Senin, 11 Januari 2021

Peristiwa Rengasdengklok (Kelas XI)


 

 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Peristiwa Rengasdengklok

 

Keinginan para pemuda untuk memaksa golongan tua agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia gagal sehingga para pemuda segera mengadakan rapat di Jalan Cikini 71. Mereka memutuskan untuk membawa Ir. Sukarno dan Moh.Hatta ke luar kota dengan tujuan untuk menjauhkan mereka dari pengaruh Jepang. Menurut jalan pemikiran pemuda jika Sukarno-Hatta masih berada di Jakarta maka kedua tokoh ini akan dipengaruhi dan ditekan oleh Jepang serta menghalanginya untuk memproklamirkan kemerdekaan ini dilakukan. Rengsadengklok dipilih untuk mengamankan Sukarno-Hatta berdasarkan pertimbangan daerah   tersebut jauh dari jalan raya sehingga mudah mengawasi gerak-gerik tentara Jepang.

Rengasdengklok dipilih untuk mengamankan Sukarno-Hatta karena perhitungan militer. Antara anggota Peta Daidan Purwakarta dan Daidan Jakarta terdapat hubungan erat sejak mereka melakukan latihan bersama-sama. Selain itu Rengasdengklok letaknya terpencil yakni 15 Km ke dalam dari Kedung-gede, Karawang  pada  Jalan  raya  Jakarta-Cirebon.  Dengan  demikian  deteksi  dapat dengan mudah dilaksanakan terhadap setiap gerakan tentara Jepang yang hendadatang ke Rengasdengklok baik yang datang dari arah Jakarta, maupun dari arah Bandung atau Jawa Tengah, karena pastilah mereka harus melalui Kedung-gede dahulu dimana pasukan Tentara Peta telah bersiap-siap untuk menahanya.

Sikap inilah yang tidak disetujui oleh golongan muda, yang menganggap PPKI   adalah   bada Jepang   da tida menyetujui   lahirny proklamasi kemerdekaan secara apa yang telah dijanjikan oleh Jenderal Besar Terauci dalam pertemuan di Dalath. Sebaliknya golongan muda menghendaki terlaksananya proklamasi kemerdekaan dengan kekuatan sendiri lepas sama sekali dari pemerintah Jepang.

Sutan Sjahrir termasuk tokoh yang pertama yang mendesak diproklamasikannya  kemerdekaan  Indonesia  oleh  Ir.  Sukarno  dan  Drs.  Moh. Hatta tanpa menunggu janji Jepang yang dikatakannya sebagai tipu muslihat belaka. Karena ia mendengarkan radio yang tidak disegel oleh pemerintah militer Jepang,  ia  mengetahui  bahwa  Jepang  sudah  memutuskan  untuk  menyerah. Desakan tersebut dilakukannya pada tanggal 15 Agustus 1945, dalam suatu pertemuan dengan Drs. Moh. Hatta tak lama sesudah Hatta kembali dari Dalath. Tetapi Ir. Sukarno dan Drs. Moh. Hatta masih mencari kebenaran berita tentang kapitulasi Jepang secara resmi dan tetap ingin membicarakan pelaksanaan proklamasi pada rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia.

 

 

3.   Terjadinya Peristiwa Rengasdengklok

 

Desas-desus bahwa Jepang sudah atau akan menyerah terhadap Sekutu memicu aksi beberapa organisasi bawah tanah yang sudah siap untuk bangkit melawan Jepang apabila Sekutu mendarat di Indonesia. Pada 10 Agustus 1945, setelah mendengar siaran radio bahwa Jepang menyerah terhadap sekutu, Soetan Sjahrir mendesak Mohammad Hatta agar bersama Soekarno segera memproklamasikan  kemerdekaan  Indonesia.  Sjahrir  juga  meyakinkan  Hatta bahwa ia akan didukung para pejuang bawah tanah serta banyak unit Peta.

Tindakan selanjutnya diambil oleh golongan pemuda yang terlebih dahulu mengadakan suatu perundingan di salah satu ruangan Lembaga Bakteriologi di 

Pegangsaan Timur, Jakarta. Pada tanggal 15 agustus, 1945, jam 20.00 WIB. Diantara hadirin Nampak Chairul Saleh, Djohar Nur, Kusnandar, Subadio, Subianto, Margono, di samping Wikrana dan Armansjah dari golongan kaigun. Keputusan rapat yang dipimpin oleh Cairul Saleh menunjukan tuntutan-tuntutan radikal golongan pemuda yang diantaranya menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah hak dan soal rakyaIndonesia sendiri, tak dapat digantung- gantungkan pada orang dan kerajaan lain. Segala ikatan dan hubungan dengan janji kemerdekaan dari Jepang harus diputuskan dan sebaliknya diharapkan diadakannya perundingan dengan Ir. Sukarno dan Drs. Moh. Hatta agar supaya mereka turut menyatakan proklamasi.

Keputusan rapat tersebut disampaikan oleh Wikana dan Darwis pada saat yang sama yakni jam 22.00 WIB di rumah kediaman Ir. Sukarno, Pegangsaan Timur   (Sekarang   jala Proklamasi)   56,   Jakarta Tuntuta Wikran agar proklamasi   dinyataka oleh   Ir.   Sukarno   pada   keesoka harinya   telah menegangkan suasana karena ia mengatakan bahwa akan terjadi pertumpahan darah jika keinginan mereka tidak dilaksanakan.

Mendengar ancaman itu, Ir. Soekarno menjadi sangat marah dan menlontarkan kata-kata yang bunyinya sebagai berikut: Inilah leherku, saudara boleh membunuh saya sekarang juga. Saya tidak bisa melepas tanggung jawab saya sebagai ketua PPKI. Karena itu, saya akan tanyakan kepada wakil-wakil PPKI besok. Suasana hangat itu disaksikan oleh golongan nasionalis angkatan tua lainnya seperti Drs. Moh. Hatta, dr. Buntaran, dr. Samsi, Mr. Ahmad Subardjo dan  Iwa  Kusumasumantri.  Nampak  adanya     perbedaan  pendapat,  dimana golongan pemuda tetap mendesak agar besok tanggal 16 agustus 1945 dinyatakan proklamasi, sedangkan golongan pemimpin angkatan tua masih menekankan perlunya diadakan rapat PPKI terlebih dahulu.

 

Walaupun demikian, Sjahrir yang percaya bahwa Sukarno bersedia untuk segera untuk memproklamasikan kemerdekaan melalui naskah deklarasi berisi kata-kata yang sangat anti-Jepang yang telah disiapkan Sjahrir maupun kawaan-kawannya, segera mengorganisasi kelompok-kelompok bawah tanah dan pelajar Jakarta untuk mengadakan demonstrasi umum dan kerusuhan militerSalinan naskah deklarasi kemerdekaan yang anti-Jepang itu sudah dikirimkan ke seluruh pelosok Pulau Jawa untuk segera diterbitkan begitu Sukarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia yang diharapkan akan terlaksana pada 5 Agustus 1945.

 

Setelah segala persiapan dimulai, jelaslah bahwa Sukarno dan Hatta tidak bersedia memproklamasikan kemerdekaan pada 15 Agustus. Sjahrir tidak dapat menghubungi semua pemimpin kelompoknya pada waktu yang tepat guna mengabarkan pembatalan proklamasi. Revolusi akhirnya meletus secara terpisah di Cirebon pada 15 Agustus dibawah pimpinan Dr. Sudarsono, tetapi berhasil dipadamkan oleh Jepang.

 

Perbedaa pendapa itu   telah   membawa   golonga pemuda   kepada tindakan selanjutnya yakni menculik Ir. Sukarno dan Drs. Moh. Hatta ke Rengasdengklok.   Tindakan   itu   berdasarkan   keputusan   rapat   terakhi yang diadakan pada jam 24.00 WIB menjelang tanggal 16 agustus 1945 di Cikini 71, Jakarta. Rapat selain dihadiri oleh pemuda-pemuda yang berapat sebelumnya di ruangan Lembaga Bakteriologi, Pegangsaan Timur, Jakarta, Juga dihadiri oleh Sukarni, Jusuf Kunto, Dr. Muwardi dari barisan pelopor, Syodanco Singgih dari Daidan Peta Jakarta Syu.

