kota kerajaan kuno Majapahit oleh orang Islam pada 1527 M.

52 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. chesta arya agil saputra
    X IPA 1

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Natasyah Amanda Novi Syahfitri
    X IPA 5

    BalasHapus