Mereka bersama Cairul Saleh telah bersepakat untuk melaksanakan keputusan rapat pada waktu itu, yaitu antara lain menyingkirkan Ir. Sukarno dan Drs. Moh. Hatta ke luar kotadengan tujuan untuk menjauhkan mereka dari segala pengaruh Jepang. Demikianlah pada tanggal 16 agustus 1945 jam 04.00WIB terjadi peristiwa penculikan Ir. Sukarno dan Drs. Moh. Hatta untuk dibawa ke luar kota menuju Rengasdengklok, yang jaraknya 15 Km dari Kedung Gede, Karawang.

Rencana berjalan dengan lancar karena diperolehnya dukungan berupa perlengkapan Tentara PETA dari Cudanco Latief Hendrayaningrat yang pada saat itu  sedang  menggantikan  Daidanco  Kasman  Singodimedjo  yang  bertugas  keBandung. Demikianlah pada tanggal 15 agustus 1945 pukul 04.30 waktu jaman Jepang (pukul 04.00 WIB) Ir. Sukarno dan Drs. Moh.Hatta oleh sekelompok pemuda dibawah keluar kota menuju ke Rengasdengklok, sebuah kota kawedanan dari sebelah timur Jakarta.

Sukarno dan Hatta yang disertai ibu Fatmawati dan Guntur Sukarno Putra dibawah ke rumah seorang warga keturunan Tionghoa bernama Jiauw Ki Song. Para pemuda berusaha meyakinkan kedua tokoh tersebut agar berusaha meyakinkan kedua tokoh tersebut agar segera memproklamasikan kemerdekaan tanpa campur tangan tentara Jepang. Mereka meyakinkan Sukarno bahwa Jepang telah menyerah dan para pejuang telah siap untuk melawan Jepang, apa pun resikonya.

Jepang sudah mengetahui perihal penculikan Sukarno dan Hatta, Ahmad Soebarjo  yang memiliki hubungan  dekat  dengan  kelompok  Sukarni,  pergi  ke Rengasdengklok-tentu saja dengan sepengetahuan Laksamana Maeda atau setidaknya para pejabat militer Jepang untuk membujuk Sukarni maupun para pemimpin   mahasiswa untuk kembali ke Jakarta bersama dengan Sukarno dan Hatta. Hal itu membenarkan kecurigaan Sukarno dan Hatta Jepang sudah mengetahui rencana besar tentang proklamasi kemerdekaan. Mereka juga menjadi semakin percaya bahwa sekumpulan penduduk yang sudah dipersenjatai dan berjaga-jaga di pinggiran Ibu kota tidaklah memadai karena kini mereka tidak dapat lagi mengadakan serangan mendadak terhadap Jepang.

 

Sukarno   da Hatta   masih   ingin   menghindar pertumpaha darah, sedangkan kelompok-kelompok bawah tanah mengikuti tuntutan Sjahrir agar kemerdekaan Indonesia segera diproklamasikan dalam kata-kata yang sangat anti- Jepang sampai-sampai seluruh rakyat Indonesia bersedia menggulingkan Jepang secara bersama-sama. Sementara itu, kelompok bawah tanah pimpinan Sukarni yang didukung oleh sejumlah kelompok persatuan mahasiswa telah kehilangan kesabaran,  sehingga  pada  16  Agustus  1945  pukul  04.00,  mereka  menculik Sukarno dan Hatta untuk dibawa ke Garnisun Peta di Rengasdengklok.


 

Di sana,   mereka meyakinkan Sukarno dan Hatta bahwa Jepang benar- benar sudah menyerah. Kemudian mereka mencoba membujuk keduanya untuk segera memproklamasikan kemerdekaan. Sukarni bersikeras bahwa ada 15.000 pemuda bersenjata di pinggir-pinggir Jakarta yang siap memasuki ibu kota begitu proklamasi dikumandangkan. Namun, upaya itu tidak terlalu berhasil. Sementara itu, di Jakarta telah terjadi kesepakatan antara golongan tua yang diwakili oleh Ahmad Subardjo dengan Wikana dari golongan muda untuk mengadakan proklamasi di Jakarta.

 

Dilain  pihak,  Laksamana  Muda  Maeda  bersedia  rumahnya  dijadikan tempat perundingandan menjamin keselamatan mereka selama berada di rumahnya.  Berdasarkan  kesepakatan itu,  Jusuf Kunto  dari  pihak pemuda dan Subardjo menuju Rengasdengklok untuk menjemput Soekarno. Semua ini dilakukan tidak lepas dari rasa prihatin sebagai orang Indonesia, sehingga terpanggil untuk mengusahakan agar proklamasi kemerdekaan Indonesia dapat dilaksanakan secepat mungkin.

 

Sesampainy di   Rengasdengklok   rombonga yang   membaw Ir. Sukarno  dan  Drs.  Moh.  Hatta  langsung  menuju  ke  markas  kompi  Cudanco Subeno.  Disana  berlangsung  pembicaraan  antara  Ir.  Sukarno,  Sukarni  dan Singgih, sementara Drs. Moh. Hatta sedang ke luar ruangan. Sukarni atas nama golongan pemuda mendesak kembali agar Ir. Sukarno bersedia memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Pembicaraan diantara mereka tidak membawa hasil. Tetapi dalam pembicaraannya dengan Singgih, akhirnya   Ir. Sukarno bersedia untuk menyetujui desakan golongan pemuda yang diwakili oleh Singgih, supaya proklamasi kemerdekaan diucapkan tanpa campur tangan pemerintah Jepang.

Sementara  itu  antara  Mr.  Ahmad  Subardjo  dengan  Wikana  terdapat sepakat bahwa proklamasi kemerdekaan harus dilakukan di Jakarta, di mana Laksamana Maeda bersedia akan menjamin keselamatan selama mereka berada di rumahnya. Karena itu Jusuf Kunto hari itu juga membawa Mr. Ahmad Subardjo bersama Sudiro (Mbah) ke Rengasdengklok untuk menjemput Sukarno dan HattaRombongan tiba pukul 07.00 WIB. Di Rengasdengklok antara golongan tua dan golongan muda tidak terjadi perundingan, hanya telah diberi jaminan oleh Ahmad Subardjo   denga taruha nyawa   bahwa   proklamasi   kemerdekaa akan diumumkan pada tanggal 17 agustus 1945.

Rombongan yang terdiri atas Ahmad Subardjo, Sudiro, dan Jusuf Kunto segera   berangka menuju   Rengasdengklok,   tempa dimana   Sukarn dan Moh.Hatta diamankan oleh pemuda. Selanjutnya, Ahmad Subardjo berhasil meyakinkan pemuda, bahwa proklamasi akan dilaksanakan keesokan harinya paling lambat pukul 12.00 WIB. Akhirnya, Subeno sebagai komandan kompi PETA setempat bersedia mengijinkan Sukarno-Hatta ke Jakarta. Ahmad Subardjo kemudian menghubungi Laksamana Maeda untuk meminta bantuannya. Laksamana Maeda mengijinkan rumahnya digunakan sebagai tempat menyusun naskah proklamasi. Beliau berjanji akan menjaga keselamatannya selagi masih didalam rumahnya.

Sjahrir kemudian menemui Sukarno mendesaknya untuk berjanji agar kemerdekaan Indonesia segera diproklamasikan. Akan tetapi, ia tidak mendapat jaminan dari Sukarno bahwa proklamasi kemerdekaan akan dilakukan dengan kata-kata yang sangat anti-Jepang sebagaimana yang disarankan Sjahrir dan kelompoknya.

Sehari penuh Sukarno dan Hatta berada di Rengasdengklok. Maksud para pemuda untuk menekan mereka berdua supaya segera melaksanakan Proklamasi Kemerdekaan terlepas dari setiap kaitan dengan Jepang, rupa-rupanya tidak terlaksana. Agaknya kedua pemimpin senior itu mempunyai wibawa yang cukup besar, sehingga para pemuda yang membawanya ke Rengasdengklok segan untuk melakukan penekanan. Namun dalam suatu pembicaraan berdua dengan Sukarno, Shodanco Singgih   menganggap Sukarno menyatakan kesediaannya untuk mengadakan proklamasi itu segera sesudah kembali ke Jakarta. Berdasarkan anggapa it Singgih   pada   tenga hari   it kembali   ke   Jakarta   untuk menyampaikan   rencan Proklamasi   it kepada   kawan-kawany pemimpin pemuda.


Begitu kembali ke Jakarta pada 16 Agustus 1945 tengah malam, Hatta segera menghubungi tangan-kanan panglima Angkatan  perang Jepang dii Jawa. Pejabat tersebut memberitahu Hatta bahwa yang dimaksud dengan Jepang menyerah‘‘ adalah bahwa Jepang ‗‘  hanya menjadi agen sekutu‘‘  dan berarti Jepang tidak akan menyetujui proklamasi kemerdekaan oleh orang Indonesia. Menjadi jelaslah bagi Hatta dan Sukarno bahwa revolusi damai mustahil terjadi dan bahwa cara-cara proklamasi kemerdekaan yang disarankan oleh Sjahrir, Sukarni, Wikana, maupun pemimpin gerakan bawah tanah lainnya merupakan satu-satunya cara untuk mencapai kemerdekaan.Sesampainya di Jakarta pada jam 23.00 WIB rombongan menuju rumah Laksamana Maeda di JL. Imam Bonjol No.1 (sekarang tempat kediaman resmi Duta Besar Inggris) setelah Sukarno dan Hatta singgah di rumah masing-masing terlebih dulu. Ditempat inilah naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia disusun. Sebelumnya Sukarno dan Hatta telah menemui Somubuco, Mayor Jenderal Nisyimura untuk menjajagi sikapnya mengenai proklamasi kemerdekaan. Dengan segan-segan Nisymura mengikatkan diri untuk tidak menghalang-halangi proklamasi, ada tidak ada pernyataan yang anti Jepang

55 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. Latar belakang terjadinya Peristiwa Rengasdengklok adalah keinginan golongan muda, agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia segera setelah Jepang menyerah pada 15 Agustus 1945 kepada Sekutu., untuk menghindari kembalinya Belanda ke Indonesia dan menghindari adanya kekosongan kekuasaan (vacuum of power).

      Peristiwa Rengasdengklok adalah peristiwa penculikan yang dilakukan oleh sejumlah pemuda antara lain Soekarni, Wikana, Aidit dan Chaerul Saleh dari perkumpulan "Menteng 31" terhadap Soekarno dan Hatta, peristiwa rengasdengklok ini terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 04.00 WIB. Peristiwa Rengasdengklok terjadi karena beda pendapat dari Golongan muda dan golongan tua.semangat para golongan muda yang ingin mendesak dilaksanakan nya proklamasi kemerdekaan tanpa adanya campur tangan pemerintah jepang oleh karena itu mereka menculik Soekarno Hatta ke Rengasdengklok. berharap Soekarno dan Hatta bersedia menyatakan Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 16 Agustus 1945. Namun Sukarno dan Hatta menolak usul ini. Setelah Ahmad Subarjo datang dan memastikan bahwa kemerdekaan Indonesia akan dilaksanakan tanggal 17 Agustus 1945, maka para pemuda bersedia melepaskan Soekarno dan Hatta beserta rombongannya untuk kembali ke Jakarta.Akhirnya, Proklamasi kemerdekaan Indonesia dibacakan di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat, yang saat ini dinamakan Jalan Proklamasi.

      Hapus
  3. RISKI FASHA JUNIANSYAH PUTRA
    XI IPA 4

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Balasan
    1. 1. faktor-faktor yang menyebabkan peristiwa rengasdengklok
      -adanya ketidaksepakatan antara para pejuang kemerdekaan dari golongan tua dan golongan muda mengenai waktu proklamasi kemerdekaan Indonesia
      -Kaum muda ingin kemerdekaan diproklamasikan segera

      2. Terjadinya peristiwa rengasdengklok
      - Latar belakang terjadinya Peristiwa Rengasdengklok adalah keinginan golongan muda, agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia segera setelah Jepang menyerah pada 15 Agustus 1945 kepada Sekutu., untuk menghindari kembalinya Belanda ke Indonesia dan menghindari adanya kekosongan kekuasaan (vacuum of power).
      - Peristiwa ini dilatarbelakangi keinginan para tokoh tua dalam perjuangan kemerdekaan, yaitu Achmad Soebardjo, Soekarno dan Hatta, yang ingin agar kemerdekaan diproklamasikan melalui PPKI (Panitia Persiapan kemerdekaan Indonesia). Namun golongan muda berpendapat bahwa kemerdekaan Indonesia tidak boleh bergantung pada negara lain, dan tidak ingin proklamasi kemerdekaan melalui PPKI yang merupakan bentukan Jepang. Golongan muda juga menginginkan kemerdekaan diproklamasikan segera setelah Jepang menyerah pada 15 Agustus 1945 kepada Sekutu. Para pemuda khawatir bila menunggu terlalu lama, maka Belanda akan kembali ke Indonesia dengan mebonceng Sekutu yang memenangi Perang Dunia II. Para pemuda juga ingin menghindari adanya kekosongan keuangan (vacuum of power) akibat menyerahnya Jepang yang membuat tidak ada pemerintahan di Indonesia. Para pemuda membawa Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok, dan berharap Soekarno dan Hatta bersedia menyatakan Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 16 Agustus 1945. Namun Sukarno dan Hatta menolak usul ini. Setelah Ahmad Subarjo datang dan memastikan bahwa kemerdekaan Indonesia akan dilaksanakan tanggal 17 Agustus 1945, maka para pemuda bersedia melepaskan Soekarno dan Hatta beserta rombongannya untuk kembali ke Jakarta.Akhirnya, Proklamasi kemerdekaan Indonesia dibacakan di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat, yang saat ini dinamakan Jalan Proklamasi. Tempat ini merupakan kediaman Ir Sukarno.

      Hapus
  6. Balasan
    1. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Peristiwa Rengasdengklok

      Keinginan para pemuda untuk memaksa golongan tua agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia gagal sehingga para pemuda segera mengadakan rapat di Jalan Cikini 71. Mereka memutuskan untuk membawa Ir. Sukarno dan Moh.Hatta ke luar kota dengan tujuan untuk menjauhkan mereka dari pengaruh Jepang. Menurut jalan pemikiran pemuda jika Sukarno-Hatta masih berada di Jakarta maka kedua tokoh ini akan dipengaruhi dan ditekan oleh Jepang serta menghalanginya untuk memproklamirkan kemerdekaan ini dilakukan.
      Sutan Sjahrir termasuk tokoh yang pertama yang mendesak diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia oleh Ir. Sukarno dan Drs. Moh. Hatta tanpa menunggu janji Jepang yang dikatakannya sebagai tipu muslihat belaka. Karena ia mendengarkan radio yang tidak disegel oleh pemerintah militer Jepang, ia mengetahui bahwa Jepang sudah memutuskan untuk menyerah. Desakan tersebut dilakukannya pada tanggal 15 Agustus 1945, dalam suatu pertemuan dengan Drs. Moh. Hatta tak lama sesudah Hatta kembali dari Dalath. Tetapi Ir. Sukarno dan Drs. Moh. Hatta masih mencari kebenaran berita tentang kapitulasi Jepang secara resmi dan tetap ingin membicarakan pelaksanaan proklamasi pada rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia.

      Proses terjadinya rengasdengklok

      Pada 10 Agustus 1945, setelah mendengar siaran radio bahwa Jepang menyerah terhadap sekutu, Soetan Sjahrir mendesak Mohammad Hatta agar bersama Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Sjahrir juga meyakinkan Hatta bahwa ia akan didukung para pejuang bawah tanah serta banyak unit Peta.
      Revolusi akhirnya meletus secara terpisah di Cirebon pada 15 Agustus dibawah pimpinan Dr. Sudarsono, tetapi berhasil dipadamkan oleh Jepang.



      Perbedaan pendapat itu telah membawa golongan pemuda kepada tindakan selanjutnya yakni menculik Ir. Sukarno dan Drs. Moh. Hatta ke Rengasdengklok. Tindakan itu berdasarkan keputusan rapat terakhir yang diadakan pada jam 24.00 WIB menjelang tanggal 16 agustus 1945 di Cikini 71, Jakarta rencana berjalan lancar
      Begitu kembali ke Jakarta pada 16 Agustus 1945 tengah malam, Hatta segera menghubungi tangan-kanan panglima Angkatan perang Jepang dii Jawa. Pejabat tersebut memberitahu Hatta bahwa yang dimaksud dengan ‗‘Jepang menyerah‘‘ adalah bahwa Jepang ‗‘ hanya menjadi agen sekutu‘‘ dan berarti Jepang tidak akan menyetujui proklamasi kemerdekaan oleh orang Indonesia. Menjadi jelaslah bagi Hatta dan Sukarno bahwa revolusi damai mustahil terjadi dan bahwa cara-cara proklamasi kemerdekaan yang disarankan oleh Sjahrir, Sukarni, Wikana, maupun pemimpin gerakan bawah tanah lainnya merupakan satu-satunya cara untuk mencapai kemerdekaan.Sesampainya di Jakarta pada jam 23.00 WIB rombongan menuju rumah Laksamana Maeda di JL. Imam Bonjol No.1 (sekarang tempat kediaman resmi Duta Besar Inggris) setelah Sukarno dan Hatta singgah di rumah masing-masing terlebih dulu. Ditempat inilah naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia disusun. Sebelumnya Sukarno dan Hatta telah menemui Somubuco, Mayor Jenderal Nisyimura untuk menjajagi sikapnya mengenai proklamasi kemerdekaan. Dengan segan-segan Nisymura mengikatkan diri untuk tidak menghalang-halangi proklamasi, ada tidak ada pernyataan yang anti Jepang

      Hapus
  7. RISKI FASHA JUNIANSYAH PUTRA
    XI IPA 4

    Kesimpulan peristiwa rengasdengklok adalah semangat para golongan muda yang ingin mendesak dilaksanakan nya proklamasi kemerdekaan tanpa adanya campur tangan pemerintah jepang

    BalasHapus
  8. Muhammad zhafir Al kamil
    XI IPA 4

    Peristiwa Rengasdengklok ini terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 04.00. WIB, Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok, Karawang, untuk kemudian didesak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, sampai dengan terjadinya kesepakatan antara golongan tua yang diwakili oleh Soekarno dan Hatta serta Mr. Ahmad Subardjo dengan golongan muda tentang kapan proklamasi akan dilaksanakan.

    Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia rencananya akan dibacakan Ir.Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta pada hari Jumat, 17 Agustus 1945 di lapangan rumah Bung Karno di Jl.Pegangsaan Timur 56. Dipilih rumah Bung Karno bahwa ada sebuah acara yang akan diselenggarakan, sehingga tentara-tentara jepang sudah berjaga-jaga, untuk menghindari kericuhan, antara penonton saat terjadi pembacaan teks proklamasi. Naskah teks proklamasi di susun di rumah Laksamana Muda Maeda di Jakarta.

    BalasHapus
  9. Adinda monica
    XI IPA 4

    kesimpulannya٫Semua nilai-nila yang terkandung dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik ini harus di maknai dan diwariskan kepada generasi penerus.

    BalasHapus
  10. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  11. Suci tri arelia
    XI IPA 4
    kesimpulannya peristiwa rengasdengklok adalah peristiwa penculikan oleh 3 pemuda antara lain wikana, sukarni dan Chairul Saleh terhadap Soekarno dan Hatta, kemudian dibawa ke Rengasdengklok untuk didesak agar mempercepat memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

    BalasHapus
  12. meilia ardana
    xi ipa 4
    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Peristiwa Rengasdengklok

    Keinginan para pemuda untuk memaksa golongan tua agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia gagal sehingga para pemuda segera mengadakan rapat di Jalan Cikini 71. Mereka memutuskan untuk membawa Ir. Sukarno dan Moh.Hatta ke luar kota dengan tujuan untuk menjauhkan mereka dari pengaruh Jepang. Menurut jalan pemikiran pemuda jika Sukarno-Hatta masih berada di Jakarta maka kedua tokoh ini akan dipengaruhi dan ditekan oleh Jepang serta menghalanginya untuk memproklamirkan kemerdekaan ini dilakukan.
    Sutan Sjahrir termasuk tokoh yang pertama yang mendesak diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia oleh Ir. Sukarno dan Drs. Moh. Hatta tanpa menunggu janji Jepang yang dikatakannya sebagai tipu muslihat belaka. Karena ia mendengarkan radio yang tidak disegel oleh pemerintah militer Jepang, ia mengetahui bahwa Jepang sudah memutuskan untuk menyerah. Desakan tersebut dilakukannya pada tanggal 15 Agustus 1945, dalam suatu pertemuan dengan Drs. Moh. Hatta tak lama sesudah Hatta kembali dari Dalath. Tetapi Ir. Sukarno dan Drs. Moh. Hatta masih mencari kebenaran berita tentang kapitulasi Jepang secara resmi dan tetap ingin membicarakan pelaksanaan proklamasi pada rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia.

    Proses terjadinya rengasdengklok

    Pada 10 Agustus 1945, setelah mendengar siaran radio bahwa Jepang menyerah terhadap sekutu, Soetan Sjahrir mendesak Mohammad Hatta agar bersama Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Sjahrir juga meyakinkan Hatta bahwa ia akan didukung para pejuang bawah tanah serta banyak unit Peta.
    Revolusi akhirnya meletus secara terpisah di Cirebon pada 15 Agustus dibawah pimpinan Dr. Sudarsono, tetapi berhasil dipadamkan oleh Jepang.



    Perbedaan pendapat itu telah membawa golongan pemuda kepada tindakan selanjutnya yakni menculik Ir. Sukarno dan Drs. Moh. Hatta ke Rengasdengklok. Tindakan itu berdasarkan keputusan rapat terakhir yang diadakan pada jam 24.00 WIB menjelang tanggal 16 agustus 1945 di Cikini 71, Jakarta rencana berjalan lancar
    Begitu kembali ke Jakarta pada 16 Agustus 1945 tengah malam, Hatta segera menghubungi tangan-kanan panglima Angkatan perang Jepang dii Jawa. Pejabat tersebut memberitahu Hatta bahwa yang dimaksud dengan ‗‘Jepang menyerah‘‘ adalah bahwa Jepang ‗‘ hanya menjadi agen sekutu‘‘ dan berarti Jepang tidak akan menyetujui proklamasi kemerdekaan oleh orang Indonesia. Menjadi jelaslah bagi Hatta dan Sukarno bahwa revolusi damai mustahil terjadi dan bahwa cara-cara proklamasi kemerdekaan yang disarankan oleh Sjahrir, Sukarni, Wikana, maupun pemimpin gerakan bawah tanah lainnya merupakan satu-satunya cara untuk mencapai kemerdekaan.Sesampainya di Jakarta pada jam 23.00 WIB rombongan menuju rumah Laksamana Maeda di JL. Imam Bonjol No.1 (sekarang tempat kediaman resmi Duta Besar Inggris) setelah Sukarno dan Hatta singgah di rumah masing-masing terlebih dulu. Ditempat inilah naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia disusun. Sebelumnya Sukarno dan Hatta telah menemui Somubuco, Mayor Jenderal Nisyimura untuk menjajagi sikapnya mengenai proklamasi kemerdekaan. Dengan segan-segan Nisymura mengikatkan diri untuk tidak menghalang-halangi proklamasi, ada tidak ada pernyataan yang anti Jepang

    BalasHapus
  13. Jeni ayu amanda
    XI IPA 4

    Peristiwa Rengasdengklok adalah peristiwa penculikan yang dilakukan oleh sejumlah pemuda antara lain Soekarni, Wikana, Aidit dan Chaerul Saleh dari perkumpulan "Menteng 31" terhadap Soekarno dan Hatta. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 03.00. WIB, Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok, Karawang, untuk kemudian didesak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia,sampai dengan terjadinya kesepakatan antara golongan tua yang diwakili Soekarno dan Hatta serta Mr. Achmad Subardjo dengan golongan muda tentang kapan proklamasi akan dilaksanakan terutama setelah Jepang mengalami kekalahan dalam Perang Pasifik.

    Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia rencananya akan dibacakan Ir.Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta pada hari Jumat, 17 Agustus 1945 di lapangan rumah Bung Karno di Jl.Pegangsaan Timur 56. Dipilih rumah Bung Karno bahwa ada sebuah acara yang akan diselenggarakan, sehingga tentara-tentara jepang sudah berjaga-jaga, untuk menghindari kericuhan, antara penonton saat terjadi pembacaan teks proklamasi


    BalasHapus
  14. Sabrina Aulia Rahma
    XI IPA 4

    kesimpulan :
    - Peristiwa rengasdengklok terjadi karena, untuk mengamankan Soekarno - Hatta, karena perhitungan militer.
    - Rengasdengklok dipilih karena letaknya terpencil yakni 15km ke dlm dari Kedung-gede, Karawang pd jln raya Jakarta - Cirebon.

    BalasHapus
  15. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  16. Cindy Arviomitha
    XI IPA 4

    Kesimpulan :

    Para golongan muda ingin mempercepat proses proklamasi tanpa harus menunggu atau terpengaruh oleh bangsa Jepang. Dan Ir. Soekarno dibawa ke Rengasdengklok untuk diamankan supaya tidak terpengaruh oleh Jepang. Dengan demikian Bangsa Indonesia dapat segera memproklamasikan kemerdekaan tanpa gangguan dari pihak Jepang sehingga Indonesia bisa merdeka seutuhnya

    BalasHapus
  17. Endy Tupala
    XI IPA 4

    Kesimpulannya Rengasdengklok merupakan peristiwa para golongan muda yang ingin mendesak dilaksanakan nya proklamasi kemerdekaan tanpa adanya campur tangan pemerintah jepang yg terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 04:00 WIB, Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok, Karawang, untuk kemudian didesak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, sampai dengan terjadinya kesepakatan antara golongan tua yang diwakili oleh Soekarno dan Hatta serta Mr. Ahmad Subardjo dengan golongan muda tentang kapan proklamasi akan dilaksanakan.

    BalasHapus
  18. Widia Dwi Aprilia
    XI IPA 4
    Kesimpulan:
    peristiwa Rengasdengklok merupakan peristiwa Para pemuda mengamankan Soekarno - Hatta ke Rengasdengklok, Jawa Barat dengan tujuan agar Soekarno - Hatta segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia

    BalasHapus
  19. Irene Nazwa Fadilla
    XI IPA 4

    Peristiwa Rengasdengklok ini terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 04.00. WIB, Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok, Karawang, untuk kemudian didesak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, sampai dengan terjadinya kesepakatan antara golongan tua yang diwakili oleh Soekarno dan Hatta serta Mr. Ahmad Subardjo dengan golongan muda tentang kapan proklamasi akan dilaksanakan.

    Alasan Peristiwa Rengasdengklok terjadi beda pendapat dari Golongan Tua dan Golongan Muda. Pemuda ingin Bung Karno segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia selagi terjadi kekosongan kekuasaan (vacuum of power). Golongan Tua ingin menunggu hasil sidang PPKI. Pemuda berusaha mengamankan Bung Karno dan Bung Hatta agar tidak mendapat pengaruh dari pihak Jepang.

    Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia rencananya akan dibacakan Ir.Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta pada hari Jumat, 17 Agustus 1945 di lapangan rumah Bung Karno di Jl.Pegangsaan Timur 56. Dipilih rumah Bung Karno bahwa ada sebuah acara yang akan diselenggarakan, sehingga tentara-tentara jepang sudah berjaga-jaga, untuk menghindari kericuhan, antara penonton saat terjadi pembacaan teks proklamasi. Naskah teks proklamasi di susun di rumah Laksamana Muda Maeda di Jakarta.

    BalasHapus
  20. Amelia Anggela
    Xl IPA 4

    Kesimpulan peristiwa rengasdengklok adalah semangat para golongan muda yang ingin mendesak dilaksanakan nya proklamasi kemerdekaan tanpa adanya campur tangan pemerintah jepang.Peristiwa Rengasdengklok adalah peristiwa penculikan yang dilakukan oleh sejumlah pemuda antara lain Soekarni, Wikana, Aidit dan Chaerul Saleh dari perkumpulan "Menteng 31" terhadap Soekarno dan Hatta. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 03.00. WIB, Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok, Karawang, untuk kemudian didesak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia,sampai dengan terjadinya kesepakatan antara golongan tua yang diwakili Soekarno dan Hatta serta Mr. Achmad Subardjo dengan golongan muda tentang kapan proklamasi akan dilaksanakan terutama setelah Jepang mengalami kekalahan dalam Perang Pasifik.

    BalasHapus
  21. Difa Aisha Zalsabina
    XI IPA 4

    Kesimpulannya,Peristiwa Rengasdengklok ini terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 04.00 WIB. Peristiwa Rengasdengklok terjadi karena beda pendapat dari Golongan muda dan golongan tua.semangat para golongan muda yang ingin mendesak dilaksanakan nya proklamasi kemerdekaan tanpa adanya campur tangan pemerintah jepang oleh karena itu mereka menculik Soekarno Hatta ke Rengasdengklok.

    Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia rencananya akan dibacakan Ir.Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta pada hari Jumat, 17 Agustus 1945 di lapangan rumah Bung Karno di Jl.Pegangsaan Timur 56. Dipilih rumah Bung Karno bahwa ada sebuah acara yang akan diselenggarakan, sehingga tentara-tentara jepang sudah berjaga-jaga, untuk menghindari kericuhan, antara penonton saat terjadi pembacaan teks proklamasi. Naskah teks proklamasi di susun di rumah Laksamana Muda Maeda di Jakarta.

    BalasHapus
  22. Vanni Dwi Rianty
    XI IPA 4

    Kesimpulannya:
    peristiwa penculikan yang dilakukan oleh sejumlah pemuda antara lain Soekarni, Wikana, Aidit dan Chaerul Saleh dari perkumpulan "Menteng 31" terhadap Soekarno dan Hatta. ... Menghadapi desakan tersebut, Soekarno dan Hatta tetap tidak berubah pendirian.

    BalasHapus
  23. Agil Thoriq Al-Ghufroni
    XI IPA 4

    kesimpulannya peristiwa rengasdengklok adalah peristiwa penculikan oleh 3 pemuda antara lain wikana, sukarni dan Chairul Saleh terhadap Soekarno dan Hatta, kemudian dibawa ke Rengasdengklok untuk didesak agar mempercepat memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

    BalasHapus
  24. Latifatuz Zahro
    Xl IPA 4

    kesimpulan
    peristiwa rengasdengklok adalah peristiwa penculikan oleh 3 pemuda antara lain wikana, sukarni dan Chairul Saleh terhadap Soekarno dan Hatta, kemudian dibawa ke Rengasdengklok untuk didesak agar mempercepat memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
    Rengasdengklok dipilih karena letaknya terpencil yakni 15km ke dalam dari Kedunggede, Karawang pada jalan raya Jakarta-Cirebon.

    BalasHapus
  25. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Peristiwa Rengasdengklok

    Keinginan para pemuda untuk memaksa golongan tua agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia gagal sehingga para pemuda segera mengadakan rapat di Jalan Cikini 71. Mereka memutuskan untuk membawa Ir. Sukarno dan Moh.Hatta ke luar kota dengan tujuan untuk menjauhkan mereka dari pengaruh Jepang. Rengsadengklok dipilih untuk mengamankan Sukarno-Hatta berdasarkan pertimbangan daerah tersebut jauh dari jalan raya sehingga mudah mengawasi gerak-gerik tentara Jepang.Rengasdengklok dipilih untuk mengamankan Sukarno-Hatta karena perhitungan militer. Antara anggota Peta Daidan Purwakarta dan Daidan Jakarta terdapat hubungan erat sejak mereka melakukan latihan bersama-sama. Selain itu Rengasdengklok letaknya terpencil yakni 15 Km ke dalam dari Kedung-gede, Karawang pada Jalan raya Jakarta-Cirebon. Dengan demikian deteksi dapat dengan mudah dilaksanakan terhadap setiap gerakan tentara Jepang yang hendak datang ke Rengasdengklok baik yang datang dari arah Jakarta, maupun dari arah Bandung atau Jawa Tengah, karena pastilah mereka harus melalui Kedung-gede dahulu dimana pasukan Tentara Peta telah bersiap-siap untuk menahanya.PPKI adalah badan Jepang dan tidak menyetujui lahirnya proklamasi kemerdekaan secara apa yang telah dijanjikan oleh Jenderal Besar Terauci dalam pertemuan di Dalath.h. Desakan tersebut dilakukannya pada tanggal 15 Agustus 1945, dalam suatu pertemuan dengan Drs. Moh. Hatta tak lama sesudah Hatta kembali dari Dalath. Tetapi Ir. Sukarno dan Drs. Moh. Hatta masih mencari kebenaran berita tentang kapitulasi Jepang secara resmi dan tetap ingin membicarakan pelaksanaan proklamasi pada rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia.Golongan muda juga menginginkan kemerdekaan diproklamasikan segera setelah Jepang menyerah pada 15 Agustus 1945 kepada Sekutu. Para pemuda khawatir bila menunggu terlalu lama, maka Belanda akan kembali ke Indonesia dengan mebonceng Sekutu yang memenangi Perang Dunia II. Para pemuda juga ingin menghindari adanya kekosongan keuangan (vacuum of power) akibat menyerahnya Jepang yang membuat tidak ada pemerintahan di Indonesia. Para pemuda membawa Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok, dan berharap Soekarno dan Hatta bersedia menyatakan Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 16 Agustus 1945. Namun Sukarno dan Hatta menolak usul ini. Setelah Ahmad Subarjo datang dan memastikan bahwa kemerdekaan Indonesia akan dilaksanakan tanggal 17 Agustus 1945, maka para pemuda bersedia melepaskan Soekarno dan Hatta beserta rombongannya untuk kembali ke Jakarta.Akhirnya, Proklamasi kemerdekaan Indonesia dibacakan di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat, yang saat ini dinamakan Jalan Proklamasi. Tempat ini merupakan kediaman Ir Sukarno.

    BalasHapus
  26. Tri Septi Secaria
    XI IPA 4

    Kesimpulan:
    - Faktor yg mempengaruhi peristiwa Rengasdengklok adl Keinginan para pemuda untuk memaksa golongan tua agar segera memproklamasikan kemerdekaan indonesia.
    - Rengasdengklok dipilih untuk mengamankan Sukarno-Hatta karena perhitungan militer. 
    - Selain itu Rengasdengklok letaknya terpencil yakni 15 Km ke dalam dari Kedung-gede, Karawang  pada  Jalan  raya  Jakarta-Cirebon. Dengan  demikian  deteksi  dapat dengan mudah dilaksanakan terhadap setiap gerakan tentara Jepang yang hendak datang ke Rengasdengklok 

    BalasHapus
  27. Aryo Ardenaswari
    Xl IPA 4

    kesimpulan
    peristiwa rengasdengklok adalah peristiwa penculikan oleh 3 pemuda antara lain wikana, sukarni dan Chairul Saleh terhadap Soekarno dan Hatta, kemudian dibawa ke Rengasdengklok untuk didesak agar mempercepat memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
    Rengasdengklok dipilih karena letaknya terpencil yakni 15km ke dalam dari Kedunggede, Karawang pada jalan raya Jakarta-Cirebon

    BalasHapus
  28. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  29. Falsyafah Naura
    XI IPA 4

    •Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Peristiwa Rengasdengklok
    Keinginan para pemuda untuk memaksa golongan tua agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia gagal sehingga para pemuda segera mengadakan rapat di Jalan Cikini 71. Mereka memutuskan untuk membawa Ir. Sukarno dan Moh.Hatta ke luar kota dengan tujuan untuk menjauhkan mereka dari pengaruh Jepang.Rengasdengklok dipilih untuk mengamankan Sukarno-Hatta karena perhitungan militer.Sutan Sjahrir termasuk tokoh yang pertama yang mendesak diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia oleh Ir. Sukarno dan Drs. Moh. Hatta tanpa menunggu janji Jepang yang dikatakannya sebagai tipu muslihat belaka.mengetahui bahwa Jepang sudah memutuskan untuk menyerah. Desakan tersebut dilakukannya pada tanggal 15 Agustus 1945, dalam suatu pertemuan dengan Drs. Moh. Hatta tak lama sesudah Hatta kembali dari Dalath. Tetapi Ir. Sukarno dan Drs. Moh. Hatta masih mencari kebenaran berita tentang kapitulasi Jepang secara resmi dan tetap ingin membicarakan pelaksanaan proklamasi pada rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia.

    •Terjadinya Peristiwa Rengasdengklok
    Pada 10 Agustus 1945, setelah mendengar siaran radio bahwa Jepang menyerah terhadap sekutu, Soetan Sjahrir mendesak Mohammad Hatta agar bersama Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.Tindakan selanjutnya diambil oleh golongan pemuda yang terlebih dahulu mengadakan suatu perundingan di salah satu ruangan Lembaga Bakteriologi di Pegangsaan Timur, Jakarta.Keputusan rapat yang dipimpin oleh Cairul Saleh menunjukan tuntutan-tuntutan radikal golongan pemuda yang diantaranya menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah hak dan soal rakyat Indonesia sendiri, tak dapat digantung- gantungkan pada orang dan kerajaan lain.
    Keputusan rapat tersebut disampaikan oleh Wikana dan Darwis pada saat yang sama yakni jam 22.00 WIB di rumah kediaman Ir. Sukarno, Pegangsaan Timur (Sekarang jalan Proklamasi) 56, Jakarta.Demikianlah pada tanggal 16 agustus 1945 jam 04.00WIB terjadi peristiwa penculikan Ir. Sukarno dan Drs. Moh. Hatta untuk dibawa ke luar kota menuju Rengasdengklok, yang jaraknya 15 Km dari Kedung Gede, Karawang.Jepang sudah mengetahui perihal penculikan Sukarno dan Hatta, Ahmad Soebarjo yang memiliki hubungan dekat dengan kelompok Sukarni, pergi ke Rengasdengklok-tentu saja dengan sepengetahuan Laksamana Maeda atau setidaknya para pejabat militer Jepang untuk membujuk Sukarni maupun para pemimpin mahasiswa untuk kembali ke Jakarta bersama dengan Sukarno dan Hatta.Sementara itu, kelompok bawah tanah pimpinan Sukarni yang didukung oleh sejumlah kelompok persatuan mahasiswa telah kehilangan kesabaran, sehingga pada 16 Agustus 1945 pukul 04.00, mereka menculik Sukarno dan Hatta untuk dibawa ke Garnisun Peta di Rengasdengklok.Rombongan tiba pukul 07.00 WIB. Di Rengasdengklok antara golongan tua dan golongan muda tidak terjadi perundingan, hanya telah diberi jaminan oleh Ahmad Subardjo dengan taruhan nyawa bahwa proklamasi kemerdekaan akan diumumkan pada tanggal 17 agustus 1945.Sesampainya di Jakarta pada jam 23.00 WIB rombongan menuju rumah Laksamana Maeda di JL. Imam Bonjol No.1 (sekarang tempat kediaman resmi Duta Besar Inggris) setelah Sukarno dan Hatta singgah di rumah masing-masing terlebih dulu. Ditempat inilah naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia disusun. Sebelumnya Sukarno dan Hatta telah menemui Somubuco, Mayor Jenderal Nisyimura untuk menjajagi sikapnya mengenai proklamasi kemerdekaan.

    BalasHapus
  30. Najwa Salma Fathin
    XI IPA 4

    Peristiwa Rengasdengklok adalah peristiwa penculikan yang dilakukan oleh sejumlah pemuda antara lain Soekarni, Wikana, Aidit dan Chaerul Saleh dari perkumpulan "Menteng 31" terhadap Soekarno dan Hatta. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 03.00. WIB, Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok, Karawang, untuk kemudian didesak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia,sampai dengan terjadinya kesepakatan antara golongan tua yang diwakili Soekarno dan Hatta serta Mr. Achmad Subardjo dengan golongan muda tentang kapan proklamasi akan dilaksanakan terutama setelah Jepang mengalami kekalahan dalam Perang Pasifik.Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia rencananya akan dibacakan Ir.Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta pada hari Jumat, 17 Agustus 1945 di lapangan rumah Bung Karno di Jl.Pegangsaan Timur 56. Dipilih rumah Bung Karno bahwa ada sebuah acara yang akan diselenggarakan, sehingga tentara-tentara jepang sudah berjaga-jaga, untuk menghindari kericuhan, antara penonton saat terjadi pembacaan teks proklamasi.

    BalasHapus
  31. Fren Samudra
    XI IPA 4

    Peristiwa Rengasdengklok ini terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 04.00. WIB, Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok, Karawang, untuk kemudian didesak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, sampai dengan terjadinya kesepakatan antara golongan tua yang diwakili oleh Soekarno dan Hatta serta Mr. Ahmad Subardjo dengan golongan muda tentang kapan proklamasi akan dilaksanakan

    BalasHapus
  32. Rani novalia

    peristiwa penculikan yang dilakukan oleh sejumlah pemuda antara lain Soekarni, Wikana, Aidit dan Chaerul Saleh dari perkumpulan "Menteng 31" terhadap Soekarno dan Hatta. ... Menghadapi desakan tersebut, Soekarno dan Hatta tetap tidak berubah pendirian.

    BalasHapus
  33. Ani Setia
    XI IPA 4

    Kesimpulan peristiwa Rengasdengklok adalah adanya perbedaan pendapat antara tokoh pemuda dan golongan tua pasca menyerahnya Jepag terhadap sekutu pada 15 Agustus 1945.

    BalasHapus
  34. Vivi juwita wati
    Xl IPA 4

    Peristiwa RengasdengklokBung Karno dan Bung Hatta dibawa oleh para pemuda ke daerah Rengasdengklok
    Waktu dan Lokasi
    Peristiwa Rengasdengklok 16 Agustus 1945 daerah Rengasdengklok kota Kawedanan,di timur Jakarta,tempat ini di[ilih karena terpencil dan dekat Kompi PETA ,
    Alasan Peristiwa Rengasdengklok
    Terjadi beda pendapat dari Golongan Tua dan Golongan Muda.Pemuda ingin Bung Karno segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia selagi terjadi kekososngan kekuasaan (vacuum of power).Golongan Tua ingin menunggu hasil sidang PPKI.Pemuda berusaha mengamankan Bung Karno dan Bung Hatta agar tidak mendapat pengaruh dari pihak Jepang.
    Hasil dari Peristiwa Rengasdengklok
    Soekarno bersedia memproklamasikan kemerdekaan jika sudah kembali ke Jakarta.Ahmad Subardjo menjamin proklamasi akan dilaksanakan sebelum pukul 12.00 WIB tanggal 17 Agustus 1945.

    BalasHapus
  35. Falsyafah Naura
    XI IPA 4

    •Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Peristiwa Rengasdengklok
    Keinginan para pemuda untuk memaksa golongan tua agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia gagal sehingga para pemuda segera mengadakan rapat di Jalan Cikini 71. Mereka memutuskan untuk membawa Ir. Sukarno dan Moh.Hatta ke luar kota dengan tujuan untuk menjauhkan mereka dari pengaruh Jepang.Rengasdengklok dipilih untuk mengamankan Sukarno-Hatta karena perhitungan militer.Sutan Sjahrir termasuk tokoh yang pertama yang mendesak diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia oleh Ir. Sukarno dan Drs. Moh. Hatta tanpa menunggu janji Jepang yang dikatakannya sebagai tipu muslihat belaka.mengetahui bahwa Jepang sudah memutuskan untuk menyerah. Desakan tersebut dilakukannya pada tanggal 15 Agustus 1945, dalam suatu pertemuan dengan Drs. Moh. Hatta tak lama sesudah Hatta kembali dari Dalath. Tetapi Ir. Sukarno dan Drs. Moh. Hatta masih mencari kebenaran berita tentang kapitulasi Jepang secara resmi dan tetap ingin membicarakan pelaksanaan proklamasi pada rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia.

    •Terjadinya Peristiwa Rengasdengklok
    Pada 10 Agustus 1945, setelah mendengar siaran radio bahwa Jepang menyerah terhadap sekutu, Soetan Sjahrir mendesak Mohammad Hatta agar bersama Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.Tindakan selanjutnya diambil oleh golongan pemuda yang terlebih dahulu mengadakan suatu perundingan di salah satu ruangan Lembaga Bakteriologi di Pegangsaan Timur, Jakarta.Keputusan rapat yang dipimpin oleh Cairul Saleh menunjukan tuntutan-tuntutan radikal golongan pemuda yang diantaranya menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah hak dan soal rakyat Indonesia sendiri, tak dapat digantung- gantungkan pada orang dan kerajaan lain.
    Keputusan rapat tersebut disampaikan oleh Wikana dan Darwis pada saat yang sama yakni jam 22.00 WIB di rumah kediaman Ir. Sukarno, Pegangsaan Timur (Sekarang jalan Proklamasi) 56, Jakarta.Demikianlah pada tanggal 16 agustus 1945 jam 04.00WIB terjadi peristiwa penculikan Ir. Sukarno dan Drs. Moh. Hatta untuk dibawa ke luar kota menuju Rengasdengklok, yang jaraknya 15 Km dari Kedung Gede, Karawang.Jepang sudah mengetahui perihal penculikan Sukarno dan Hatta, Ahmad Soebarjo yang memiliki hubungan dekat dengan kelompok Sukarni, pergi ke Rengasdengklok-tentu saja dengan sepengetahuan Laksamana Maeda atau setidaknya para pejabat militer Jepang untuk membujuk Sukarni maupun para pemimpin mahasiswa untuk kembali ke Jakarta bersama dengan Sukarno dan Hatta.Sementara itu, kelompok bawah tanah pimpinan Sukarni yang didukung oleh sejumlah kelompok persatuan mahasiswa telah kehilangan kesabaran, sehingga pada 16 Agustus 1945 pukul 04.00, mereka menculik Sukarno dan Hatta untuk dibawa ke Garnisun Peta di Rengasdengklok.Rombongan tiba pukul 07.00 WIB. Di Rengasdengklok antara golongan tua dan golongan muda tidak terjadi perundingan, hanya telah diberi jaminan oleh Ahmad Subardjo dengan taruhan nyawa bahwa proklamasi kemerdekaan akan diumumkan pada tanggal 17 agustus 1945.Sesampainya di Jakarta pada jam 23.00 WIB rombongan menuju rumah Laksamana Maeda di JL. Imam Bonjol No.1 (sekarang tempat kediaman resmi Duta Besar Inggris) setelah Sukarno dan Hatta singgah di rumah masing-masing terlebih dulu. Ditempat inilah naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia disusun. Sebelumnya Sukarno dan Hatta telah menemui Somubuco, Mayor Jenderal Nisyimura untuk menjajagi sikapnya mengenai proklamasi kemerdekaan.

    BalasHapus
  36. M.Akbar Rizki Priyantama
    XI IPA 4
    faktor-faktor yang menyebabkan peristiwa rengasdengklok
    -adanya ketidaksepakatan antara para pejuang kemerdekaan dari golongan tua dan golongan muda mengenai waktu proklamasi kemerdekaan Indonesia
    -Kaum muda ingin kemerdekaan diproklamasikan segera
    Terjadinya peristiwa rengasdengklok
    - Latar belakang terjadinya Peristiwa Rengasdengklok adalah keinginan golongan muda, agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia segera setelah Jepang menyerah pada 15 Agustus 1945 kepada Sekutu., untuk menghindari kembalinya Belanda ke Indonesia dan menghindari adanya kekosongan kekuasaan (vacuum of power).
    - Peristiwa ini dilatarbelakangi keinginan para tokoh tua dalam perjuangan kemerdekaan, yaitu Achmad Soebardjo, Soekarno dan Hatta, yang ingin agar kemerdekaan diproklamasikan melalui PPKI (Panitia Persiapan kemerdekaan Indonesia). Namun golongan muda berpendapat bahwa kemerdekaan Indonesia tidak boleh bergantung pada negara lain, dan tidak ingin proklamasi kemerdekaan melalui PPKI yang merupakan bentukan Jepang. Golongan muda juga menginginkan kemerdekaan diproklamasikan segera setelah Jepang menyerah pada 15 Agustus 1945 kepada Sekutu. Para pemuda khawatir bila menunggu terlalu lama, maka Belanda akan kembali ke Indonesia dengan mebonceng Sekutu yang memenangi Perang Dunia II. Para pemuda juga ingin menghindari adanya kekosongan keuangan (vacuum of power) akibat menyerahnya Jepang yang membuat tidak ada pemerintahan di Indonesia. Para pemuda membawa Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok, dan berharap Soekarno dan Hatta bersedia menyatakan Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 16 Agustus 1945. Namun Sukarno dan Hatta menolak usul ini. Setelah Ahmad Subarjo datang dan memastikan bahwa kemerdekaan Indonesia akan dilaksanakan tanggal 17 Agustus 1945, maka para pemuda bersedia melepaskan Soekarno dan Hatta beserta rombongannya untuk kembali ke Jakarta.Akhirnya, Proklamasi kemerdekaan Indonesia dibacakan di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat, yang saat ini dinamakan Jalan Proklamasi. Tempat ini merupakan kediaman Ir Sukarno.


    BalasHapus
  37. M.valdo gomes
    XI IPA 4

    Peristiwa Rengasdengklok ini terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 04.00. WIB, Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok, Karawang, untuk kemudian didesak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, sampai dengan terjadinya kesepakatan antara golongan tua yang diwakili oleh Soekarno dan Hatta serta Mr. Ahmad Subardjo dengan golongan muda tentang kapan proklamasi akan dilaksanakan

    peristiwa penculikan yang dilakukan oleh sejumlah pemuda antara lain Soekarni, Wikana, Aidit dan Chaerul Saleh dari perkumpulan "Menteng 31" terhadap Soekarno dan Hatta. ... Menghadapi desakan tersebut, Soekarno dan Hatta tetap tidak berubah pendirian

    BalasHapus
  38. Auliya Suci
    XI IPA 4

    Kesimpulan: Peristiwa Rengasdengklok adalah peristiwa Para pemuda mengamankan Soekarno - Hatta ke Rengasdengklok, Jawa Barat dengan tujuan agar Soekarno - Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

    BalasHapus
  39. Al Annissa Najla
    XI IPA 4

    kesimpulan: 1. faktor-faktor yang menyebabkan peristiwa rengasdengklok
    -adanya ketidaksepakatan antara para pejuang kemerdekaan dari golongan tua dan golongan muda mengenai waktu proklamasi kemerdekaan Indonesia
    -Kaum muda ingin kemerdekaan diproklamasikan segera

    2. Terjadinya peristiwa rengasdengklok
    - Latar belakang terjadinya Peristiwa Rengasdengklok adalah keinginan golongan muda, agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia segera setelah Jepang menyerah pada 15 Agustus 1945 kepada Sekutu., untuk menghindari kembalinya Belanda ke Indonesia dan menghindari adanya kekosongan kekuasaan (vacuum of power).
    - Peristiwa ini dilatarbelakangi keinginan para tokoh tua dalam perjuangan kemerdekaan, yaitu Achmad Soebardjo, Soekarno dan Hatta, yang ingin agar kemerdekaan diproklamasikan melalui PPKI (Panitia Persiapan kemerdekaan Indonesia). Namun golongan muda berpendapat bahwa kemerdekaan Indonesia tidak boleh bergantung pada negara lain, dan tidak ingin proklamasi kemerdekaan melalui PPKI yang merupakan bentukan Jepang. Golongan muda juga menginginkan kemerdekaan diproklamasikan segera setelah Jepang menyerah pada 15 Agustus 1945 kepada Sekutu. Para pemuda khawatir bila menunggu terlalu lama, maka Belanda akan kembali ke Indonesia dengan mebonceng Sekutu yang memenangi Perang Dunia II. Para pemuda juga ingin menghindari adanya kekosongan keuangan (vacuum of power) akibat menyerahnya Jepang yang membuat tidak ada pemerintahan di Indonesia. Para pemuda membawa Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok, dan berharap Soekarno dan Hatta bersedia menyatakan Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 16 Agustus 1945. Namun Sukarno dan Hatta menolak usul ini. Setelah Ahmad Subarjo datang dan memastikan bahwa kemerdekaan Indonesia akan dilaksanakan tanggal 17 Agustus 1945, maka para pemuda bersedia melepaskan Soekarno dan Hatta beserta rombongannya untuk kembali ke Jakarta.Akhirnya, Proklamasi kemerdekaan Indonesia dibacakan di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat, yang saat ini dinamakan Jalan Proklamasi. Tempat ini merupakan kediaman Ir Sukarno.

    BalasHapus
  40. ANWITRA DIAN UTAMI
    XI IPA 4

    Peristiwa Rengasdengklok adalah peristiwa penculikan yang dilakukan oleh sejumlah pemuda antara lain Soekarni, Wikana, Aidit dan Chaerul Saleh dari perkumpulan "Menteng 31" terhadap Soekarno dan Hatta. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 03.00. WIB, Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok, Karawang, untuk kemudian didesak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia,sampai dengan terjadinya kesepakatan antara golongan tua yang diwakili Soekarno dan Hatta serta Mr. Achmad Subardjo dengan golongan muda tentang kapan proklamasi akan dilaksanakan terutama setelah Jepang mengalami kekalahan dalam Perang Pasifik.Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia rencananya akan dibacakan Ir.Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta pada hari Jumat, 17 Agustus 1945 di lapangan rumah Bung Karno di Jl.Pegangsaan Timur 56. Dipilih rumah Bung Karno bahwa ada sebuah acara yang akan diselenggarakan, sehingga tentara-tentara jepang sudah berjaga-jaga, untuk menghindari kericuhan, antara penonton saat terjadi pembacaan teks proklamasi.

    BalasHapus